Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6


Kelompok hak-hak sipil Amerika telah memuji keputusan pengadilan untuk menghapus seorang profesor Malaysia dari daftar larangan terbang, suatu hal yang dianggap kemenangan pertama terhadap kebijakan larangan terbang yang diberlakukan AS.

"Putusan Hakim [William] Alsup menegaskan bahwa gagasan dasar transparansi dan akuntabilitas berlaku bahkan terhadap kebijakan daftar larangan terbang  pemerintah AS,"  staf pengacara Asian Americans Advancing Justice-Asian Law Caucus (AAAJ-ALC), Nasrina Bargzie, mengatakan dalam pers rilis yang dikeluarkan oleh Council on American-Islamic Relations pada Rabu 15 Januari, demikian sebagaimana dilansir onislam.net. 

"Kami menyambut putusan ini dan berharap untuk kejelasan lebih lanjut tentang bagaimana seseorang dapat tercantum dalam daftar larangan terbang dan daftar serupa lainnya," tambahnya.

Gugatan mengenai masalah ini cukup lama yakni sejak 2006. Diajukan McManis Faulkner pada tahun 2006 atas nama ibu dari empat anak dan seorang mahasiswa PhD di Stanford University. Yang menyatakan bahwa pemerintah melanggar hak-hak  Dr Rahinah Ibrahim ketika menempatkannya dalam daftar larangan terbang.

Hakim Pengadilan Distrik AS, William Alsup, memutuskan bahwa pemerintah AS perlu memperbaiki posisi Ibrahim pada daftar "no-fly" dan untuk mengungkapkan padanya mengapa dia ditempatkan pada posisi itu.  

Setelah gugatan yang terpendam selama delapan tahun terakhir, Council on American-Islamic Relations menyambut putusan pengadilan sebagai kemenangan yang sangat ditunggu. 

"Kemenangan ini telah lama datang," kata  Direktur Eksekutif CAIR-SFBA, Zahra Billoo. 

"Setiap tahun kantor kami mendapat laporan dari ratusan orang yang dikunjungi oleh FBI dan menghadapi masalah terkait perjalanan. Banyak yang kehilangan harapan tentang membersihkan nama mereka, tapi hal ini akan memperbaharui keinginan kita bersama untuk terus maju dengan pengadilan berada di pihak kita," tambahnya.

Dijalankan pada tahun 2003 dan dikendalikan oleh Pusat Skrining Teroris FBI, daftar "larangan terbang" mencakup sekitar 20.000 orang yang dianggap oleh lembaga yang dikenal memiliki, atau patut diduga memiliki, hubungan dengan terorisme. Sekitar 500 dari mereka adalah warga negara AS, menurut juru bicara lembaga itu.

Profil 
Dr Rahinah Ibrahim



2011 - sekarang
Dekan di Universiti Putra Malaysia
Serdang, Malaysia 
2010 - Hadir
Dekan / Profesor di Universiti Putra Malaysia
Serdang, Malaysia
Kelas diajarkan:
RSB 5630 Integrated Product Design Studio
RSB 5001 Metodologi Penelitian di Desain 

Pendidikan

Sep 2001 - Jul 2005
Stanford University di Stanford, California, Amerika Serikat
Ph.D. (Konstruksi Engr. & Mgmt) 
Sep 2000 - Agustus 2001
Stanford University di Stanford, California, Amerika Serikat
Insinyur (Konstruksi Engr. & Mgmt) 
Agustus 1987 - Jan 1990
Southern California Inst. Arsitektur di Santa Monica, California, Amerika Serikat
M. Arsitektur 
Sep 1983 - Jun 1987
Univ. Washington di Seattle, Washington, Amerika Serikat  BA (Arsitektur) 
[Muslimdaily/mendeley]

About admin

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments: