Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

 Dengan dalih stabilitas sosial, pemerintah China melarang Muslim di provinsi Xinjiang untuk beribadah puasa selama Ramadan. Para anggota Partai Komunis di wilayah tersebut juga diminta sebisa mungkin mencegah Muslim berpuasa.

Diberitakan Hindustan Times, Kamis 2 Agustus 2012, larangan ini disampaikan oleh China di situs-situs pemerintah. Selain dilarang berpuasa, para pejabat pemerintah di Xinjiang yang juga anggota Partai Komunis diminta untuk menghalangi etnis Muslim Uighur untuk mendatangi masjid dan beribadah.

Perintah larangan yang sama juga datang dari biro pendidikan di Xinjiang, tepatnya di kota Wensu. Dalam situs biro pendidikan kota, sekolah-sekolah diminta untuk memastikan bahwa murid-murid mereka tidak puasa dan masuk masjid.

Bahkan, demi mendorong warga Uighur tidak puasa, pemerintah dalam situsnya mendesak pemimpin partai di provinsi tersebut untuk memberikan hadiah berupa makanan kepada para kepala desa. Hal ini untuk memastikan bahwa mereka makan selama Ramadan.

"Komite Partai Komunis telah mengeluarkan kebijakan yang komprehensif untuk menjaga stabilitas sosial selama Ramadan. Dilarang bagi kader Partai Komunis, pegawai pemerintah (termasuk yang sudah pensiun) dan siswa untuk berpartisipasi dalam aktivitas reliji selama Ramadan," tulis pernyataan dalam situs kota Zonglang di distrik Kashgar Xinjiang.


Xinjiang sendiri menjadi rumah bagi sekitar 9 juta warga Uighur, sebagian besar pemeluk Islam, yang menuduh para pejabat Cina bertindak keterlaluan dengan menekan kegiatan politik dan keagamaan (Islam).

Sebelumnya sebuah pernyataan dari kota Zonglang di distrik Kashgar, provinsi Xinjiang, menyatakan bahwa “komite kota sudah mengeluarkan kebijakan menyeluruh untuk mempertahankan stabilitas sosial selama Ramadhan. Bagi para kader Partai Komunis, pegawai negeri (termasuk yang sudah pensiun) dan pelajar untuk tidak berartisipasi dalam kegiatan-kegiatan keagamaan.”

Pernyataan tersebut diunggah pada situs web Pemda Xinjiang, yang meminta pimpinan partai komunis membawa “hadiah” makanan bagi para pemimpin desa agar mereka makan siang selama Ramadhan.


Provinsi Xinjiang terletak bersebelahan dengan Pakistan dan Afghanistan yang beragama Islam. Etnik Uighur adalah keturunan Turki yang beragam Islam. Mereka tinggal di Provinsi Xinjiang bersebelahan dengan Pakistan dan Afghanistan dan teguh menjalankan syariat Islam sejak mereka hijrah dari kawasan Asia Kecil (Turki), menempuh jalan darat yang disebut jalur sutera pada abad 9-10 Masehi. Meskipun sudah berabad-abad tinggal di Xinjiang, mereka tetap berbahasa Turki.

Bakal Picu perlawanan

Larangan berpuasa selama Ramadan ini tidak ayal menimbulkan kecaman di kalangan masyarakat Uighur. Kelompok HAM Uighur, Kongres Uighur Dunia, khawatir larangan pemerintah China akan memicu konflik dan bentrokan baru di provinsi Xinjiang.

"Dengan melarang berpuasa selama Ramadan, China menggunakan metode administratif untuk memaksa etnis Uighur makan demi membatalkan puasa," kata Dilshat Rexit, juru bicara Kongres Uighur Dunia, di luar negeri.

Pemerintah Ciina kini bakal menghadapi perlawanan pembelot Uighur, karena larangan menjalankan ibadah puasa ini sangat menyinggung perasaan umat Islam.

About admin

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments: