Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Berita tentang rencana Pengunduran diri Paus Benediktus XVI yang disampaikan dalam pidato tertanggal 10 Februari 2013 (Baca :Inilah Video dan teks Pidato Pengunduran Diri Paus Benediktus XVI) yang ia sebut sebagai sebuah keputusan besar yang bernilai penting bagi kehidupan gereja, dan ia sudah menyampaikan alasan pengundurannya yaitu :kondisi kekuatan saya dalam beberapa bulan belakangan memburuk dan mencapai tingkat bahwa saya harus mengakui ketidakmampuan saya. tetapi penjelasan tersebut tidak bisa menghentikan banyaknya spekulasi yang beredar,  dari keterangan juru bicara Vatikan Kardinal Federico Lombardi bahwa alasan pengunduran diri paus Benediktus bukan disebabkan gangguan kesehatan tertentu,

Kalau sebelumnya kami sudah menyampaikan tulisan tentang spekulasi alasan pengunduran dirinya adalah "Tobat" ( Baca :Benarkah Paus Benediktus Mengundurkan Diri Karena Jadi Mualaf?),maka dalam hal ini membahas soal spekulasi lain,yaitu terkait Alasan mundur setelah menerima laporan dari tim investigasi internal Vatikan Soal Seks Gay & Korupsi di Vatikan sebagaimana yang diberitakan di Detiknews hari jum'at ini ( 22 Februari 2013)  dan juga tentang Spekulasi adanya upaya untuk lolos dari tuntutan pidana

Sebuah tim yang terdiri dari tiga kardinal telah diminta Benediktus untuk menyelidiki tuduhan tentang tentang penyelewengan keuangan, kronisme, dan korupsi yang terungkap dalam apa yang disebut sebagai VatiLeaks.

Pada 17 Desember 2012 lalu, tim kardinal tersebut menyerahkan dua bundel berkas kepada Benediktus. Bundel berkas tersebut hampir setebal 300 halaman, yang berisi "peta rincian kejahatan dan ikan busuk" di dalam Vatikan.

"Di hari itulah, dengan berkas-berkas di mejanya, Benediktus XVI mengambil keputusan yang telah begitu lama dia renungkan," demikian diberitakan surat kabar Italia, La Repubblica seperti dilansir News.com.au, Jumat (22/2/2013).

Harian La Repubblica mengutip seorang pria yang digambarkan "sangat dekat" dengan para penulis laporan tersebut. Dikatakannya, para kardinal itu telah menemukan sebuah jaringan gay bawah tanah, yang para anggotanya mengadakan pertemuan seks di beberapa tempat di Roma dan Vatikan. Ini menjadikan mereka rentan terhadap pemerasan.

Laporan rahasia itu juga menyelidiki sejumlah dugaan transaksi di Institute for Religious Works (IOR), bank Vatikan yang pemimpinnya baru ditunjuk pekan lalu, setelah mengalami kekosongan selama 9 bulan.

Menurut La Repubblica, Benediktus akan menyerahkan berkas rahasia itu kepada penggantinya nanti. Dengan harapan, penggantinya akan cukup "kuat, muda, dan suci" untuk mengambil tindakan yang diperlukan.


Juru bicara Vatikan, Federico Lombardi menolak untuk berkomentar mengenai pemberitaan tersebut. Dirinya menolak untuk "meladeni fantasi dan opini".

"Jangan mengharapkan komentar atau sanggahan dari apa yang telah dikatakan tentang isu itu," cetusnya.

Sementara itu TribunNews dalam berita Senin tanggal 18 Februari 2013 menyampaikan tentang Paus yang disebut sebut berupaya menghindari tuntutan pidana .

Berita yang dilangsir oleh Tribunnews adalah mengutip berita dari dari Examiner.com yang mengutip sumber dari dalam Vatikan (18/2/13) rencana Paus Benediktus untuk bermukim di Vatikan setelah pengunduran dirinya adalah untuk menghindari tuntutan pidana atas dugaan perannya dalam pelecehan seksual terhadap sejumlah anak oleh oknum pastor di seluruh dunia.

Dengan tinggal di Vatikan, maka Paus Benediktus akan mendapatkan perlindungan hukum dari segala upaya untuk menyeretnya ke pengadilan sehubungan dengan kasus-kasus pelecehan seksual di seluruh dunia.
"Keberadaan-Nya di Vatikan adalah keharusan, kalau tidak, ia mungkin tidak terlindungi. Dia tidak akan memiliki kekebalan jika berada di tempat lain," ujar sumber tersebut.

Sebuah gugatan terhadap Paus Benediktus ke 16 disebut-sebut telah diterima oleh Pengadilan Pidana Internasional. Adapun yang menggugatnya adalah dua pengacara asal Jerman, Christian Sailer dan Gert-Joachim Hetzel yang menilai Paus telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Gugatan mereka menyebutkan bahwa Paus Benediktus bertanggungjawab atas lembaga yang memayungi beberapa oknumnya yang melakukan pemerasan, dan pemaksaan..

dan dari sumber yang digunakan Tribunnews di examiner.com ,Analisa yang disampaikannya merujuk pada berita yang dilangsir oleh Reuters
Analisis yang disampaikan dalam Exa

About admin

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

1 comment:

Eko Muryanto said...
This comment has been removed by the author.