Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Sebelum atau sesudah membaca Tulisan ini,kami berharap pengunjung juga membaca berita terkait masalah ini dengan judul
Pada 5 September 2012, Metro TV mengadakan dialog di program Metro Hari Ini bersama narasumber Guru Besar Universitas Islam Negeri Jakarta Profesor Bambang Pranowo, mantan Kepala Badan Intelijen Negara Hendropriyono dan pengamat terorisme Taufik Andri.  Berdasarkan perbincangan itu, Metro TV menampilkan jabaran info yang berisi pola perekrutan teroris yang mereka sebut “Awas, Generasi Baru Teroris”. Tayangan grafik info inilah yang dipermasalahkan.

Di Twitter, tagar #rohis dan #BlokirMetroTV adalah dua paling atas yang digunakan netizen menyampaikan protes dan opini-baliknya terkait pemberitaan tersebut. Dalam permintaan maafnya yang dirilis melalui situs metrotvnews.com, Metro TV mengakui kesalahan teknis karena tidak menyantumkan sumber dari grafik info yang dipermasalahkan itu. Pihaknya juga mengaku segera melayangkan laporan kepada Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia.

Kalau dalam tulisan sebelumnya Kecaman mengalir dari Facebooker,Aktifis Rohis,Organisasi Mahasiswa GAMAIS ITB

Hingga hari ini aliran protes masih berlanjut. Di Twitter dua tagar di atas makin ramai dibincangkan oleh beberapa figur publik. Komaruddin Hidayat lewat akun Twitternya (@komar_hidayat) ikut berpendapat:

Mhsw dan alumni UIN Jkt juga ada yg terjaring sbg teroris. Ini tdk berarti UIN jdi tempat penyemaian teroris. Rohis.
MUI di Bandar Lampung bahkan langsung melayangkan pendapatnya yang menegaskan bahwa organisasi ROHIS bukanlah sarang teroris sebagaimana diopinikan.

Pengakuan Orang Dalam

Yang menarik adalah, Metro TV dianggap bukan kali ini saja memojokkan kelompok masyarakat atau agama tertentu. Sebuah laman menunjukkan pengakuan Edy A. Effendi, seseorang yang mengaku mantan wartawan dan penulis Editorial Media Indonesia. Ia mengungkapkan apa yang disebutnya “Konspirasi Metro TV dan Media Indonesia”.
Baik Metro TV dan Media Indonesia (surat kabar) adalah dua media di bawah naungan Media Group, perusahaan milik politisi Surya Paloh.
Dalam rangkaian tweet-nya, Edy memaparkan beberapa pengalamannya di masa lalu saat masih menjadi pekerja di meja redaksi Metro TV, juga menyinggung beberapa nama yang saat ini masih aktif seperti Elman Saragih, Andy F. Noya, dan Saur Hutabarat. Aku Edy, Metro TV semasa dia masih menjabat sering kali memainkan berita terkait SARA, baik agama atau isu sensitif lainnya. Dia juga mengaku sempat protes kepada Elman Saragih, pemimpin redaksi, terkait pola perekrutan reporter yang dianggapnya tidak proporsional karena mempertimbangkan agama.
“Elman kaget.Dia blg sepanjang sy kerja di media baru kali ini dikritisi soal ini,” tulis Edy.
Menurut Edy, baginya agama apapun adalah hak privat setiap orang, dan tidak sepatutnya Metro TV menyajikan berita yang memancing reaksi publik terkait agama, apalagi berita bersifat distorsis.
Berikut rangkuman tweet Edy sebagaimana ditayangkan di situs pkspiyungan.org.
Edy A Effendi
@eae18
Mantan Wartawan & Penulis Editorial Media Indonesia
1. Ini terkait berita Metro TV yg menyudutkan sekolah umum jd sarang teroris. media hrs obyektif. itu hak publik.
2. sdh untuk kesekian kali @Metro_TV n Media Indonesia menyudutkan Islam. Sdh berkali2 juga disomasi n diprotes tp tak kapok.
3. bnyk berita yg diprotes n disomasi tp mrk bergeming. Sy akan paparkan bebrapa fakta bkn krn sy benci agama lain.
4. bg sy agama adlh hak individu.sy hny ingin melihat media massa jgn jd alat menikam agama lain. hrs dibebaskan..
5. ..media massa hrs dibebaskan dr kepentingan agama. media massa bertugas mereportase isu warga. bkn mendistorsi.
6. pada era 2000-an, di mana sy bekerja di Media Indonesia, ada empat sekawan yg berperan dlm soal isu agama.
7. Andy F Noya, Saur Hutabarat, Elman Saragih n Laurens Tato, kebetulan mrk non muslim n pengendali media grup.
8. 4 petinggi inlah yg punya peran pnting mngakses berita.Surya Paloh tk tahu mnahu.SP jg tk tahu kl bbrpa x dsomasi.
9. sbg mantan penulis editorial, sy tahu persis, bgaimana berita dimainan.sy protes soal rekruitmen yg berbau SARA.
10. rekruitmen reporter sngat berbau SARA. Di rapat besar, sy protes ke Elman..
11. rekruitmen reporter yg diterima bnyk non muslim? Elman kaget.Dia blg sepanjang sy kerja di media baru kali ini dikritisi soal ini.
12. jk ada 6 reporter yg diterima, komposisinya, 2 Protestan, 2 Katolik, 2 Islam. Ini fakta bkn fiksi. saksi bnyk.
13. desk redaksi yg strategis pn ditempati non muslim.polkam, metropolitan n mingguan.di SDM n level asred eks sama.
14. akhirnya sy masuk tim seleksi reporter. ujung2nya di HRD dijegal jg.Taufiqulhadi pnh protes jg soal rekruitmen.
15. meski saur n andi tak aktif lg tp msh jd berdiri di balik layar.knp tak tegas saja, Media Grup anti Islam.
16. ada puluhan wartawan senior n yunior keluar. alsan utamanya terkait manipulasi jamsostek dr 1995-2005.
17. sy keluar, lbh bnyk soal SARA n sikap diskriminasi elit.sy sdh bicara di Kenduri Cinta Cak Nun, TIM akhir 2007.
18. Wahai pejuang anti SARA, knp kalian bungkam? Takut tak diekspos? Tak populer? Kalian sangat diskriminatif.
19. ketika menyudutkan demo PKS. Elman di editorial pagi Metro bln yg demo anti AS tak beradab dan bodoh.
20. pernah jg soal editorial yang menghina umat Islam Palestina. Umat Islam Ind tak perlu bela Palestin. penulisnya Laurens Tato.
21. jd kl ada demo PKS meski sngat massif tak boleh dipajang di hal 1.
22. pernah PKS demo besar-besaran memrotes Bill Clinton ke Indoesia. Pas rapat redaksi, Yohanes Widad, asredpel, meminta foto jgn dipasang hal 1.
23. mrk tak suka PKS.
24. Elman Saragih pernah sy tunjuk2 mukany di Lobby 2 Metro TV krn soal SARA. Badan gede nyali kecil. Husen H saksi.
25. jadi JANGAN HARAP ada berita yg FAIR dr METRO TV jk bicara soal ISLAM. Sy tak benci Kristen tp benci konspirasi.
26. Bagi sy, Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Syiah, Ahmadiyah, itu hak privat. Tp berita yg obyektif itu, hak publik.
27. SEKALI lagi bg pejuang anti SARA, knp kallian bungkam? Kalian serang isu SARA hny krn kepentingan politik?
28. Sekali lg, sy tak benci Kristen. Sy melawan media dijadikan mainan berbau SARA. Bersikaplah fair n obyektif.
29. Sy skdar ingatkan ke kawan2 sy, @ulil @fadjroel @TodungLubis, apa arti SARA n toleransi? kalian bungkam!
30. Mana @RatnaSpaet yang sok pejuang anti SARA. Apa kejadian di media grup bkn SARA?
31. di sini bkn soal damai atau tak damai tp media itu hrs obyetif. bkn lakukan diskriminasi.
32. sy penulis terbaik editorial gelombang dua n kebetulan dpt beasiswa menulis di AS.
33. Scr kbtulan sy penulis terbaik editorial gelombang 2, setelah 3 hari masuk pelatihan. Jd ada alsan sy bicara #BeritaMetroTV.
34. sy dulu di Media Indonesia. Tp Metro TV n MI satu kantor dan selalu kerja sama pemberitaan.
35. Sdh lama, sy siap lahir batin melawan Elman cs. Kultwit sy soal Media Grup bkn dendam atau apapn. Tp ulah mereka sdh di luar batas.
*sumber: https://twitter.com/eae18

About admin

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments: