Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Beberapa hari lagi kita harus berpisah dengan Bulan Ramadhan,bulan yang penuh berkah ,rahmat dan ampunan dari Allah swt. yang tentu saja kita akan memasuki bulan baru yaitu bulan Syawal.yang sekaligus pada tanggal 1 syawal merupakan hari raya ‘Idul fitri .maka pada kesempatan ini kami InsyaAllah akan menyampaikan tentang berita yang berkaitan erat dengan keputusan ini dan akan berusaha mengupdate tulisan ini hingga pada hari H ,berikut berita berita yang kami gali dari berbagai sumber mengenai hal ini


1.MUHAMMADIYAH

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan Idulfitri 1 Syawal 1433 Hijriah jatuh pada hari Selasa, 19 Agustus 2012. Ketetapan diumumkan melalui Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2012 TENTANG PENETAPAN HASIL HISAB RAMADHAN, SYAWWAL, DAN DZULHIJJAH 1433 HIJRIYAH SERTA HIMBAUAN MENYAMBUT RAMADHAN 1433 HIJRIYAH
Ketetapan yang ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah, HM Din Syamsuddin, dan di Tanda-tangani juga oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah .

Download Maklumat (Pdf)


Dengan ditetapkannya tanggal 1 Syawal lebih dulu, PP Muhammadiyah mengimbau masyarakat agar dapat menanggapinya secara cerdas. Masyarakat diminta memahami dan menghargai perbedaan, menjunjung keutuhan dan toleransi antar umat muslim serta mengutamakan nilai ibadah itu sendiri. Khususnya warga Muhammadiyah, diharap agar tetap berpegang teguh pada hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
HM Alwi Uddin juga berharap hasil ketetapan pemerintah nantinya tidak berbeda dengan ketetapan Muhammadiyah. “Upaya ke arah tersebut dikatakan ada, mengingat dalam sidang di lembaga hisab Kementerian Agama nantinya akan kembali digunakan metode yang tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan Muhammadiyah,” ungkap dia, malam tadi. (aan/yun)

2.NAHDATUL ULAMA



Penetapan hari Raya Idul Fitri 1433 H oleh Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dipastikan sama, yakni 1 Syawal 1433 Hijriah jatuh pada 19 Agustus 2012.

Wakil Ketua Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahlatul Ulama (PBNU) Slamet Hambali mengatakan,pada tanggal tersebut ketinggian hilal sudah mencapai 6 derajat 43 menit. “Jadi hampir 7 derajat. Ini dipastikan hilal sudah terlihat, dan sudah masuk 1 syawal,” ujarnya kepada SINDOtadi malam.

Slamet yang juga anggota tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Provinsi Jawa Tengah ini menambahkan, hilalsudah bisa dilihat pada ketinggian diatas 2 derajat. Namun demikian kegiatan rukyat hilal tetap dilakukan, termasuk sidang isbath. “Kalau Muhammadiyah memastikan 19 Agustus, maka Idul Fitri antara NU dan Muhammadiyah Insya Allah akan sama,”terangnya.


 Berdasatkan perhitungan itjimak untuk 1 Syawal akan terjadi pada 17 Agustus 2012 pada pukul 22.55 WIB. Sementara jika mendasarkan proses terbenamnya matahari dan bulan, maka pada Jumat 17 Agustus persyaratan bulan belum terbenam tidak terpenuhi. Sehingga diputuskan 1 Syawal 1433 H jatuh pada 19 Agustus 2012. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, 1 Syawal di Indonesia dengan di Makah juga akan jatuh pada 19 Agustus 2012.

“Insya Allah bareng. Memang beda di awal, tapi sama di akhir,”jelasnya. Sementara itu, PWNU Jatim juga berpandangan bahwa 1 Syawal 1433 Hijriyah atau hari raya Idul Fitri akan jatuh pada 19 Agustus 2012. Hal itu ditandaskan oleh Koordinator Tim Rukyat PWNU Jatim Sholeh Hayat.

“Walau dalam mengawali Ramadan terjadi perbedaan antara NU dan Pemerintah dengan Muhammadiyah, tapi dalam mengahiri umur Ramadan untuk menghadapi 1 Syawal 1433 Hijriyah ada isyarat kuat bahwa Idul Fitri tahun ini akan dilaksanakan bersama,”tandasnya. muh slamet/ maha deva/ lutfi yuhandi

3.PERSIS

 ijtimak akhir Ramadan terjadi pada Jumat, 17 Agustus 2012 pukul 22.54.32 WIB. Posisi bulan saat maghrib 17 Agustus 2012 di seluruh Indonesia masih di bawah ufuk (Pelabuhan Ratu -4?33’23” dan di Jayapura -6?58’ 27”). Sehingga bulan belum wujud menjadi hilal.
Kemudian, Jumat, 17 Agustus 2012 saat Maghrib (malam Sabtu) di seluruh Indonesia hilal ghair imkanir rukyat. Karena bulan masih di bawah ufuk, maka 1 Syawal ditetapkan Ahad, 19 Agustus 2012
4.MUI (Majelis Ulama Indonesia)


"Dapat dipastikan tidak ada perbedaan antara Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Persatuan Islam (Persis), Al-Irsyad, Al-Washliyyah dan Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII)," kata Drs KH Slamet Hambali MSi anggota Badan Hisab Rukyat Pusat dalam halaqah alim ulama MUI Jateng "Memamahi Hilal Syawal 1433 H" di Hotel Semesta.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng Dr KH Ahmad Darodji MA mengusulkan agar Presiden menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang kesepakatan penentuan awal Ramadan dan 1 Syawal.
"PP tersebut berisi kesepakatan-kesepakatam para ahli falak baik menyangkut imkanurrukyat, hisab, rukyah maupun itsbat. Dengan adanya PP itu nantinya semua harus taat dan patuh sehingga umat Islam Indonesia bisa melaksanakan puasa Ramadan serentak bersama-sama dan Idul Fitri 1 Syawal juga bersama-sama," tutur Kiai Darodji.
Menurutnya, jangan ada lagi perbedaan awal Ramadan maupun Idul Fitri. Karena, pendekatan dakwah jelas sangat tidak menguntungkan. "Bagaimana mau menyatukan umat, menyatukan Ramadan dan Idul Fitri saja tidak mampu? Karena itu butuh ada PP yang diterbitkan oleh Presiden," katanya.
Menurut Dr Ing Khafid dari Lajnah Falakiah PBNU, umat Islam Indonesia aneh. Garis tanggal hijriyah di Indonesia bisa melewati atap rumah-rumah umat Islam, sehingga dalam satu keluarga bisa memulai dan mengakhiri Ramadan pada hari yang berbeda-beda.
Ketua Komisi Fatwa MUI Jateng KH Kharis Shodaqoh menjelaskan, berdasarkan pendapat jumhur ulama, dalam penentuan awal Ramadan dan 1 Syawal melalui metode rukyah atau istikmal. Maka metode lain seperti melibatkan metode astronomi dan hisab sifatnya hanyalah pendukung atau penguat rukyatul hilal.
Menurut Kiai Slamet Hambali, berdasarkan hisab, pada Sabtu Wage 18 Agustus atau 29 Ramadan 1433 H, tinggi hilal kurang lebih 6 derajat dan matahari terbenam pada pukul 17.40.

PEMERINTAH





Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan sidang isbat penetapan 1 Sya­wal 1433 H. Rencananya si­dang isbat ini digelar 18 Agus­tus mendatang.

 Kepala Pusat Informasi dan Humas (Pinmas) Ke­me­nag Zubaidi di Jakarta ke­marin (4/8) menuturkan, per­siapan pelaksanaan sidang isbat sudah matang. Dia me­nuturkan jika pada sidang isbat itu diputuskan bahwa hilal sudah terlihat, maka pemerintah menetapkan leba­ran jatuh pada 19 Agustus.

 Zubaidi juga menegaskan jika sidang isbat penetapan 1 Syawal 1433 H nanti tetap digelar terbuka untuk media. Sidang ini berjalan terbuka seperti pada saat sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1433 H lalu. “Tidak benar jika sidang isbat akan kita gelar tertutup,” katanya.
 Sebelumnya muncul kabar jika Kemenag tidak lagi meng­gelar sidang isbat secara ter­bu­ka. Kabar ini muncul karena pada isbat penetapan 1 Ra­madan 1433 H lalu masyarakat disuguhi banyaknya per­de­batan pada saat penetapan awal puasa. Saking lamanya, penetapan awal puasa muncul lebih dari satu jam setelah azan Isya.

 Perjalanan sidang isbat yang diwarnai banyak per­debatan ini disebut tidak baik jika menjadi tontonan masya­rakat. Sebab bisa me­nim­bulkan kesan jika umat Islam di Indonesia tidak kompak. Hanya untuk urusan pene­tapan 1 Ramadan saja de­batnya cukup panjang.
 Keputusan Kemenag tetap menjalankan sidang isbat se­cara terbuka dikuatkan dengan pernyataan Menag Sur­ya­dhar­ma Ali (SDA). “Nanti jika di­gelar tertutup, kita disebut me­rekayasa hasil isbat,” tan­dasnya.

Untuk itu SDA me­ne­gas­kan sidang isbat tetap dija­lankan secara terbuka dan boleh diliput media. Jika nanti tetap ada perdebatan panjang bagaimana? “Perbedaan itu sudah biasa,” ucap menteri yang juga ketua umum DPP PPP (Partai Persatuan Pem­bangunan) itu.

Jika nanti ternyata semua ormas Islam di Indonesia kom­pak berlebarannya, SDA mengaku sangat bersukur. Tetapi sebaliknya jika nanti ada perbedaan penetapan le­ba­ran, SDA meminta ma­sya­rakat menghadapinya dengan dewasa.

Meskipun belum ada kete­tapan resmi, kemungkinan besar tidak ada perbedaan penetapan 1 Syawal diantara ormas-ormas besar dengan pemerintah. 1 Syawal 1433 H diprediksi bakal jatuh pada 19 Agustus 2012.

 SDA juga mengatakan, Kemenag akan menyebar un­dangan isbat penetapan 1 Sya­wal kepada seluruh ormas Islam yang ada di Indonesia. Dia tidak mau ambil pusing jika nanti ada salah satu or­mas yang tidak mau ikut atau mem­boikot sidang isbat. “In­tinya kami sudah me­ngun­dang. Per­kara datang atau tidak, ter­serah mereka,” katanya.



About admin

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments: