Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi sudah menetapkan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum menjadi tersangka kasus korupsi proyek sekolah olahraga Hambalang.

Gelar perkara digelar Jum'at siang 22 Februari di KPK. Pimpinan KPK sepakat menetapkan Anas sebagai tersangka dengan 2 alat bukti yang cukup. Surat perintah penyidikan ditandatangani Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.  Ketua umum DPP Partai Demokrat (PD) itu dinilai menerima hadiah atau janji terkait proyek Hambalang. Tapi tidak hanya kasus itu, ada kasus lain yang tengah diselidiki.

"Ada dugaan ada proyek-proyek lainnya yang dimaksud. Sedang dilakukan proses pengembangan," jelas juru bicara KPK, Johan Budi di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (22/2/2013).

Johan menyebut Anas ditetapkan tersangka dan dijerat dengan pasal 12 huruf a atau Pasal 5 ayat (2) atau Pasal 11 atau 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU 20 Tahun 2001 tentang UU Pemberantasan Korupsi.

"Diduga menerima hadiah dan janji pembangunan sport center Hambalang dan atau proyek lainnya," jelas Johan.

Selain menetapkan Anas sebagai tersangka, KPK juga mencekal mantan anggota KPU tersebut ke luar negeri. Surat pencegahan dikirimkan hari ini.

Pengamat Hukum Tata Negara, Margarito Kamis menilai, KPK saat ini sedang mengikuti irama Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. Irama itu dikatakan SBY saat dia meminta KPK untuk memperjelas status hukum Anas dalam kasus Hambalang.


Pengamat :KPK sedang ikuti Irama SBY

"Terlalu sulit untuk tidak mengatakan KPK tidak sedang dalam irama ketua Majelis Tinggi," seperti yang diberitakan Okezone, Jumat (22/2/2013).

Hal itu dikatakan SBY saat berada di Jeddah, Arab Saudi pada Senin, 4 Februari 2013. Padahal, saat itu, dia sedang dalam kunjungan kenegaraan sebagai presiden.

Tak lama kemudian, muncul Sprindik atas nama Anas dengan status tersangka. Meski belum bisa dipastikan keasliannya, tapi, hal itu semakin menguatkan jika independensi KPK sudah runtuh. "Lalu bagaimana saya tidak mengatakan jika KPK tidak dalam irama ketua majelis," ujarnya.

Margarito juga menyoroti kekompakan lima pimpinan KPK. Dia yakin, tubuh KPK saat ini sedang retak. Buktinya, saat beberapa waktu lalu ada satu pimpinan KPK yang mengatakan Anas tersangka, tapi dibantah oleh pimpinan lainnya.

"Itulah cerminan keretakan fundamental di dalam KPK. Ini bukan hanya persoalan beda pendapat, itu persoalan keretakan," cetusnya.

Anas Urbaningrum Masuk Perangkap

Aktivis Bendera, Adian Napitupulu menyebut, karir politik rising star Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu hancur di usia muda.

"Jika di ikuti langkah-langkah Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY dalam satu bulan terakhir, maka sebenarnya keputusan mentersangkakan Anas sudah bisa dipastikan," sebagaimana yang dilangsir Okezone, Jumat (22/2/2013).

Mulanya, kata Adian, SBY meminta KPK mengusut tuntas kasus Hambalang. Permintaan langsung SbY dalam kasus-kasus korupsi bisa dikatakan tidak pernah dilakukan terbuka kecuali hanya untuk kasus Hambalang.

Berikutnya, lanjut dia, SBY secara vulgar dalam pidatonya di depan Majelis Tinggi Partai Demokrat mengambil alih kewenangan Anas dan lebih tegas lagi menyatakan agar Anas konsentrasi pada kasus hukum yang dihadapinya.

"Tiga hari setelah Pidato di Cikeas, SBY mengumpulkan 33 DPD dan meminta agar seluruh pengurus DPD menandatangai pakta integritas yang salah satu butirnya menyatakan "siap mundur jika terkait kasus korupsi"," ungkap Adian.

Dia menilai, selain menandatangani pakta itegritas, maka kumpulnya 33 DPD juga digunakan SBY untuk menguji loyalitas seluruh pengurus DPD yang konon sebagian berisi loyalis Anas.

Tak berhenti di situ, berikutnya Anas juga ikut menandatangani pakta integritas di DPP PD. "Seketika itu juga Anas telah masuk perangkap yang memang telah dipersiapkan oleh SBY," tegasnya.

Selang beberapa hari kemudian, kata Adian, Ibas mundur dari DPR karena alasan yang sangat kontradiktif dan tidak prinsipil. Pertama karena anaknya sakit. Kedua karena ingin serius membenahi partai.

Pada saat yang berdekatan, lanjutnya, media meributkan bocornya Sprindik Anas. Pembocoran Sprindik ini sebenarnya tidak ubahnya seperti "Test The Water" untuk menguji reaksi pendukung Anas jika Anas jadi tersangka.

"Hari ini langkah catur SBY telah selesai. Anas sudah jadi tersangka dan Ibas sebagai Sekjen otomatis menggantikan Anas walaupun sesungguhnya Ibas hanya boneka di bawah kontrol Ayah kandungnya sendiri yang menjabat ketua Majelis tinggi Partai dan sudah mengambil alih kewenangan ketua umum," paparnya.

About admin

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments: