Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Pada 5 September 2012, Metro TV mengadakan dialog di program Metro Hari Ini bersama narasumber Guru Besar Universitas Islam Negeri Jakarta Profesor Bambang Pranowo, mantan Kepala Badan Intelijen Negara Hendropriyono dan pengamat terorisme Taufik Andri.

Dalam dialog tersebut Profesor Bambang Pranowo menyampaikan hasil penelitiannya bahwa ada lima pola rekrutmen teroris muda. Salah satunya melalui ekstrakurikuler di masjid-masjid sekolah. Saat dialog berlangsung, ditayangkan info grafik berisi poin-poin lima pola rekrutmen versi Profesor Bambang Pranowo.


Apa yang disampaikan oleh bambang Pranowo mungkin tidak akan “meledak” seperti ini apabila tidak ada andil Metro TV untuk menayangkannya, atau juga pihak Metro TV sebagai media yang harusnya bersikap objektif dalam penayangan berita dan tidak memberitakan hal yang dirasa akan mencederai umat muslim terutama aktivis Rohis dan Rohaniawan Muda Islam.
Selama ini tidak pernah tersiar kabar bahwa akar terorisme sampai menyentuh aktivis muda dan terpelajar atau Rohis yang selalu menyemarakkan kegiatan masjid/musholla sekolah dengan kegiatan positif. Dari mana info grafik itu muncul? Apakah hal ini tidak menimbulkan sebuah pertanyaan besar? Dan mengapa Metro TV dengan SDM yang terpelajarnya tidak bisa mencerna hal ini? Sungguh ini propaganda yang akan menimbulkan keresahan orang tua yang anaknya mengikuti kegiatan keagamaan di sekolah.
 Metro TV menyebutkan bahwa pola rekrutmen teroris muda ada 5 yakni:
  1.  Sasarannya siswa SMP akhir-SMA dari sekolah-sekolah umum.
  2.  Masuk melalui program ekstra kurikuler di masjid-masjid sekolah.
  3.  Siswa-siswi yang terlihat tertarik kemudian diajak diskusi di luar sekolah.
  4.  Dijejali berbagai kondisi sosisl yang buruk, penguasa korup, keadilan tidak seimbang.
  5.  Dijejali dengan doktrin bahwa penguasa adalah thaghut/kafir/musuh.
Poin-poin tersebut menjurus kepada aktivitas dakwah sekolah yang biasanya dimotori oleh Rohis Sekolah.
Protes terhadap Metro TV di Twitter pun datang bertubi-tubi karena kebanyakan aktivis dakwah muda merupakan jebolan Rohis atau setidaknya pernah bersentuhan dengan Rohis dan mengetahui apa-apa tentang aktivitas Rohis. Menanggapi protes tersebut, Metro TV hanya menjawab secara diplomatis, “Metro TV tidak pernah memberitakan bahwa rohis adalah sarang teroris.”
 Ya, memang seperti itu, Rohis memang bukan sarang Teroris, akan tetapi dari tayangan itu, dan apa yang diprotes bukanlah ke arah sarang teroris, akan tetapi merupakan suatu penggambaran bahwa Rohis menyiapkan “bibit” teroris.
Melalui akun twitternya, Metro TV mengatakan bahwa info grafik yang ditayangkan bukanlah dari pihak Metro TV, melainkan dari pihak nara sumber (pihak luar). “Info grafik Metro TV 5 Sept lalu soal pola rekrutmen teroris bersumber dr penelitian ilmiah Guru Besar UIN Jakarta, Prof. Dr Bambang Pranowo”
Pastilah demikian, karena setiap penayangan tentunya ada informasi dari pihak luar (walaupun tidak semuanya). Kalau tidak ada informasi, bagaimana mungkin ada penayangan/berita. Akan tetapi, bagaimana Metro TV dapat menimbang segala aspek yang kemungkinan terjadi terutama ketika penyebutan suatu kalangan tertentu yang belum tentu terlibat, bahkan jauh dari kesan terlibat. Dan bukan hanya itu, Metro TV pun seakan “oke” menayangkan 5 point Pola Rekrutmen Teroris Muda, padahal sebetulnya hal itu sangat bisa dihindari kalau Metro TV memang berniat menjaga kondusifitas.
Selain di Twitter Metro TV menyampaikan penjelasan terkait masalah ini melalui Media Metronews.comPenjelasan Metro TV Atas Program Metro Hari Ini Edisi 5 September 2012 Bertema Generasi Baru Teroris

dan berdasarkan Media tersebut ,Komentar dari Publik mayoritas mengecam pemberitaan tersebut, pada saat artikel ini ditulis setidaknya ada 29 komentar yang masuk



Beberapa jam yang lalu di Facebook muncul Halaman :

1.000.000 Gerakan Tuntut Metro Tv Minta Maaf Kpd Rohis Se-Indonesia

Halaman Facebook yang baru dibuat sekitar 10 jam yang lalu kini sudah disukai lebih dari enam ribu Facebooker,

Aktifis Rohis menyampaikan surat terbuka kepada Metro Tv
Melalui Media Online yang dikelolanya Seorang Aktifis Rohis,Ridwansyah Yusuf Ahmad menyampaikan surat terbuka kepada Metro TV

SURAT TERBUKA UNTUK METRO TV

TENTANG PEMBERITAAN POLA REKRUTMEN TERORIS MUDA

“KAMI ANAK ROHIS BUKAN TERORIS”


Kepada Redaksi Terhomat,

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Segala puji bagi Allah yang memberikan kemampuan kepada manusia untuk berpikir. Salam dan Do’a terbaik kita panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan pelajaran penting bagaimana bersikap, dan bermanfaat bagi umat manusia.

Surat terbuka ini saya sampaikan kepada Redaksi Metro TV atas tayangannya tentang “pola rekrutmen teroris muda”. Dalam tayangan tersebut, Metro TV menyampaikan lima poin tentang pola perekrutan tersebut, yakni :

  1. Sasarannya siswa SMP Akhir – SMA dari sekolah-sekolah umum
  2. Masuk melalui program ekstrakurikuler di masjid-masjid sekolah
  3. Siswa-siswi yang terlihat tertarik kemudia diajak diskusi di luar sekolah
  4. Dijejali berbagai kondisi sosial yang buruk, penguasa yang korup, keadilan tidak seimbang
  5. Dijejali dengan doktrin bahwa penguasa adalah toghut/kafir/musuh

Dan ditambahkan footer note “awas, generasi baru teroris!”

Redaksi terhomat,

Pertama-pertama, meski melalui akun resmi twitter anda pada 14 September 2012 mengatakan bahwa “Metro TV tidak pernah memberitakan bahwa rohis adalah sarang teroris”. Namun demikian, tetapi kalimat “ekstrakurikuler di masjid” jelas-jelas sangat merujuk pada kegiatan Rohanis Islam, atau sering dikenal dengan Rohis, dan pemberitaan yang anda sampaikan tentang Rohis sangatlah tidak mendasar dan penuh pemutarbalikan fakta akan apa dan bagaimana Rohis itu.

Perkenalkan, saya seorang yang aktif di Rohis sejak SMP, dan terus berlanjut hingga menjadi Kepala di Rohis Kampus. Jujur, saya sangat terperanjat, kecewa, dan mengecam pemberitaan yang Metro TV sampaikan. Menurut saya apa yang diberitakan tidak ada benarnya, penuh fitnah, dan sangat menyesatkan masyarakat tentang apa dan bagaimana itu Rohis.

Redaksi terhormat,

Rohis mulai berkembang di sekolah-sekolah sejak awal 90an. Kenapa di sekolah umum? karena di sekolah ini banyak siswa-siswi yang ingin mendalami tentang Islam, tetapi mereka memiliki keterbatasan lingkungan untuk belajar Islam. Guru Agama pun juga punya keterbatasan waktu dalam membimbing secara personal seluruh siswanya dalam mendalami dan menjalani nilai-nilai Islam.

Sehingga dibutuhkan sebuah pendampingan tambahan dari senior yang relatif masih tidak terlalu jauh usianya dan mampu membahasakan nilai Islam dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh siswa-siswi usia sekolah. Selain itu, siswa-siswi ini juga sangat membutuhkan lingkungan yang bisa membuat mereka mencintai masjid, belajar untuk beribadah lebih baik, dan bertransformasi menjadi seorang Muslim yang berkarakter.

Rohis menginginkan agar anak muda Indonesia bisa memiliki karakter kuat dan kelak bermanfaat bagi bangsa. Bukankah Metro TV sering memberitakan tentang korupsi dan tindakan tidak benar dari pemimpin bangsa ini? Percayalah, kelak Rohis menjadi solusi perbaikan negeri ini di masa mendatang.

Kenapa siswa-siswi SMP dan SMA? Sederhana saja, masa ini adalah usia emas bagi seseorang untuk membangun fondasi karakter dirinya. Masa dimana seorang sedang mencari jati diri, membangun mimpi, dan menguatkan landasan berpijak dan melompat di masa depan. Sehingga, Rohis menilai bahwa nilai Islam adalah nilai yang tepat sebagai basis karakter pemuda Indonesia.

Bukankah Metro TV sering memberitakan tentang pembunuhan, prostitusi, narkoba dan lainnya? Redaksi terhormat, saya berani jamin anak Rohis akan menjauhi aktifitas tersebut. Anak Rohis bahkan sengaja “mojok” ketika ujian, untuk menjaga dirinya tidak tergoda mencontek, anak Rohis selalu berpakaian rapih di sekolah, dan memiliki sopan santun dalam bertutur kata.

Saya percaya guru-guru di sekolah juga menyadari akan keteladanan anak Rohis. Bahkan bisa jadi mereka mengandalkan anak Rohis untuk turut serta dalam membangun karakter positif di sekolah.

Rohis yang biasanya adalah ekstrakurikuler di sekolah menandakan bahwa Rohis legal, formal, dan bertanggungjawab. Rohis tidak ingin kegiatan yang sembunyi-sembunyi, Rohis justru sangat terbuka, dan membuka diri. Dengan lembaga formal ini, Rohis justru berharap bisa bersinergi dengan sekolah agar bersama memajukan karakter siswa-siswinya.

Tentang siswa-siswi yang tertarik diajak kegiatan di luar sekolah. Ya menurut saya tidak ada yang aneh dengan kegiatan di luar sekolah. Karena fasilitas di sekolah juga punya keterbatasan, siswa usia SMP dan SMA sangat senang dengan kegiatan yang mengajak mereka bergerak dan aktif berpartisipasi seperti outbound, olahraga bersama, kegiatan sosial, mabit di masjid, masak bersama, atau sekedar main ke rumah sesama anggota Rohis.

Bukankah Metro TV sering beritakan tentang anak hilang, atau pelajar pulang malam lalu narkoba, dan berita negatifnya. Coba di cek dengan seksama, adakah keterlibatan Rohis dalam berita negatif tentang remaja Indonesia. Anak Rohis jika pulang malam, biasanya ke Masjid, memakmurkannya dengan pengajian dan kegiatan positif lainnya.

Atau, Redaksi Metro TV terhomat lebih menginginkan anak muda menjauhi masjid dan lebih memilih anak-anak muda negeri ini ke tempat-tempat yang tidak bermanfaat dan konsumtif?

Rohis mengajak anggotanya untuk peka dan berpikir kritis tentang negeri ini, ya kami diskusi tentang negeri ini yang penuh korupsi, kita juga banyak kajian tentang mengapa sumber daya alam negeri ini belum dikelola secara adil dan bijak, kita bahkan pernah membuat seminar tentang realitas sosial masyarakat saat ini.

Adakah yang salah ketika Rohis ingin mengajak siswa-siswi ini untuk bisa merasakan apa yang terjadi pada bangsa ini? Adakah yang salah bila Rohis ingin anak muda Indonesia kelak lebih peka dan kritis akan realita bangsa ini ? Adakah yang salah bila Rohis ingin anggotanya menjadi pribadi yang Sholeh dan bermanfaat ? Adakah yang salah bila Rohis memperkenalkan kepada anggotanya, bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang mampu menolong orang lain?

Silahkan di cek ke sekolah, tanya ke guru-guru. Berapa banyak anak Rohis yang berprestasi? Berapa banyak anak Rohis yang kerap mengikuti bahkan memenangkan lomba akademik dan non-akademik? Saya yakin sangat banyak anggota Rohis yang juga menjadi kebanggaan sekolahnya.

Apakah anak-anak yang prestatif dan penuh teladan ini yang Metro TV sebut sebagai cikal bakal teroris?

Rohis ingin agar anggotanya tidak menyusahkan negeri ini, kami selalu mendorong anggota kami untuk bisa mendapatkan pendidikan terbaik. Setidaknya tidak jadi pengangguran di masa mendatang, bahkan kami juga mendorong anggota kami untuk menjadi pengusaha dan mampu membuka lapangan pekerjaan. Membantu bangsa dalam memajukan perekonomiannya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Adakah yang salah bila anak Rohis ingin memajukan bangsa ini dengan menjadi agen perbaikan di berbagai sektor pembangunan?

Pernyataan redaksi Metro TV tentang doktrin bahwa pemimpin itu thogut/kafir dan sebagainya. Itu adalah sepenuhnya fitnah.

Saya adalah anggota Rohis di SMP sejak tahun 2001, saya sudah mulai membina Rohis sejak SMA, saya pernah menjadi Kepala Rohis di kampus saya. Berbagai kegiatan pembinaan, seminar, dan diklat yang diadakan Rohis pernah menjadikan saya sebagai pembicara, dan ratusan tulisan (termasuk di dalamnya 4 buku) tentang Rohis pernah saya tulis.

Silahkan redaksi terhomat mengecek ke peserta acara yang saya jadi pembicara, adakah saya pernah mengatakan menjadi teroris itu adalah sesuatu yang baik, dan silahkan juga cek tulisan-tulisan saya, adakah kalimat yang menyatakan bahwa Rohis adalah jalur menjadi teroris.

Saya mendesak agar Redaksi Metro TV terhomat besikap bijak, dan tidak memberikan pemberitaan yang tidak benar. Saya juga menuntut Metro TV untuk meminta maaf secara terbuka kepada anggota dan alumni Rohis seluruh Indonesia, serta memberikan klarifikasi akan berita yang disampaikan.

Dampak jangka panjang bila Metro TV tidak membuat permintaan maaf dan klarifikasi adalah opini negatif tentang Rohis semakin meluas, yang artinya berdampak pada sikap orang tua dalam memberikan izin kepada anaknya untuk mengikuti Rohis, dan berarti semakin sedikit juga potensi kebaikan yang bisa dibangun sejak SMP dan SMA.

Dan bila Metro TV tidak juga memberikan klarifikasi dan permohonan maaf, saya akan berkesimpulan bahwa Redaksi Metro TV mendukung kenakalan remaja, mendorong agar remaja menjauhi masjid, dan berharap umat Muslim muda menjauhi AgamaNya.

Anggota dan alumni Rohis tampaknya belum akan melakukan aksi di depan Metro TV, jadi anda tidak perlu khawatir. Kami tidak ingin nantinya Metro TV justru memberitakan “generasi muda teroris berdemo di depan kantor kami”. Anak Rohis itu santun dan sopan, kita tidak akan berbuat anarki. Jadi, Metro TV tidak perlu khawatir akan ada anak Rohis yang merusak kantor Metro TV.

Melalui surat terbuka ini saya juga bermaksud meyakinkan kepada seluruh siswa-siswa dan orang tua SMP-SMA se-Indonesia. Bahwa Rohis adalah tempat yang aman, nyaman dan tepat untuk belajar Islam secara benar. Rohis adalah lingkungan yang tepat untuk mendalami ilmu agama yang ada dan juga yang disampaikan di kelas. Rohis jauh dari terorisme, justru Rohis sangat mendorong anggotanya untuk bisa memajukan bangsa ini dengan cara yang produktif.

Saya Yusuf, saya Muslim, saya dibesarkan di Rohis, dan saya bukan TERORIS.

Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

ttd


Ridwansyah Yusuf Achmad
(Anak Rohis sejak SMP, aktif di Rohis di SMA, pernah jadi Kepala Rohis di Kampus ITB. Saat ini sedang belajar di Belanda agar kelak bisa memajukan Bangsa, dan bukan jadi teroris tentunya.)




 

Tidak hanya Facebooker atau Mantan Aktifis Rohis saja yang menyikapi ,Organisasi Dakwah Kampus menyampaikan pernyataan Sikap
Sebagaimana yang diberitakan dakwatuna.com   menyampaikan pernyataan sikap dari
GAMAIS-ITB Terkait Pemediaan “Masjid Sekolah Sarang Rekrutmen Teroris”

Pemediaan yang dilakukan oleh Metro – TV terkait pola rekrutmen teroris muda memiliki informasi yang keliru. Salah satunya bahwa kaderisasi teroris masuk melalui program ekstra kurikuler di masjid – masjid sekolah (familiar disebut dengan rohis). Hal ini sarat dengan ketidakjujuran dan penyesatan opini. Padahal kegiatan rohis erat hubungannya dengan perbaikan diri dan penebar kemaslahatan bukan kebencian dari para penggeraknya.

Media bersangkutan menyatakan bahwa data yang disampaikan merupakan hasil penelitian salah seorang sumber yang bernama Prof. Dr. Bambang Pranowo. Namun, pendapat yang keliru itu memunculkan banyak pertanyaan khususnya terkait validitas data yang digunakan. Berbagai macam kecaman dan kekhawatiran menjadi respon yang umum terhadap pemediaan ini. Harapan dari banyak orang agar informasi ini tidak memberikan dampak buruk untuk para penggerak rohis ataupun memberikan ketakutan dari banyak orang dalam mengikuti kegiatan rohis.
Sebagai organisasi dakwah kampus nasional yang senantiasa membangun kemitraan dengan aktivitas rohis. Terlebih kami pun memiliki misi yang sama dalam memberikan perubahan karakter dan kemaslahatan yang luas. Gamais ITB menyatakan beberapa hal dan himbauan untuk masyarakat dalam menindaklanjuti pemediaan yang bisa menyesatkan opini tersebut.
  1. Keprihatinan terhadap pemberitaan media nasional yang bisa menyesatkan opini publik terkait dengan rohis
  2. Kami menghimbau media nasional bersangkutan untuk mengklarifikasi ulang hingga meralat informasi sesat yang diberikan kepada masyarakat.
  3. Kami mengajak semua masyarakat agar tetap jernih dalam menilai segala bentuk pemberitaan di media yang belum jelas asal usulnya
  4. Kami mengajak orangtua dan para anak muda muslim agar jangan khawatir untuk beraktivitas bersama ekstrakulikuler sekolah khususnya ekstrakulikuler masjid (rohis).
  5. Sebagai organisasi kemahasiswaan yang menjunjung tinggi integritas, sikap kritis, dan budaya penelitian, kami mengundang pembicara Prof. Dr. Bambang Pranowo untuk menjadi salah satu pembicara dalam diskusi terbuka terkait dengan“Aktivitas Keislaman Pemuda” di Bandung. Dan kami mengundang Metro – TV untuk melakukan peliputan secara langsung.

Bandung, 15 September 2012
Adam Habibie
(Kepala Gamais ITB 2012)

 Kita tunggu saja respon dari Pihak Metro TV terkait persoalan ini,apakah ia masih bersikukuh dengan menyampaikan dalih sebelumnya yang tidak menyatakan secara eksplisit bahwa Rohis adalah Sarang Teroris, atau Grafik yang ditunjukan tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan Rohis.

Jika ia bersikukuh dengan alasan tersebut,maka kalau yang dimaksud bukanlah Rohis, maka Pihak Metro TV maupun pihak yang dijadikan sumber atas Grafik tersebut memberikan klarifikasi sekaligus mempertanggung jawabkan kepada Publik
Setidaknya Pihak GAMAIS ITB sudah menawarkan salah satu point pernyataan sikapnya
,yaitu : mengundang pembicara Prof. Dr. Bambang Pranowo untuk menjadi salah satu pembicara dalam diskusi terbuka terkait dengan“Aktivitas Keislaman Pemuda” di Bandung. Dan kami mengundang Metro – TV untuk melakukan peliputan secara langsung.



About admin

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments: