Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Melanie Georgiades, Islamnya Penyanyi Rap Prancis

"Saya belum menemukan solusi untuk penyelesaian masalah yang selama ini dihadapi, baik dari psikiater maupun dokter jiwa. Namun, hanya saya dapatkan di agama Islam.''

Majalah Paris Match edisi 8 Oktober 2009 lalu, dalam salah satu artikelnya menurunkan tulisan mengenai keputusan penyanyi Rap asal Prancis, Diam's alias Melanie Georgiades untuk mengenakan jilbab. Semenjak mengenakan jilbab, Diam's tidak pernah meninggalkan rumah tanpa menutupi rambutnya.

Tak hanya itu, rapper Prancis ini juga menolak bersalaman dan berciuman dengan selain muhrimnya. Paris Match juga melaporkan perihal aktivitas Diam's yang tengah mengikuti shalat Jumat di Masjid Gennevilliers yang selama ini terkenal menyebarkan Islam secara toleran, sehingga dapat diterima oleh masyarakat setempat.

Sebelumnya majalah berita mingguan di Prancis ini pernah memuat foto Diam's yang mengenakan jilbab dan keluar dari sebuah masjid di wilayah ibu kota Paris. Foto tersebut diambil secara sembunyi-sembunyi oleh fotografer majalah tersebut pada 8 September 2009 lalu, ketika Diam's baru keluar dari Masjid Gunfille di bilangan Timur Laut Paris, dengan ditemani suaminya. Dalam foto itu, Diam's berpenampilan sangat kontras dari penampilan-penampilannya di layar televisi sebagai penyanyi rap. Kali ini, Diam's sungguh terlihat sebagai seorang Muslimah tulen dengan mengenakan baju kurung (abaya) dan jilbab panjang berwarna hitam.

Majalah dengan tiras yang sangat luas di Prancis ini pernah meminta konfirmasi sekitar alasan Diam's memeluk Islam, namun dia menolak untuk memberikan komentar sekitar kepindahan agamanya itu. Majalah itu mengatakan bahwa perubahan secara drastis dalam hidup Diam's terjadi setelah dua bulan pesohor Prancis itu menikah dengan pemuda Muslim bernama Aziz. Ditambahkan, kepindahan agama Diam's karena yang bersangkutan akhir-akhir ini tengah mengalami depresi besar seiring dengan ketenaran dan kesuksesan yang diraihnya.

Kondisi tersebut, sebagaimana dikutip dari Paris Match, membuat Diam's mengisolasi diri dan melakukan pencarian alternatif yang tepat untuk hidupnya.

''Saya belum menemukan solusi untuk penyelesaian masalah yang selama ini dihadapi, baik dari psikiater maupun dokter jiwa. Namun, hanya saya dapatkan di agama Islam.''

Menurut kesaksian sebagian temannya, masuk Islamnya Diam's karena dia banyak berteman dengan para artis keturunan imigran. Terutama teman dekat perempuannya, artis Prancis berdarah Maroko, Amel Bent, dan artis gaek, Jamal Dabouz, yang banyak mendukung karier keartisannya selama ini.

Paris Match juga menceritakan kondisi Diam's saat masih kecil, khususnya setelah kedua orang tuanya yang beragama Katolik bercerai, dan setelah upaya bunuh diri Diam's pada usia 15 tahun. Sebagaimana pengakuan Diam's, ''Kemasyhuran dan kekayaan tidak membuat saya tenteram sesuai yang diinginkan, dan saya hanya mendapatkan solusinya dari Allah SWT.''

Karier musiknya
Dilahirkan di Siprus, Yunani, pada 25 Juli 1980, dari bapak dan ibu berkebangsaan Prancis. Setelah orang tuanya bercerai, Diam's yang masih balita diasuh dan tinggal bersama ibunya di salah satu distrik di Paris, yakni Essonne. Karier Diam's di dunia musik, khususnya jenis musik rap dan hip hop, dimulai bersama grup musik amatiran di sebuah distrik di Paris sejak 1994. Dan, dalam beberapa tahun berkat suaranya yang khas dan memiliki kekuatan karakter, lagu rap Diam's banyak diminati para penikmat musik rap di dalam dan luar Prancis.

Pada 2005, Diam's memulai debutnya sebagai penulis lagu dengan karyanya yang berjudul ''Ma Philosophie''. Lagu ''Ma Philosophie'' ini dipopulerkan oleh bintang pop idola Prancis, Amel Bent. Pada tahun yang sama, ia juga diketahui pernah berkolaborasi dengan penyanyi berdarah Indonesia, Anggun C Sasmi, untuk lagunya ''Juste etre Une Femme (Just to be a Woman)'', yang sering dimunculkan dalam versi Prancis.

Berbagai macam penghargaan pernah diraih Diam's, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Album Brut de Femme yang dirilis pada 2003 merupakan salah satu debutnya di indusrtri musik Prancis yang berhasil mendapatkan penghargaan emas atas prestasi penjualan album. Pada 2006, ia memenangkan penghargaan untuk Best French Act dalam ajang MTV Europe Music Awards.

Album Dans Ma Bulle (Inside my Bubble) yang dirilis pada Februari 2006 mendapat penghargaan sebagai album terbaik dalam NRJ Music Awards 2006, yakni sebuah ajang penghargaan tertinggi bagi para insan musik Prancis. Dalam ajang yang sama, Diam's juga dinobatkan sebagai penyanyi terbaik, sementara lagu ''La Boulette (The Moron)'' yang merupakan single pertama dari album Dans Ma Bulle ditetapkan sebagai lagu terbaik.

Di Prancis, Diam's juga terkenal karena aktivitas politiknya. Lirik-lirik lagu yang dibawakan Diam's kerap menyinggung mengenai isu-isu politik yang tengah hangat di negara mode tersebut. Isi bait lagunya, antara lain, berupa dukungan terhadap para warga imigran, dan perlawanan terhadap perlakuan diskriminasi dari kelompok garis kanan Prancis di bawah pimpinan Jean-Marie Le Pen. Bahkan, putri Le Pen, Marine, pernah mengajak berdialog langsung artis rap ini sekitar permasalahan imigran. Tetapi Diam's tidak mengindahkan ajakan tersebut.

Tidak hanya Le Pen, Presiden Prancis saat ini, Nicolas Sarkozy, diketahui juga menjadi salah satu petinggi di negara tersebut yang mendapat kritikan dalam bait-bait lagu yang dinyanyikan Diam's. Lagu-lagu Diam's ini memang kerap diputar dalam propaganda amnesti internasional.

Tetap bermusik
Sekalipun telah menjadi Muslimah dan mengenakan jilbab dalam arti yang sebenarnya, bukan berarti karier musik Diam's akan surut dan tenggelam. Diam's dikabarkan akan tetap bermusik, namun dia akan membawakan genre musik yang berbeda, tentunya. Sekarang pun, Diam's tengah menyiapkan album barunya yang bertema Anak-Anak Sahara, yang mengisahkan bencana kelaparan dan penderitaan yang dialami oleh anak-anak di alam Sahara, Benua Afrika.

Dalam sebuah klip terbarunya, Diam's tetap membawakan lagu-lagu rap, namun dengan gaya dandanan yang tampak berbeda dari sebelumnya. Dalam setiap penampilan barunya kini ia selalu mengenakan tutup kepala, berbusana menutupi seluruh bagian auratnya, serta memakai syal (serban) khas Palestina yang sudah dimodis.

Keislaman artis Diam terjadi setelah beberapa tahun ini media massa dan du nia politik terutama di Barat banyak menyoroti tentang Islam, terutama pascaperistiwa 11 September 2001 silam. Sorotan yang sama oleh media massa Prancis menimpa pe main sepak bola Franck Ribery yang memilih Islam sebagai aga ma barunya, dan menikah de ngan perempuan keturunan Maroko.

Data statistik Prancis menyatakan, rata-rata orang yang memeluk Islam di Prancis per tahunnya berkisar 3.500 orang. Adapun jumlah keseluruhan yang masuk Islam di Prancis berdasarkan statistik resmi dan tepercaya berkisar 50 ribu orang. Namun, Ormas Islam di Prancis menyatakan bahwa jumlah muallaf berlipat ganda dari data statistik resmi yang diterbitkan oleh pemerintah. dia/berbagai sumber

Biodata :
Nama : Melanie Georgiades
Nama Pop : Diam's
Lahir : Paris
Tanggal : 25 Juli 1980
Pekerjaan : Penyanyi Rap
Masuk Islam : 2009
Penghargaan :
- Best French Act dalam ajang MTV Europe Music Awards (2006);
- Album Terbaik untuk Inside My Bubble dalam ajang NRJ Music Award (2006);
- Penyanyi Terbaik NRJ Music Award;
- Lagu Terbaik (The Moron).

Gus Sholah mendapatkan wasiat agar bersedia Pimpin NU

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, K.H. Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) mendapatkan wasiat dari almarhum kakaknya yang juga mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) soal kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU). "Persisnya, Hari Jumat tanggal 11 Desember 2009, Gus Dur telah meminta saya untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama)," katanya saat ditemui di PP Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin.

Saat itu, Gus Dur menyampaikan permintaan kepada Gus Sholah untuk bersedia memimpin NU, dalam Bahasa Jawa di PP Tebuireng. "Gus Dur sempat bertanya, tahu nggak, siapa yang mencalonkan kamu untuk memimpin NU nanti?," kata Gus Sholah menirukan pertanyaan yang diajukan Gus Dur kepadanya itu.

Gus Sholah pun hanya menggelengkan kepala. "Lalu beliau menjawab, yang mencalonkan kamu adalah Mbah Maimun (K.H. Maimun Zubair, Pengasuh PP Al Anwar, Sarang, Rembang, Jateng)," kata Gus Sholah lagi.

Wasiat kakaknya yang disampaikan sebelum meninggal dunia itu menjadi modal utama bagi Gus Sholah untuk maju dalam pencalonan di arena Muktamar ke-32 NU di Makassar, Sulawesi Selatan pada 22-27 Maret 2010. "Setidaknya permintaan kakak saya itu menambah kepercayaan diri saya dalam muktamar nanti," katanya.

Ia juga menjamin para santrinya di PP Tebuireng tidak mempermasalahkan pencalonannya itu. "Tidak ada masalah dengan santri. Mereka sudah terbiasa kami tinggal pergi," kata cucu pendiri NU, Hadratussyeikh K.H. Hasyim Asy`ari, itu.

Gus Sholah bertekad akan membawa NU lebih baik lagi dan mengembalikan pada posisinya sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan terbesar di Indonesia yang steril dari berbagai bentuk kepentingan politik partisan. "Selain itu, kami akan menjadikan warga nahdliyin sebagai masyarakat sipil yang demokratis dan kritis terhadap pemerintah," katanya.[repubikaonline]

Dewan Fiqh Amerika Haramkan Mesin Scanner Tubuh

DETROIT, Michigan--Beberapa sarjana Muslim Amerika mengeluarkan fatwa keagamaan pekan ini bahwa umat Islam diimbau untuk tidak melalui scanner tubuh di bandara, karena mesin tersebut melanggar peraturan tentang ketelanjangan.

Pemerintah AS memberlakukan aturan pemeriksaan keamanan khusus di bandara-bandaranya bagi para penumpang yang terbang dari atau melintasi negara-negara yang masuk dalam daftar hitam otoritas keamanan penerbangan AS.

Para penumpang dari negara-negara tersebut harus menjalani pemeriksaan secara khusus dan semua tas bawaan mereka akan digeledah sebelum diperbolehkan naik ke pesawat yang menuju AS. Mereka menggunakan alat semacam “scanner” yang digunakan untuk memeriksa tubuh para penumpang. Aturan baru ini diberlakukan sebagai bagian dari langkah pengetatan keamanan di bandara-bandara AS pasca insiden Detroit yang terjadi pada pesawat komersil milik maskapai penerbangan Northwest Airlines tepat pada hari Natal tahun lalu. Tersangka dalam pemboman gagal tersebut adalah seorang Muslim Nigeria.

Mesin tersebut menggunakan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan ke tubuh penumpang yang berdiri di kotak pemindai, lalu sebuah gambar tiga dimensi virtual ‘telanjang’ dihasilkan dari energi pantulan getaran tersebut.

Para Dewan Fiqh Amerika Utara --organisasi sarjana Islam-- mengeluarkan sebuah fatwa, pekan ini, yang menyatakan bahwa penggunaan alat scanner tersebut dapat melanggar peraturan tentang kesopanan dalam Islam.

"Ini adalah pelanggaran terhadap ajaran Islam, jelas bahwa laki-laki atau perempuan dilihat telanjang oleh pria dan wanita lain," pernyataan dalam fatwa yang dikeluarkan Selasa. "Islam sangat menekankan haya (rasa malu) dan menganggapnya bagian dari iman. Alquran juga telah memerintahkan orang yang beriman, baik laki-laki dan perempuan, untuk menutupi bagian pribadi mereka."

Salah satu alternatif yang ditawarkan kepada penumpang yang tidak ingin menggunakan mesin tersebut dapat menggunakan penggeledahan tradisional oleh petugas keamanan. Kelompok Muslim mengimbau umat Islam untuk menjalani itu sebagai gantinya.

Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR), yang memiliki cabang di Michigan, mengatakan mendukung fatwa tersebut. "Kami mendukung pernyataan Dewan Fiqih terkait hukum scanner seluruh tubuh dan percaya bahwa agama dan hak-hak privasi penumpang dapat dihargai dengan tetap menjaga keselamatan dan keamanan," kata Nihad Awad, direktur eksekutif nasional CAIR.[republika]

Koferensi "Perang Media Melawan Islam" digelar di Toronto

TORONTO--Pertemuan unik digelar di Toronto, Kanada, Senin waktu setempat. Pertemuan ini diberi tajuk Konferensi ''''Perang Media Melawan Islam (Media War on Islam Conference)''''. Sekitar 300 peserta dari berbagai kalangan hadir dalam acara yang dihelat di pusat kegiatan Islam, Toronto.

Acara ini digelar untuk memberikan sindiran kepada sebagian besar media massa dunia Barat yang selalu kurang simpatik dalam memberitakan Islam. Atase Pers Kedutaan Besar Iran di Kanada, Hamid Mohammadi. Dalam kesempatan itu, dia memberikan pidato soal perilaku media Barat dalam memberitakan Iran. Menurut dia, selama ini, media Barat memiliki pandangan yang negatif terhadap Islam.

"Di mata mereka, Islam dianggap sebagai agama yang tidak punya kemampuan untuk mengelola negara," ujar dia seperti dikutip situs harian setempat, National Post. Pandangan seperti ini, kata dia, juga menjadikan keberadaan Iran sebagai negara Islam, di mata media Barat tidak legal. Dia menilai, kondisi ini terjadi karena adanya kebencian dan ketakutan media Barat terhadap perkembangan Islam. Di akhir pidatonya, dia mengutip kalimat yang menyatakan bahwa perang masa depan di tangan media, dan kata-kata akan lebih mematikan ketimbang peluru.

Konferensi ini secara keseluruhan berjalan lancar, walaupun para pengunjuk rasa yang menentangnya berkumpul di luar gedung. Polisi setempat juga berjaga-jaga untuk menghindari terjadinya bentrok. Diduga, para penentang konferensi tersebut membakar Alquran dalam aksinya. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya bekas-bekas bakaran kertas yang diduga merupakan lembaran Alquran oleh Panitia Konferensi, Zafar Bangash. Dia kumpulkan bekas bakaran itu dan dibungkus plastik.[republika]

Syahadat Terry Holdbrooks di Guantanamo

Siapa tak kenal Guantanamo. Penjara yang sangat mengerikan dengan penjagaan ekstraketat di Kuba itu biasa didedikasikan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengurung para tokoh yang dianggap sebagai teroris. Sebagian besar mereka berasal dari Irak dan Afghanistan. Kisah penyiksaan dan pelecehan terhadap Alquran pernah 'menghiasi' penjara ini.

Dunia pun mereaksi negatif keberadaan penjara Guantanamo. Tuntutan untuk menutup penjara tersebut mengalir deras ke pemerintah AS. Presiden AS, Barrack Obama pun menyambut baik tuntutan tersebut dengan berencana menutup penjara tersebut.

Tapi, bagi Terry Holdbrooks, Guantanamo menjadi bagian hidup yang sangat berarti. Kehidupan para tahanan yang penjara tersebut memberi pengaruh besar dalam hidup Terry. Mulanya, dia hidup urakan. Kedua orang tuanya berpisah ketika Terry berusia 7 tahun.

Hingga tubuh dewasa di Arizona, dia sama sekali dia tidak pernah mendengar soal Islam. Dia juga tidak pernah paham akan keberadaan Tuhan. Kehidupan junkies, membawanya pada dunia penuh maksiat. "Saat itu, tidak pernah saya berpikir tentang Islam," ujar dia seperti dikutip Guardian.

Di usia dewasa, dia mencoba melamar untuk menjadi tentara. Dia kemudian diterima sebagai staf di polisi militer hingga akhirnya dikirim ke Guantanamo di tahun 2003. Saat itu, dia baru berusia 19 tahun. Penempatan itu pun dia terima begitu saja. Satu hal yang saat itu dia pahami, Guantanamo adalah penjara untuk manusia 'paling buruk di antara yang terburuk'.

"Saya menyaksikan rekaman video peristiwa 11 September," tutur dia. Begitu menerima perintah ke Guantanamo, dia berpikir bakal bertemu dengan orang-orang yang oleh AS dianggap sebagai musuh. "Di situ ada sopirnya Usamah Bin Ladin, juru masaknya, dan orang-orang yang akan membunuhku saat mendapatkan kesempatan," ungkap dia mengungkapkan bayangannya saat itu.

Sesampai di Guantanamo, segudang pertanyaan pun muncul. Saat itu, dia pertama kali bertemu dengan seorang tahanan yang usianya baru 16 tahun. Kata dia, sang tahanan mengaku sama sekali belum pernah melihat laut. Dia juga menyatakan tidak mengetahui bahwa bumi itu bulat. Dalam hati, Terry pun bertanya-tanya soal kemungkinan anak itu mengetahui rencana dunia gagasan pemerintah AS bernama war on terror (gerakan global memerangi terorisme).

Saat itu, Terry bertugas untuk membersihkan lingkungan, mengumpulkan sampah, membangunkan para tahanan, juga memverifikasi para tahanan. Pekerjaan itu memungkinkannya untuk berinteraksi langsung dengan para tahanan di penjara Guantanamo. Dari situlah, cahaya Islam mulai memancar ke dalam jiwa Terry.

Saat para penjaga yang lain menyibukkan diri dengan alkohol dan gambar porno, Terry justru banyak memanfaatkan waktu untuk berinteraksi dengan orang-orang yang selama ini dianggap oleh pemerintah AS sebagai teroris. Modal senyum membuatnya cepat ramah dengan 'warga' Guantanamo. Dia pun dikenal sebagai penjaga yang baik.

"Saya mulai bicara soal latar belakang politik, etnik, moral, juga budaya mereka," ujar dia mengungkapkan. Hasil diskusi itu memberinya banyak pencerahan. Dari para tahanan inilah, dia kemudian mulai mendapatkan informasi tentang Islam. Hal ini membuat dia mengalami gegar budaya mengingat sebelumnya dia sama sekali tidak pernah mendengarnya. Hingga dewasa, Terry juga tidak bertuhan.

Sampailah pada suatu sore tanggal 29 Desember 2003, dia mengakhiri gegar budayanya itu dengan keputusan yang sangat mengesankan. Dia memutuskan untuk mengucap syahadat dan masuk Islam. Seorang tahanan yang menjadi mentornya memimpin upacara sederhana pengucapan syahadat. Dia lalu meninggalkan segala jenis maksiat, termasuk kebiasannya mengonsumsi minuman keras.

"Tidak mudah buat kami saat itu untuk bisa menjalankan shalat lima waktu," kata dia mengenang pengalamannya di Guantanamo. Tapi, hal itu tidak membuatnya menyerah. Dia justu bertambah mantap untuk tetap berada dalam Islam. Terry merasa terlahir kembali, begitu mengucap syahadat. Sesaat setelah mengucap syahadat, dia pun berganti nama menjadi Mustafa Abdullah.

Di musim panas tahun 2004, dia merasa tidak cocok lagi berada di Guantanamo. Dia meninggalkan tempat kerjanya dan keluar dari militer. Selama menjadi penjaga tahanan, dia pun mengaku merasa malu. Meski tubuhnya berada di balik terali besi, kata dia, sebenarnya para tahanan itu jiwanya jauh lebih merdeka. "Sementara saya yang fisiknya bebas, jiwanya terkekang oleh aturan militer," kata Terry. Dia pun memilih keluar untuk bisa lebih mantap dan istiqamah menjalankan ajaran-ajaran Islam. [guardian/irf/republika]

PBNU & Pemerintah berbeda dalam Menetapkan Maulid Nabi 1431 H


Pemerintah telah menetapkan peringatan Maulid Nabi jatuh pada tanggal 26 Februari mendatang. Namun ketetapan ini bertentangan dengan ketetapan PBNU yang menyatakan Maulid Nabi jatuh pada 27 Februari.

Perbedaan itu terungkap dari kalender NU dengan versi pemerintah untuk penetapan awal bulan maulid atau bulan Rabiul Awal tahun ini, 1431 Hijriah. Perbedaan ini tentunya akan menyebabkan perbedaan dalam penentuan tanggal 12 Rabiul Awal atau Peringatan Maulid Nabi yang menjadi hari libur nasional.

Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH Ahmad Ghazalie Masroeri menyatakan perbedaan ini tidak perlu disikapi secara berlebihan. Masyarakat diharapkan bersikap arif dan mengedepankan ukhuwah islamiyah dalam menyikapi perbedaan peringatan hari kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Wong Idul Fitri aja bisa beda. Apalagi Maulid Nabi. Ini tidak masalah. Yang penting adalah kapan saja dan di mana pun kita perlu melakukan perenungan dan mencari uswatun hasanah (teladan yang baik) dari peringatan Maulid Nabi ini,” katanya seperti dilansir dari NU Online.

Kalender pemerintah dalam konteks ini mengacu pada Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama yang menetapkan tanggal 1 Rabiul Awal 1431 H bertepatan dengan 15 Februari 2010, sementara dalam kalander NU 16 Februari 2010.

Menurut Kiai Ghazalie, perbedaan ini disebabkan kriteria yang digunakan masing-masing tidak sama. Ada dua macam kriteria yang digunakan dalam menetapkan awal bulan, yaitu kriteria wujudul hilal dan kriteria imkanurrukyah. Pemerintah mengacu pada kriteria pertama, sementara NU mengacu pada kriteria kedua.

“Indikator secara empirik kriteria imkanurrukyah minimal tinggi hilal (TH) 2 derajat, umur bulan (UB) 8 jam, letak antara matahari dan bulan (BA) 3 derajat,” kata Kiai Ghazali.

NU tidak menetapkan awal bulan Rabiul Awal pada Senin, 15 Februari 2010 karena pada hari Ahad (malam senin) ketika matahari terbenam hilal baru 0047’18”, berarti belum memenuhi kriteria imkanurrukyah.

“Ini berbeda dengan almanak-almanak lain yang menggunakan kriteria wujudul hilal
(asal hilal sudah di atas ufuk), sehingga awal bulan Rabiul Awal 1431 H jatuh pada hari Senin, 15 Februari 2010 dan tanggal 12 Rabiul Awal 1431 H jatuh pada hari Jumat, 26 Februari 2010,” katanya.



MUI: Perbedaan Maulid Tak Penting


MUI sendiri tidak pernah membahas secara khusus penetapan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad tersebut. "Maulid ada kan setelah ribuan tahun Nabi Muhammad wafat. Selain tidak esensial untuk dibahas dan diperdebatkan, MUI juga tidak pernah merayakan Maulid," tandasnya.

Pemerintah telah menetapkan peringatan Maulid Nabi jatuh pada tanggal 26 Februari mendatang. Namun ketetapan ini bertentangan dengan ketetapan PBNU yang menyatakan Maulid Nabi jatuh pada 27 Februari.

Perbedaan itu terungkap dari kalender NU dengan versi pemerintah untuk penetapan awal bulan maulid atau bulan Rabiul Awal tahun ini, 1431 Hijriah. Perbedaan ini tentunya akan menyebabkan perbedaan dalam penentuan tanggal 12 Rabiul Awal atau Peringatan hari lahir Nabi Muhammad yang menjadi hari libur nasional.

Kalender pemerintah dalam konteks ini mengacu pada Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama yang menetapkan tanggal 1 Rabiul Awal 1431 H bertepatan dengan 15 Februari 2010, sementara dalam kalander NU 16 Februari 2010.(ful/okezone)

berkat lantunan kalam Ilahi,Seorang Aktifis Gereja Masuk Islam

Berbagai keraguan sering muncul dalam hatinya saat mendalami Injil dan mengikuti kebaktian di gereja.

Alquran adalah kitab suci umat Islam. Ia menjadi pedoman hidup dan petunjuk bagi seluruh umat manusia. Tak ada keraguan di dalamnya. Susunan kata begitu indah, gaya bahasanya begitu menarik, dan kandungan yang ada di dalamnya sangat jelas dan tegas. Bahkan, dari Alquran pula, banyak orang yang sukses. Ribuan bahkan jutaan buku ditulis. Semuanya bersumber dari Alquran.

Tak heran bila banyak orang yang kagum dan takjub dengan kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW itu. Khalifah Umar Ibn Khattab memeluk agama Islam berkat kandungan yang ada di dalamnya. Ia terkesima dengan lantunan kalam Ilahi itu. Padahal, sebelumnya, ia adalah penentang agama Islam yang sangat ditakuti.

Tak hanya Umar, seorang aktivis gereja di Indonesia pun akhirnya memilih agama Islam berkat lantunan kalam Ilahi ini. Dia adalah Rusman Unri Surbakti, seorang anak muda aktivis gereja di Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Pria ini akhirnya memeluk Islam karena banyak keraguan yang ia yakini sebelumnya menjadi tak masuk akal. Akhirnya, setelah menelusuri dan mendalami berbagai aliran dan agama yang ada, ia pun bertekad bulat memeluk Islam. Subhanallah.

Hidayah
Islam, bagi dia, sebetulnya bukan hal yang baru. Ketika kecil, entah mengapa, anak kelima dari delapan bersaudara itu selalu tertarik jika mendengarkan suara ayat suci di stasiun TVRI yang dilantunkan menjelang acara pengajian. ''Lantunan itu menarik hati saya. Tapi, karena keluarga saya penganut Kristen, siaran TV itu segera dimatikan.''

Lulus SMA, dia merantau ke Batam setelah sempat ke Pekanbaru. Di Batam, Rusman bekerja di sebuah bengkel. Di sela-sela kesibukan kerjanya, dia aktif di gereja, bahkan menjadi ketua pemuda gereja. Dalam setiap perayaan natal dan kegiatan serimonial Kristen yang lain, Rusman selalu jadi ketua panitia.

Beberapa lama kemudian, Rusman pindah kerja ke kawasan Batamindo. Di situ, dia mulai bergaul dengan teman-temannya yang aktif di kegiatan keislaman. Hal itu mengingatkan kembali memori masa kecilnya ketika mendengarkan lantunan ayat suci Alquran. Muncullah dalam hatinya ketertarikan untuk mengenal Islam lebih dekat.

Anehnya, ketika muncul ketertarikan terhadap Islam, ia justru juga semakin giat mendalami ajaran agama yang dianutnya, yakni Kristen Protestan. Namun, di balik usahanya itu, hatinya justru semakin dekat dengan Islam.

''Di Injil, saya melihat ada beberapa surat yang tak konsisten. Di satu surat, ada yang mengharamkan babi, tapi dalam surat lain boleh.'' Rusman menyebutkan, masih banyak contoh lainnya yang membuatnya ragu dengan agama yang dipeluknya sejak kecil itu.

Suatu ketika, dalam kebaktian di gereja, dia memerhatikan umat yang datang. Tak sedikit perempuan yang datang dengan mengenakan pakaian yang terbuka, mengumbar aurat. Tiba-tiba, ia merasa risih. Padahal, dari dulu sudah begitu. Namun, entah mengapa, perasaannya hari itu sangat berbeda.

''Itulah puncak dari kegelisahan saya. Saat itu juga, saya keluar dari agama yang sejak kecil saya anut.''Ia pun kemudian mempelajari agama Islam. Namun, sebelum mantap meyakini Islam, ia mencoba mempelajari agama lainnya. ''Siapa tahu cocok,'' demikian batinnya.

Aliran kepercayaan ia pelajari, namun tak cocok dengan hati nuraninya. Yahudi, tak kena di hati. Agama Buddha dan Hindu juga tak berkenan di hatinya. Di tengah kebimbangannya itu, ia makin khawatir kalau tiba-tiba sakaratul maut menjemputnya. ''Saya gelisah, takut mati karena tak punya agama,'' katanya.

Akhirnya, suatu ketika, dia membaca buku Sejarah Islam dari Segi Hukum dan Sejarah Iman. Dari buku itu, Rusman menemukan sesuatu yang selama ini dia inginkan: kedamaian dan ketenteraman. Buku itu seolah menjadi magnet yang menarik dirinya untuk memeluk agama Islam. Setelah itu, dia mulai mempelajari Islam secara lebih intens. Sampai akhirnya, Rusman membaca dua kalimat syahadat pada usianya yang 22 tahun.

Ceritanya, siang hari pada bulan Ramadhan, Rusman mendatangi Masjid Nurul Hikmah di kawasan industri Batam. Kebetulan, pengurus masjid Nurul Hikmah, Mohammad Soleh--yang pernah satu kantor dengannya--ada di masjid itu. Ia pun langsung menyapa Soleh.

''Selamat siang, Mas Soleh,'' sapa Rusman.
''Eh, Bang Rusman. Ada apa ini?'' jawab Soleh agak terheran dengan kedatangan Rusman. Beberapa jamaah di masjid juga memandang curiga kehadirannya.
''Saya mau masuk Islam,'' jawab Rusman tanpa basa-basi.
''Oh , ya? Wah , ada apa ini? Kok , tiba-tiba.''
''Niat saya sudah bulat, Mas.''
''Mohon maaf, Bang Rusman, agama bukan barang mainan. Mohon, pelajari dulu dengan baik. Nanti, jika sudah paham, baru benar-benar masuk Islam.''
''Saya sudah pelajari, Mas. Pokoknya, saya mau masuk Islam.'' Tekad Rusman sudah bulat.
''Oke kalau begitu. Nanti, datang ke sini lagi sebelum Maghrib. Ada baiknya mandi besar dulu.''
''Apa itu mandi besar?''
''Pokoknya mandi yang bersih, keramas.''

Sore hari menjelang Maghrib, Rusman sampai di masjid. Sekilas, matanya sempat melihat pengumuman di dinding. ''Sore ini, pengislaman saudara Rusman Surbakti.''
Pemuda kelahiran 7 November 1971 itu sempat tergetar melihat pengumuman itu. Begitu melangkah ke dalam masjid, ia disambut oleh para pengurus masjid.

Rupanya, di dalam masjid sudah dipenuhi oleh jamaah. Mereka ingin menyaksikan aktivis Kristen itu masuk Islam. Selama ini, Rusman yang mereka kenal adalah penganut fanatik agama Kristen. Setidaknya, itu dibuktikan melalui posisi Rusman semacam ketua pemuda Kristen yang aktif melakukan kegiatan seremonial agama Kristen.

Ia kemudian duduk menghadap hadirin. ''Segera saya duduk bersila di depan meja yang sudah disiapkan. Di sisi kiri saya, ada saksi. Di sisi kanan, tokoh masyarakat. Di depan saya, ustaz Muhammad Machfud. Beliau-lah yang mengislamkan saya,'' kata Rusman.

Setelah masuk Islam dan menjadi mualaf, pada 13 Maret 1993 ia mengganti nama yang sudah diberikan orang tuanya. Dari Rusman Unri Surbakti menjadi Abdullah Hidayat Ramadhan. Hidayah dari Allah itu datang pada bulan Ramadhan karena itu nama tengah dan belakang memakai nama Hidayat Ramadhan.

Dicibir
Setelah beberapa saat memeluk Islam, teman-temannya segereja dulu mencibirnya. Mereka tak percaya, seorang aktivis gereja tiba-tiba pindah agama dan memeluk Islam. Mereka mengira, Rusman pindah agama karena perempuan.

Namun, setelah mengetahui kepindahannya bukan disebabkan ketertarikannya pada perempuan, namun karena keraguan Rusman terhadap agama yang dianutnya dulu, teman-temannya pun mengejeknya. Apalagi, setelah namanya berganti menjadi Abdullah, ia makin dijauhi. ''Mereka mungkin tidak membenci saya, tapi tetap saja menjauh,'' kata Rusman alias Abdullah.

Bagaimana sambutan keluarga? Sebulan setelah masuk Islam, Abdullah pulang ke kampung halamannya di Asahan, Sumatra Utara. Dia datang menjelang malam. Keluarga sedang makan malam bersama, sebuah tradisi keluarga besar mereka.

'' Ah , si Rusman datang. Ayo, ayo, langsung makan,'' begitu abangnya menyambut kedatangannya. Di kursi yang mengelilingi meja besar itu, duduk ayah dan ibunya serta saudara-saudara sekandungnya. Mereka juga mengajak makan bersama.

''Alhamdulillah, saya sudah makan di jalan,'' jawabnya.
Hah? Ungkapan singkat itu membuat semua yang ada di ruangan tersebut menjadi terkejut. Abdullah memahami keterkejutan itu. Belum selesai keheranan mereka, Abdullah berkata lagi, ''Saya memang sudah pindah agama. Sekarang, saya seorang Muslim.''

Suasana menjadi tegang. Abangnya yang sulung terlihat paling geram. ''Apa-apaan ini? Kamu tidak tahu, itu lihat Iran dan Irak yang sama-sama Islam malah saling bunuh!''

Suasana makin panas, tensi meninggi. Brak! Tangan kanan abangnya menggebrak meja. ''Tidak ada itu pindah agama. Kamu ini gimana, sih ?''
''Saya tidak mau tahu. Saya yakin, Islam itu yang benar.'' Abdullah tak kalah lantang menjawabnya.
''Benar menurut kamu, belum tentu benar menurut kami,'' kata ayahnya.
''Ayah, saya sudah yakin dengan pilihan saya. Kalau ayah dan abang menyuruh saya mencabut keimanan saya, saya pilih mati!''

Suasana mendadak hening. Semua terdiam. Tensi ketegangan entah mengapa makin menyurut. Sesaat kemudian, ayahnya angkat bicara.

''Baiklah, kalau memang sudah begitu keputusanmu. Silakan jalan dengan keyakinanmu. Tapi, ada satu permintaan, jangan menjauh dengan keluarga ini,'' terang ayahnya.
''Islam tak membeda-bedakan, ayah. Jadi, aku pun tidak akan meninggalkan keluarga ini meskipun kita punya keyakinan yang berbeda,'' kata Abdullah.

Abdullah pun kemudian mendalami Islam secara giat. Bila dulu ia menjadi aktivis gereja, kini ia aktif di kegiatan keislaman. Di kawasan industri Batamindo, ia ditunjuk menjadi ketua majelis taklim gabungan Fastabiqul Khaerat . Lembaga ini menghimpun 14 majelis taklim di daerah itu. ed : sya


Dari TKI Menjadi Ustaz

Begitu masuk Islam, Abdullah Hidayat Ramadhan merasakan bahwa pemahamannya terhadap Islam masih kurang. Karena itu, atas berbagai pertimbangan, ia merasa perlu untuk merantau ke Jawa, belajar tentang Islam secara lebih mendalam, termasuk belajar Alquran secara baik dan benar. ''Saya belajar ke Yayasan Maarif di Blitar.''

Setahun belajar Islam di Blitar, Abdullah kembali ke Batam. Di sana, oleh teman-teman pengajian, Abdullah ditunjuk sebagai ketua seksi pembinaan mualaf. Tak berapa lama, karena kreativitasnya dalam menjalankan roda organisasi dan pengajian, Abdullah ditunjuk sebagai ketua majelis taklim gabungan Fastakibul Khaerat. Di Batam ini pula, dia menemukan jodohnya, seorang Muslimah.

Sekitar lima tahun memeluk Islam, dia merasa ada yang tidak pas dengan atmosfer keislaman di Tanah Air. Ada banyak kelompok yang masing-masing merasa paling benar sendiri. Dia trauma dengan agama sebelumnya yang juga banyak kelompok keagamaan. ''Saat itu, saya berpikir untuk mencari Islam ke sumbernya dan pilihannya tak lain adalah Arab Saudi.''

Abdullah memantapkan diri pergi Arab Saudi. Sebagai apa? TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Mobil pun dijual. Sebagian hasilnya untuk menambah uang saku ke Arab, sebagian lagi untuk kehidupan keluarganya. Maka, berangkatlah dia mencari ilmu agama Islam, langsung ke sumbernya di Makkah pada Juli 2000.

Sampai di Arab, dia dipekerjakan sebagai sopir di Jeddah. Tapi, baru sekitar empat bulan, dia bentrok dengan majikannya. Ia menilai, majikannya itu telah melecehkan martabatnya sebagai manusia. ''Saya keluar dari pekerjaan itu. Konsekuensinya, surat-surat saya ditahan oleh majikan.''

Untuk mengambil surat-surat itu, ia harus menebus dengan uang yang jika dijumlahkan sekitar Rp 200 juta. Uang sebesar itu bukan jumlah yang kecil. Karena itu, dia hidup menggelandang, mencari pekerjaan yang sifatnya gelap. Tujuh bulan hidup lontang-lantung di negeri orang.

Sampai-sampai pernah 'tinggal' di Masjidil Haram sekitar sepekan. Untuk makan, Abdullah mengandalkan sedekah dari pengunjung masjid. ''Saya kadang hidup dengan satu riyal sehari, cukup untuk beli roti Arab,'' kata Abdullah.

Ia pun berdoa, memohon dimudahkan dalam segala urusan. Ia pergi ke depan Ka'bah, menyerahkan sepenuhnya kepada Allah. Allah menjawab doanya. Beberapa orang anggota Kerukunan Keluarga Sumatra Utara (KKSU) di Arab Saudi meminjamkan uang untuk menebus surat-surat dan paspor agar dia menjadi sah (legal).

Sejak itu, Abdullah bisa bekerja secara legal dan tidak takut untuk dideportasi (meskipun sebelumnya dia memilih dideportasi karena benar-benar tidak punya uang untuk hidup).

Singkat cerita, Abdullah bekerja di Panitia Penyelengara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi, sebuah lembaga yang mengurus ibadah haji di bawah KBRI. ''Selama empat tahun saya bekerja di situ, akhirnya utang-utang kepada orang yang membantu saya untuk menebus paspor itu bisa lunas,'' kata Abdullah.

Ketika menjadi petugas haji, Abdullah secara otodidak terus mengembangkan wawasan keislamannya. Berbagai buku dia baca untuk menambah pengetahuan tentang Islam. Diskusi dengan ulama Arab Saudi tak pernah dilewatkan.

Pemahaman tentang Islam terus bertambah seiring dengan waktu. Hingga suatu saat, dia mengkritik cara kerja Departemen Agama dalam penyelenggaraan haji. ''Saya kamudian 'ditendang' dari PPIH.''

Keluar dari PPIH, Abdullah bekerja di travel Malaysia sebagai pemandu jamaah haji plus. Hanya setahun di situ, Abdullah pindah ke perusahaan travel Indonesia sebagai muthawwif. Kini, mantan aktivis Kristen itu menikmati kehidupan yang damai dan indah sebagai ustaz di Makkah. anif ed : sya

Mantan Diplomat Jerman: Ada Tiga Hal yang Membuat Saya Masuk Islam

Di kalangan cendikiawan Muslim nama Dr Murad Hoffmann bukan nama yang asing lagi. Mantan dubes Jerman yang pernah bertugas di Al-Jazair dan Maroko ini bukan hanya terkenal karena ia adalah seorang mualaf tapi juga karena buah pikirannya tentang Islam yang dituangkan dalam buku-buku yang sudah banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Diantara buku-bukunya yang terkenal adalah "Diary of A German Muslim" dan "Journey to Islam" yang menceritakan bagaimana Hoffmann yang berasal dari keluarga Katolik memutuskan untuk menjadi seorang Muslim.

Meski demikian tak banyak yang mengetahui apa sebenarnya pengalaman batin yang dialaminya, yang mendasari keputusan besarnya untuk pindah agama dari seorang Katolik menjadi seorang Muslim. Menurut Doktor Murad, ada tiga hal yang menjadi faktor penentu atas keputusannya menjadi seorang Muslim.

Pertama, ketika ia menjadi dubes di Al-Jazair pada tahun 1962. Saat itu Al-Jazair sedang memperjuangkan kemerdekaannya dari Prancis. Prancis membuat kesepakatan dengan kelompok pejuang, jika mereka bersedia melakukan gencatan senjata maka Prancis akan menyerahkan kedaulatan Al-Jazair ke tangan mereka. Tapi orang-orang Prancis yang tinggal di Al-Jazair selalu melakukan provokasi agar para pejuang melakukan perlawanan sehingga Prancis bisa mencari alasan untuk menyalahkan kelompok pejuang kemerdekaan Al-Jazair.

Keteguhan para pejuang untuk tidak terpancing oleh provokasi membuat Doktor Murad kagum. "Saya sangat kagum dengan tingkat kedisiplinan mereka, yang membuat saya tertarik membaca Al-Quran untuk mencari tahu apa yang telah memberikan kekuatan yang begitu besar pada pejuang-pejuang Al-Jazair itu," ujar Murad.

"Saya berpikir, saya sudah pindah agama meski belum secara resmi. Dan saat itulah saya berpikir untuk meninggalkan semua ideologi Kristen," sambungnya.

Faktor yang kedua adalah seni Islami. Murad mengungkapkan, selain diplomat ia juga seorang kritikus tari ballet dan untuk itu ia sering berpergian, hampir 50 kali dalam satu tahun terutama ke AS untuk menyaksikan pertunjukan ballet dan mengkritisi pertunjukan-pertunjukan itu. "Sebagai seorang kritikus, saya harus punya standar-standar tertentu. Tapi semua standar itu tak berarti sama sekali buat saya ketika saya melihat produk seni Islam. Saya pertamakali menyaksikan hasil karaya seni Islam di kota-kota Spanyol seperti Granada, Cordoba, Seville dan Andalusia," papar Murad.

"Karya seni Islam menyentuh saya dengan cara yang tidak pernah saya rasakan terjadap karya seni lainnya," sambung Murad.

Dan hal ketiga yang menjadi faktor penentu keputusannya memeluk Islam adalah setelah ia mengetahui bahwa semua filsuf-filsuf terbesar dan termashyur di dunia, semuanya adalah Muslim. "Ibnu Sina, Ibnu Khaldun, Al-Ghazali dan Ibnu Rush adalah beberapa diantaranya. Saya merasa kesal dengan diri saya sendiri, mengapa saya tidak mengetahui hal itu sebelumnya," tutur Murad.

Beberapa filsuf terkenal, sambung Murad, pemikiran-pemikirannya sangat dipengaruhi oleh pemikiran Ibnu Khaldun yang menjadi pelopor ilmu sosiologi dan sejarawan pertama. "Satu orang penua dua bidang ilmu pengetahuan. Tetapi sosok Ibnu Khaldun tidak dikenal oleh masyakarat di Eropa sampai abad ke-20 meskipun sejumlah ilmuwan Eropa sudah mengenal sosok cendikiawan Muslim itu sejak abad ke-19," tukasnya.

Pada tahun 1980, Departemen Luar Negeri Jerman memberikan "pembekalan" berupa pengetahuan tentang Islam pada calon-calon dubesnya yang akan ditugaskan ke negara-negara Muslim. Kebetulan momen itu bertepatan dengan hari ulang tahun putera Murad. "Saya pun bilang pada anak saya bahwa saya akan memberikan sesuatu namun bukan yang berhubungan dengan uang tapi berhubungan nilai-nilai yang luhur," ungkap Murad.

"Saya pun mulai menulis semua hal yang menurut saya penting tentang apa yang saya temukan dalam Islam. Semuanya tertulis dalam 14 halaman," sambungnya.

Murad lalu menunjukkan tulisannya pada Imam Muslim asal Dusseldorf yang memberikan pelatihan pada para diplomat Jerman itu. Keesokan harinya, imam tadi bertanya apakah Murad meyakini apa yang telah ditulisnya dan Murad menjawab "ya".

"Jika kamu yakin, maka kamu adalah seorang Muslim," kata Murad menirukan ucapan imam Muslim yang membaca tulisannya.

Murad kemudian mempublikasikan tulisannya itu dan disebarluaskan di pelosok Jerman. Ia secara resmi mengucapkan dua kalimat syahadat di Islamic Center Colonia pada bulan September 1980. Ia memberitahukan pada kementerian luar negeri Jerman tentang keislamannya dan menolak ditugaskan ke Israel atau Vatikan.

Sejak itu Murad rajin menulis buku-buku Islami. Buku pertamanya, "Diary of a German Muslim'" sudah dialihbahasakan ke berbagai bahasa di seluruh dunia. Sepanjang hidupnya sebagai Muslim, Murad yang beristerikan seorang Muslimah asal Turki sudah dua kali menunaikan ibadah haji dan lima kali berumrah.

Sekarang, Murad sudah berusia 78 tahun dan faktor usia membuatnya membatasi sejumlah aktivitas dan perjalanan ke luar negeri. Sedikitnya ada 13 buku yang ditulis Murad dan 250 artikel tinjauan buku yang ditulisnya untuk berbagai organisasi antara lain untuk lembaga studi Islam di Islamabad, American Journal of Islamic Social Science Studies di Virginia dan Muslim World Book Review di Inggris. (ln/readislam/eramuslim)

Semangat Dakwah Seorang Hakim Federal di Brazil

Ali Mohamed Mazloum mewakili kisah sukses seorang muslim yang tinggal di negara non-Muslim. Ia berhasil menjadi hakim federal di Brazil, sebuah jabatan tertinggi di lembaga hukum negeri Amerika Latin itu. Namun perjalanan karirnya untuk meraih jabatan itu tidak gampang, apalagi ia seorang Muslim di negeri yang mayoritas penduduknya penganut Katolik.

Itulah sebabnya, Mazloum menggambarkan pengalaman hidupnya hanya dengan kalimat pendek, "tidak mudah." Ia lahir dari keluarga Muslim yang berimigrasi dari Libanon ke Brazil setahun sebelum Mazloum dilahirkan ke dunia. Ia mengaku beruntung lahir dan dibesarkan di tengah keluarga yang mencintai nilai-nilai etika, ilmu pengetahuan dan pendidikan yang menurut Mazloum menjadi kunci suksesnya.

Dan nilai-nilai itu itulah yang sampai sekarang ia terapkan juga pada dua anak lelaki dan seorang anak perempuannya yang mengenyam pendidikan di sekolah dan universitas bergengsi di Brazil. "Komunitas Muslim di Brazil cukup besar. Tapi kebanyakan dari mereka tidak bisa meraih jabatan penting di pemerintahan karena mayoritas Muslim Brazil lebih fokus ke bisnis daripada pendidikan," kata Mazloum

Tapi sekarang, tambah Mazloum, ia senang melihat adanya perubahan yang positif di kalangan Muslim Brazil. "Angin perubahan mulai berhembus. Banyak muslim yang sukses di berbagai profesi, terutama di sektor medis," ujar hakim yang lahir di Sao Paolo tahun 1960 itu.

Mazloum dan empat saudaranya memilih kuliah di jurusan hukum. Karirnya yang cemerlang di bidang hukum, membawanya pada posisi kepala kejaksaan di Sao Paolo selama empat tahun sebelum akhirnya terpilih dan diangkat sebagai hakim federal pada tahun 1997 lalu. Di tengah kesibukannya sebagai pejabat negara, Mazloum masih menyempatkan diri mengajar mata kuliah hukum kriminal di Universitas Brazil dan memberikan berbagai ceramah tentang hukum ke berbagai negara bagian di Brazil.

Sebagai seorang muslim, Mazloum sangat sadar bahwa ia bertanggungjawab mewakili komunitas Muslim di Brazil. Ia aktif dalam berbagai kegiatan amal sebagai alat dakwah dan menunjukkan citra Islam yang sebenarnya pada masyarakat Brazil. "Saya memilih kegiatan amal dan aktivitas sebagai relawan sebagai cara untuk mengenalkan Islam pada masyarakat dan mengikis stereotipe negatif tentang Islam," tukas Mazloum.

Salah satu proyek dakwah yang dilakukannya adalah memberi bantuan pada warga miskin di Brazil terutama yang non-Muslim. Proyek pertamanya adalah "Friends of Islam" yang kegiatannya mengorganisir kegiatan sosial di distrik-distrik kumuh di Sao Paolo.

Para relawan proyek ini memilih 10 keluarga miskin dari setiap distrik untuk diikutsertakan dalam pelatihan dan kursus ketrampilan gratis, seperti kursus komputer, membuat kerajinan tangan, menjahit dan ketrampilan lainnya agar keluarga itu bisa membantu diri mereka sendiri dari sisi finansial.

"Proyek ini sukses besar sehingga mendapat dukungan dari para pejabat di distrik Guarolios dan otoritas negara bagian Sao Paolo," kata Syaikh Khaled Rezq Takieddin, kepala Dewan Tertinggi Urusan Agama Islam dan Imam di Brazil.

Ia meyakini, proyek amal yang digagas Mazloum sangat penting untuk meluruskan penafsiran-penafsiran yang salah tentang Islam. "Kegiatan semacam ini membantu meningkatkan citra komunitas Muslim," kata Takieddin.

Data sensus tahun 2001 menunjukkan jumlah Muslim di Brazil sebanyak 27.239 orang, kebanyakan asal Suriah, Palestina dan Libanon. Namun Federasi Islam Brazil mempekirakan jumlah Muslim di Negeri Samba itu mencapai 1,5 juta orang.

Bagi Mazloum, beramal adalah bagian kehidupan dari seorang muslim yang baik."Adalah kewajiban kita untuk memberikan contoh yang baik pada sesama," tandasnya. (ln/iol/eramuslim)

Pakar : Segera Cegah Penyalah gunaan Teknologi dan Informasi

Perkembangan teknologi informasi khususnya internet dewasa ini terus mengalami peningkatan. Semakin luas lapisan masyarakat yang aktif mengakses internet. Saat ini ada beberapa macam fasilitas yang bisa diakses, mulai dari fungsi browsing, chatting, online shop, media massa online, surat elektronik hingga situs jejaring sosial dan lain sebagainya.

Situs jejaring sosial seperti Facebook, merupakan salah satu situs yang paling favorit diakses oleh masyarakat Indonesia. Sebagaimana tercatat di Alexa.com, Facebook menempati urutan pertama situs yang paling sering diakses pengguna internet, diikuti oleh google, yahoo, dan beberapa situs lainnya

Keberadaan Facebook memang membawa tren baru bagi masyarakat. Berbagai fitur menarik yang ditawarkan untuk memfasilitasi penggunanya. Update status, memperbanyak teman, publikasi acara, foto, kampanye, hingga digunakan sebagai penggalangan dana dan simpati.

Kasus Prita Mulyasari, Bibit-Chandra, dan balita Bilqis yang menggalang dana untuk biaya operasinya, merupakan beberapa kasus yang sempat marak di situs Facebook.

Namun siapa sangka, fasilitas yang sedianya diberikan untuk memudahkan penggunanya, saat ini justru kerap disalahgunakan. Beberapa kasus penyalahgunaan Facebook mulai bermunculan. Kasus yang terjadi terhadap Rohmatul Latifah Asyhari (16), remaja putri warga Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang, menjadi salah satunya.

Siswi SMAN Jogoroto tersebut menghilang dan diduga dilarikan oleh seorang lelaki yang baru dikenalnya melalui Facebook. Latifah bahkan diduga telah menjadi korban perdagangan perempuan.

Selain kasus Latifah, Satuan Pidana Umum Polwiltabes Surabaya berhasil membongkar sindikat penjualan remaja yang mengunakan situs jejaring sosial Facebook. Tersangka menggunakan modus dengan memajang foto-foto ABG tersebut. Masing-masing orang ditawarkan dengan kisaran harga 600 ribu hingga 800 ribu rupiah.

Ada juga kasus Nova, remaja yang masih duduk di bangku SMP yang kabur bersama Arie Power, kenalannya di Facebook.

Menurut Danrivanto Budhijanto, pakar hukum telekomunikasi Unpad, realita tersebut merupakan suatu fakta perubahan paradigma masyarakat yang pada awalnya mengutamakan pertemuan fisik (tatap muka). Namun seiring berkembangnya teknologi, kualitas pertemuan fisik bukan lagi menjadi hal utama, yang penting adalah informasi yang diperoleh.

“Saat ini kita bisa puas dengan interaksi di dunia maya, meski tidak bertemu langsung,” kata Danriv yang ditemui di kampus Unpad, Dipatiukur, Bandung, Jumat (12/2).

Danriv menambahkan, perkembangan teknologi memang dapat mempermudah penggunanya, tapi secara tidak langsung juga bisa memfasilitasi tindakan melawan hukum. Apalagi tindakan tersebut bisa dilakukan lebih cepat, hampir tanpa batasan ruang dan waktu, lebih massif dan eksklaratif.

Sebagai contoh, tidak semua orang berani terang-terangan ke lokalisasi, namun dengan perkembangan teknologi, oknum masyarakat tersebut bisa memanfaatkan teknologi internet untuk mencari teman kencannya.

Segala tindak kejahatan tentu memiliki konsekuensi hukum. Pelaku kejahatan yang memanfaatkan teknologi internet bisa dikenakan pidana kejahatan yang terdapat pada kitab undang-undang hukum pidana (KUHP).

Selain itu, pelaku penyalahgunaan teknologi komunikasi juga bisa dijerat oleh Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), karena tujuan dari undang-undang tersebut adalah perlindungan dalam memanfaatkan teknologi informasi dengan itikad baik. Sehingga terdapat kepastian hukum bagi yang melanggar.

Pelaku tidak bisa lepas dari ancaman undang-undang dengan alasan melakukannya di dunia maya.

Menurut Danriv, memang yang paling sulit adalah menciptakan kondisi yang kompromistis. Artinya, pengguna secara umum tidak dirugikan dan tetap bisa meminimalkan tindak kejahatan. Karena jika memberantas dampak negatif dengan memblokir situs, akan merugikan pengguna yang bermaksud baik.

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah fungsi edukasi dan sosialisasi manfaat serta kerugian teknologi informasi secara keseluruhan. Sehingga jumlah penyalahgunaan dapat ditekan dengan memberi pengetahuan resiko dan dampak menggunakan teknologi secara menyeluruh.

Dengan demikian perkembangan teknologi informasi bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif, bukan malah disalahgunakan.

“Karena pada hakikatnya, teknologi diciptakan untuk memudahkan manusia dalam aktivitasnya,” ujar Danriv. [Nafielah Chuluk/www.hidayatullah.com]

Di Oslo Ribuan orang Protes menentang Kartun Nabi

Sekitar 3.000 orang melakukan aksi protes di kota Oslo pada hari Jumat kemarin (12/3) terkait atas pencetakan kembali karikatur yang melecehkan Nabi Muhammad, di mana Nabi Muhammad digambarkan sebagai babi oleh sebuah surat kabar Norwegia.

Para demonstran mengacungkan poster yang berbunyi "Kami adalah muslim, bukan teroris" dan "Berhenti melecehkan umat Islam".

Tabloid Dagbladet pada tanggal 3 Februari 3 lalu kembali mencetak gambar kartun Nabi Muhammad yang digambarkan sebagai babi, yang kakinya menginjak di Quran.

Gambar ini untuk menggambarkan sebuah artikel tentang halaman Facebook layanan keamanan polisi Norwegia (PST) yang berisi link ke kartun tersebut, dan dinilai ofensif oleh banyak umat Islam.

Link itu telah diposting pada halaman Facebook oleh pengguna namun akhisnya dihapus, bersama dengan komentar-komentar lain yang dianggap menyinggung, segera setelah kepolisian menyadarinya.

Media Norwegia melaporkan bahwa surat kabar Dagbladet awalnya mendapat informasi dari seorang pria bernama Arfan Bhatti, yang diketahui oleh polisi sebagai orang melakukan penembakan di sebuah rumah ibadat di Oslo pada tahun 2006.

Bhatti yang memberikan informasi awal kepada Dagbladet terkait adanya link di grup Facebook PST yang menuju gambar yang melecehkan nabi Muhammad, namun setelah surat kabar tersebut mempublikasikan informasi dan menampilkan gambar pelecehan - Bhatti kemudian menyerukan aksi protes terhadap surat kabar Dagblader.

Namun asosiasi muslim utama Norwegia telah memberitahukan kepada anggota-anggota mereka untuk tidak mengambil bagian dalam aksi protes.

"Menurut perkiraan kami, ada sekitar 3.000 pengunjuk rasa yang hadir. Semuanya berjalan dengan baik. Kerumunan bubar dengan tertib dan tidak menunjukkan akan ada masalah," kata juru bicara polisi Huseby Kari.(fq/aby/eramuslim)

Mengaku Dapat Bisikan Ghaib, Laki-laki Stress Bakar Masjid di Tuban

Mengaku mendapat wangsit berupa bisikan ghaib untuk membakar masjid, seorang laki-laki membakar sebuah masjid di Tuban, Jawa Timur. Masjid tersebut bernama Majsid Haji Sudirman karena yang membangun adalah mantan Gubernur Jawa Timur Basofi Sudirman.

Tepatnya Kamis (11/2) kemarin masjid tersebut dibakar seseorang lelaki yang diduga stres, namun ketika diinterogasi di kepolisian resort Tuban, pelaku mengaku mendapat wangsit untuk membakar masjid tersebut.

Pelaku melakukan aksinya setelah menyiram masjid tersebut dengan 2,5 liter bensin. Masjid Haji Sudirman yang berada di Desa Sugihan, Kecamatan Jatirogo, Tuban, dibakar Sopi'i, warga Dusun Lumutan, Desa Suguhan.

...Pelaku mengaku membakar masjid tersebut karena suruhan bisikan gaib. Pelaku kini dibawa ke Markas Kepolisian Resor Tuban untuk diperiksa lebih lanjut...

Akibatnya pintu, jendela serta isi masjid terbakar setelah disiram dengan bensin. Sopi'i melakukan aksinya di masjid yang didirikan mantan Gubernur Jatim Basofi Sudirman pada 1994 ini saat keadaan sepi.

Kebakaran pertama kali dilihat seorang penjual kue. Warga kemudian berupaya memadamkan api. Saat itu warga sempat melihat Sopi'i yang diduga mengidap kelainan jiwa. Pelaku mengatakan, membakar masjid tersebut karena suruhan bisikan gaib. Pelaku kini dibawa ke Markas Kepolisian Resor Tuban untuk diperiksa lebih lanjut.[voa-islam.com

Page Hidayatullah di Facebok disusupi Penghujat Islam

FACEBOOK, jejaring sosial di dunia maya ini memang banyak manfaat dan pahalanya, bila berada di tangan orang beriman. Tapi di tangan orang tak beriman, facebook justru mendatangkan madharat dan dosa.


Namun untuk syiar dakwah, taushiyah dan silaturrahim, tak cukup hanya dengan iman, tapi juga perlu keahlian dan ketekunan. Sebab dengan keahlian minimalis, maka facebook yang akan diisi dengan dakwah, justru akan berbalik menjadi pelecehan agama, penghinaan Islam dan ajang para misionaris untuk mengoyak akidah umat Islam.

Jadi, sebelum masuk ke alam facebook untuk berdakwah, baca dulu beberapa buku manual tentang facebook. Selanjutnya, ukur kemampuan diri terlebih dahulu, apaka kelak mampu merawat facebook secara rutin. Jika kedua hal ini tidak dipenuhi, sebaiknya jangan coba-coba terjun ke dunia maya. Jika tetap nekad, maka anda akan kecolongan “serangan misionaris” seperti yang dialami oleh para facebooker “Suara Hidayatullah.”

Dalam wall (dinding) dan forum diskusinya terdapat topik “Kesalahan dalam Al-Qur’an.” Artikel yang menggasak Islam ini disusupkan oleh seseorang yang menamakan dirinya “Achilles Muda As.” Dalam foto profilnya, Achilles memasang foto pria tak berbusana, sebuah pemandangan yang sama sekali tidak pantas terpampang dalam group yang mengusung motto “Nyatakan Tiada Ilah Selain Allah Pasti Menang.”

...Dalam wall (dinding) dan forum diskusinya terdapat topik “Kesalahan dalam Al-Qur’an" yang menggasak Islam...

Berbagai penghinaan keji diumbar dalam forum Suara Hidayatullah tersebut, antara lain:

  1. Dalam Al-Qur’an sering terjadi kesalahan hitung.
  2. Allahnya Islam tidak dapat melakukan kalkulasi yang sangat simpel
  3. Dalam Al-Qur'an terdapat ratusan kesalahan historis dan tatabahasa.
  4. Dalam Al-Qur'an terdapat kontradiksi dalam hal penjumlahan
  5. Muhammad mengada-ada dalam Al-Qur'an.
  6. Muhammad tidak tahu apa-apa tentang terjadinya gunung-gunung
  7. Al-Qur'an membenarkan begitu banyak kesalahan historis, dll.

Topik “Kesalahan dalam Al-Qur'an” kiriman Achilles ini murni pikiran Kristen yang benci Islam. Karena puluhan gugatan terhadap Al-Qur'an yang dipakai sudah sering ditulis dalam buku-buku penginjilan karya para evangelis Kristen. Puluhan gugatan ini dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain: gugatan terhadap angka Al-Qur'an, kontradiksi Al-Qur'an, kisah sejarah Al-Qur'an, dan hal-hal yang irasional.

Untuk mengklarifikasi kebenaran facebook Hidayatullah tersebut, voa-islam.com telah mengonfirmasi kepada Abdurrahim, salah seorang pengurus Majalah Hidayatullah. Dihubungi via HP, Kamis (11/2/2010), Abdurrahim membenarkan bahwa account dan group “Suara Hidayatullah” itu memang resmi milik Majalah Suara Hidayatullah, namun ia belum bisa memberikan klarifikasi lebih detil, karena seluruh pengurus Majalah Hidayatullah sedang sibuk Rapat Kerja (Raker) di Puncak, Bogor, Jawa Barat.

“Maaf pak, kami tidak bisa konfirm mengenai hal itu, karena semua pengurus masing-masing sedang sibuk raker di Puncak,” jelasnya.

Dikonfirmasi via HP, Saiful, pengurus group facebook Suara Hidayatullah, menyatakan belum melihat konten pelecehan Islam yang dimaksud. Di tengah kesibukannya dalam raker di Puncak, ia berjanji akan menghapus "Kesalahan dalam Al-Qur'an" dari dinding dan forum diskusi Suara Hidayatullah.

"Iya, insya Allah nanti akan saya hapus," janji Saiful, Kamis Siang (11/2/2010).

Sampai saat ini, Kamis (11/2/2010) pukul 14.20 WIB, artikel yang melecehkan Islam itu masih nongkrong di facebook Suara Hidayatullah. Dengan anggota sebanyak kristenisasi, berarti pelecehan Islam itu telah menghina 2.260 anggotanya. Astaghfirullahal azhiim...!

Soal komitmen para ikhwan Hidayatullah terhadap dakwah dan jihad, barangkali tak perlu diragukan lagi. Tapi soal penyusupan misionaris untuk lecehkan Islam di facebook Hidayatullah, itu murni kecelakaan akibat keteledoran. Kasus ini mengajarkan kepada para aktivis dakwah, bahwa dakwah di facebook wajib dilakukan oleh orang yang ahli dan tekun di bidangnya. Jika tidak, maka terjadilah menabur dakwah menuai musibah. Wal-‘iyadhu Billah. [taz/voa-islam.com]

Sopir Bis Sholat saat menjalankan Tugas,membuat Panik penumpangnya

Dinas Perhubungan London dan komunitas muslim Inggris meminta maaf atas tindakan pengemudi Somali yang telah menimbulkan ketakutan para penumpang ketika pengemudi tersebut tiba-tiba berhenti dan sholat di dalam bis, menurut laporan pers.

Para penumpang bus nomor 24 di London Utara langsung panik ketika pengemudi asal Somali itu menepikan busnya tanpa memberi peringatan apapun dan mulai melaksanakan sholat. Ia melepas sepatu dan jaketnya kemudian segera sholat melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran yang membuat para penumpang di bus berpikir sang pengemudi sedang bersiap-siap untuk sebuah serangan teroris, seperti dilaporkan Daily Mail Senin yang lalu.

Selama sholat yang berlangsung hanya 5 menit, para penumpang terkunci di dalam bis dan berpikir bis itu akan meledak setiap saat.

Atas tindakan tidak lazimnya itu, pengemudi Somali tersebut mendapat gugatan yang disampaikan oleh dinas Transportasi untuk London (TfL).

Dinas Transportasi London meminta maaf atas keterlambatan dan memberikan peringatan kepada perusahaan bis, "London General", serta memperingatkan sopir untuk tidak mengulangi perilaku seperti ini.

TfL menyatakan mereka menghormati agama-agama lain, namun menekankan bahwa pengemudi bis tidak diperbolehkan untuk sholat saat sedang menjalankan tugas.

"TfL dan perusahaan operasi bis individu mengakui adanya keragaman nilai di staf mereka," kata juru bicara TfL. "Sebagai peerusahaan yang memiliki karyawan yang beragam, TfL dan operator bis memberikan tempat yang tenang seperti di kamar maupun garasi sebagai tempat bagi staf yang ingin melaksanakan keyakinan iman mereka sperti melaksanakan sholat."

Perilaku pengemudi tersebut tidak mewakili Islam dan merupakan contoh buruk bagi umat Islam, kata Dr Kamal al-Helbawy, pendiri Asosiasi Muslim Britania dan mantan juru bicara Ikhwanul Muslimin di Barat.

"Para ulama Muslim memberikan izin untuk melakukan sholat zhuhur dan ashar bersama-sama ketika di Barat, ketika waktu untuk melaksanakan sholat sangat dekat," katanya kepada surat kabar yang berbasis di London Asharq al-Awsat Rabu lalu. "Jadi, tindakannya sama sekali tidak dapat dibenarkan."

Helbawy menambahkan bahwa apa yang sopir itu lakukan mungkin tampaknya merupakan perilaku khas untuk Muslim yang taat yang bermaksud melaksanakan shalat tepat pada waktunya tapi dalam kondisi seperti ini harusnya tidak terjadi.

"Muslim di Barat harus mengingat lingkungan sekitar mereka. Keterlibatan beberapa Muslim di Barat dalam kegiatan teroris akan membuat orang berpikir bahwa apa yang dia lakukan adalah sesuatu semacam itu."

Selain menyebabkan kepanikan di antara penumpang bis, Helbawy menjelaskan, pengemudi tidak mempertimbangkan fakta bahwa semua orang harus tiba di tujuan tepat waktu.

"Setidaknya dia bisa saja melakukan hal itu setelah menunda perjalanan dan meminta maaf serta memberikan penjelasan atas tindakannya. Ia berutang pada mereka. "

Menurut salah seorang penumpang Gayle Griffiths, yang mengajukan komplain kepada TfL, pengemudi bis sama sekali dan tidak memberikan penjelasan atas apa yang dia lakukan yang menyebabkan kepanikan di antara penumpang, Daily Mail melaporkan.

"Bahkan dalam benak saya mungkin ini semacam serangan teroris dengan meledakkan bis karena saya pernah mendengar bahwa pelaku bom bunuh diri berdoa dahulu sebelum melakukan serangan," katanya.

Griffiths mengatakan ia menghormati perbedaan dan hak masyarakat untuk mempraktikkan iman mereka, namun dia pikir perilaku pengemudi itu tidak tepat.

"Kita hidup dalam masyarakat multi-budaya, tetapi ada waktu dan tempat untuk sholat dan tidak pas di tengah-tengah perjalanan dengan bis penuh penumpang ia melaksanakan sholat," jelasnya. (fq/aby/eramuslim)

foto :ilustrasi

Bunda Maria saja Pakai Jilbab,maka mengapa Jilbab harus dilarang?



Menteri dalam negeri Italia Guiliano Amato, menentang pelarangan memakai jilbab di di negaranya.

Menteri Italia itu berkata: "Alasan saya menentang pelarangan menggunakan jilbab, sangat jelas dan sederhana, perwaan bunda Maria ibu kandung dari Yesus Kristus sendiri mengenakan jilbab di kepalanya, Bunda Maria juga wanita yang paling suci dalam sejarah, dan juga satu-satunya wanita yang namanya di sebutkan di dalam Al-Quran kitab suci umat Islam.

Dia menambahkan: "Jika perawan Maria mengenakannya, saya ingin bertanya bagaimana para wanita bisa menentang orang mengenakan jilbab?"

Kalangan ekstrimis di Italia, telah mengkampanyekan pelarangan menggunakan jilbab di negara ini, seperti yang terjadi di beberapa negara tetangga Italia.

Pada bagian lain, seorang muslimah keturunan Yordania telah mengkonfirmasi bahwa dirinya dilarang memasuki wilayah AS, karena mengenakan jilbab dan ia telah menjadi sasaran interogasi yang melecehkan dirinya yang dilakukan oleh agen-agen AS.

Ayyatu Manna' (25 tahun) seorang warga negara Kanada keturunan Yordania yang baru menikah dan tinggal di provinsi Nova Scotia Kanada timur, akan mengunjungi suaminya yang berada di Amerika serikat, namun dirinya terkejut sewaktu petugas bandara tidak memperbolehkan ia naik pesawat di bandara kota internasional kota Stanfield Ervaks di Nova Scotia, pelarangan ia menaiki pesawat bukan hanya karena dirinya seorang muslimah, ia dikecualikan dari penumpang lain karena dirinya mengenakan jilbab.

Dia menambahkan bahwa seorang petugas bea cukai dan penjaga perbatasan AS sempat menginterogasi dirinya selama 4 jam, dan mengambil tanda dirinya kemudian menggiringnya keluar dari bandara.(fq/imo/eramuslim)

Clarence Jack Ellis, Ketika Sang Wali Kota AS Menemukan Islam

Kebenaran harus ditegakkan, apa pun risikonya.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, ''Tidak ada agama tanpa akal.'' Hadis ini secara tersirat menegaskan bahwa suatu agama, terlebih agama Islam, harus dipahami inti sari ajarannya dengan cara berpikir. Segala sesuatu yang ada di alam ini merupakan buah karya Allah SWT, sang pencipta alam semesta. Keberadaan alam ini pun adalah wujud dari keberadaan-Nya.

Tak salah bila kemudian banyak orang yang berusaha mempelajari agama dengan sungguh-sungguh karena mereka akan menemukan hakikat jati dirinya dan Tuhan sang Pencipta. Ini pulalah yang dialami dan dilakukan mantan wali kota Macon, sebuah negara bagian di Georgia, Amerika Serikat, Clarence Jack Ellis. Ia menemukan jati diri yang sesungguhnya setelah benar-benar mempelajari agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

''Mengapa seseorang beragama Kristen? Itu karena Anda merasa melakukan sesuatu yang benar. Bagi saya, hal itu bukan persoalan besar. Namun, banyak orang yang ingin tahu apa yang Anda yakini. Bagi saya, Islam adalah agama yang cocok buat saya. Saya seperti kembali ke akar saya setelah bertahun-tahun melakukan perenungan,'' kata Ellis kepada surat kabar Boston Herald saat ditanya mengapa ia memilih pindah ke agama Islam, sebagaimana dikutip Islamonline .

Ellis mengatakan, ia mempelajari Alquran selama bertahun-tahun. Dan, ia menemukan tujuan hidupnya dalam Islam. Terlebih lagi setelah ia berkunjung ke Senegal. Menurut Ellis, nenek-nenek moyangnya sudah memeluk agama Islam sebelum mereka dibawa ke Amerika Utara sebagai budak.

Ellis mengaku jiwanya terasa tenteram dan damai setelah masuk Islam. Ia juga merasa tidak perlu menyembunyikan keislamannya dari publik yang telah memilihnya sebagai wali kota Macon walaupun keputusan memeluk Islam adalah keputusan yang sangat pribadi sifatnya.

Pria kelahiran Macon, 6 Januari 1946, ini masuk Islam pada Desember 2007 lalu. Sebagai seorang pejabat negara, keislaman Ellis mengundang perhatian publik Amerika. Namun demikian, ia sudah bulat pada keputusannya.

''Ini adalah keputusan yang sangat personal, tapi saya juga memahami bahwa saya seorang publik figur. Sebagai wali kota, saya pikir masyarakat berhak tahu apa yang saya yakini sebagai orang yang beriman. Iman yang saya yakini sekarang adalan Islam,'' jelas Ellis.

Ellis yang semula menganut agama Kristen hijrah menjadi seorang Muslim menjelang akhir kepemimpinannya. Ia mengucapkan dua kalimat syahadat dalam sebuah upacara kecil di Senegal, Afrika Barat. Setelah masuk Islam, Ellis mengurus status hukum perubahan namanya dari Clarence Jack Ellis menjadi Hakim Mansour Ellis. Ia tetap menggunakan nama keluarganya atas permintaan kedua putrinya.

Keislaman Ellis menghiasi berbagai media massa di AS dan sejumlah media internasional. Tak heran bila keputusannya itu menjadi buah bibir. Karena, sejak memutuskan masuk Islam, ia masih menjabat sebagai wali kota Macon.

Setelah menjadi seorang Muslim, ayah dari lima anak itu mulai membiasakan diri untuk menunaikan shalat lima waktu dan secara rutin berkunjung ke Islamic Center di Bloomfield Road. Ellis mengaku bangga dengan kebebasan beragama di AS. ''Kami meyakini Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, seperti kami meyakini Musa sebagai seorang nabi,'' ujar Ellis.

Karier
Peraih gelar sarjana muda di bidang sastra dari Saint Leo College di Florida, AS, ini menjabat sebagai wali kota Macon selama dua periode, sejak 14 Desember 1999 hingga Desember 2003. Kemudian, ia terpilih kembali dan menjabat hingga Desember 2007. Ia tidak bisa menjabat lagi sebagai wali kota karena sudah terpilih sebanyak dua kali masa jabatan yang lamanya empat tahun.

Ellis adalah warga kulit hitam pertama yang terpilih sebagai wali kota Macon sepanjang 176 tahun sejarah kota itu. Ia menjadi wali kota Macon ke-40 yang berhasil terpilih dua kali berturut-turut.

Selama menjabat sebagai wali kota Macon, Ellis dikenal sebagai sosok yang memberikan kontribusi besar bagi kemajuan kota itu. Ia menggunakan bantuan dari negara bagian dan Federal untuk membantu latihan kerja bagi anak-anak muda, membuat program pengarahan, penyuluhan, program usai sekolah, dan program untuk mengurangi jumlah kriminalitas di kota itu.

Dengan dana bantuan tersebut, ia juga mencanangkan program perumahan rakyat. Pada saat ia memerintah, telah dibangun lebih dari 200 unit rumah baru dengan harga terjangkau dan lebih dari 100 rumah susun di pusat kota Macon. Pada masa pemerintahannya, Macon ditetapkan sebagai kota unggulan oleh Asosiasi Kotamadya Georgia serta dianuegrahi The City Livability Award oleh Konferensi Wali Kota se-AS. Bahkan, mantan ibu negara Laura Bush menunjuk Macon sebagai cagar komunitas Amerika.

''Saya tetap berbagi dengan keluarga besar saya, komunitas Macon yang mendukung saya ketika saya masih menjadi seorang Kristiani dan masih memercayai saya hingga kini. Saya masih orang yang sama meski saya mengganti nama saya,'' tukas Ellis.

Sepanjang kariernya, sebagaimana tercatat dalam situs pribadinya, Macon tercatat pernah bertugas di dinas kemiliteran AS selama dua tahun dan ikut dikirim ke Perang Vietnam dalam Divisi ke-101 Angkatan Udara AS dengan pangkat sersan.

Atas jasa-jasanya di kemiliteran, Ellis mendapatkan sejumlah penghargaan, antara lain tiga penghargaan Bronze Star , medali Army Commendation for Valor and Heroism , serta penghargaan Purple Heart karena luka-luka yang dialaminya dalam perang Vietnam.

Jadi Duta Kehormatan Uganda

Kiprah Clarence Jack Ellis saat menjabat sebagai wali kota tidak hanya sebatas urusan yang terkait dengan kota yang dipimpinnya, tetapi juga sampai ke tataran internasional. Saat memerintah, Ellis membina hubungan dengan beberapa kota internasional di Rusia, Afrika, dan Korea. Hubungan yang dibina antara Macon dan kota-kota dunia tersebut mengarah kepada bentuk kerja sama sister city . Dengan mengatasnamakan Konferensi Wali Kota se-AS, Konferensi Nasional Wali Kota Kulit Hitam, dan Konferensi Wali Kota sedunia, Ellis memimpin beberapa delegasi ke sejumlah negara Afrika, termasuk Ethiopia, Afrika Selatan, Ghana, Senegal, Uganda, dan Kamerun.

Lawatan-lawatan yang kerap ia lakukan ke sejumlah negara Afrika ini ternyata menarik perhatian Pemerintah Uganda. Karena itu, tak mengherankan jika ia kemudian diangkat menjadi duta kehormatan bagi Uganda pada April 2007 lalu. Posisi sebagai duta kehormatan ini akan dijalankannya setelah masa jabatannya sebagai wali kota Macon berakhir.

Ellis berharap bisa menggunakan posisi kehormatan itu untuk mempromosikan Uganda di wilayah tenggara Amerika Serikat. Seorang duta kehormatan biasanya mengemban tugas untuk membantu warga negara dari negara yang mereka wakili dalam menyelesaikan semua bentuk persoalan yang dihadapi mereka di negara di mana mereka tinggal.

Dukung Hugo Chavez
Pada saat masih menjabat, Ellis juga pernah mendapat sorotan tajam publik Amerika menyusul sikapnya yang dengan terang-terangan mendukung pemerintahan Presiden Venezuela Hugo Chavez. Atas sikapnya ini, Ellis tidak hanya didemo oleh warga kota Macon, tetapi juga mendapat kecaman dari para pemimpin lokal lainnya di Negeri Paman Sam.

Mantan calon wali kota saat itu, David Corr, mengatakan, pernyataan wali kota merupakan sebuah bentuk kemarahan. ''Kita harus mengutuk Chavez sebagai musuh kebebasan.''

Sementara itu, seorang anggota senat Partai Republik dari wilayah pemilihan Macon, Allen Peake, menilai bahwa tindakan yang dilakukan Ellis sebagai tindakan yang mencemarkan nama kota Macon. ''Saya pikir, itu negatif bagi kami,'' ujarnya kepada The Macon Telegraph . ''Kita perlu melakukan hal-hal yang bisa mengembalikan citra positif Macon,'' tambahnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada pertengahan Agustus 2007 silam. Sebagaimana pemberitaan yang dilansir situs foxnews , wali kota Jack Ellis telah mengirimkan surat dukungan yang disampaikan melalui kurir kepada Presiden Chavez. Dalam suratnya, Ellis menuliskan pesan bahwa para pemimpin lokal di AS dapat berdiri bersama-sama pemimpin Venezuela meskipun perbedaan pendapat terjadi di tingkat pemerintah pusat.

Ia tak peduli tudingan miring yang ditujukan padanya. Baginya, sebuah kebenaran harus ditegakkan, apa pun risikonya. dia/sya/taq

Biodata:

Nama Lengkap: Clarence Jack Ellis
Nama Muslim: Hakim Mansour Ellis
TTL: Macon, 6 Januari 1946
Masuk Islam: Desember 2007
Jabatan: Mantan Wali Kota Macon, AS (1999-2007)
Penghargaan: Bronze Star, Medali Army Commendation for Valor and Heroism, Purple Heart , dan Duta Kehormatan Uganda

Jerry Duane Gray, Tersentuh Sikap Toleran

'Agama kekerasan', itulah citra negatif yang disematkan sebagian kalangan warga Barat terhadap Islam. Persepsi ini pula yang pada awalnya hinggap di benak Jerry Duane Gray ketika dia masih tinggal di Amerika Serikat (AS) dan bekerja di Angkatan Udara AS.

'Agama kekerasan', itulah citra negatif yang disematkan sebagian kalangan warga Barat terhadap Islam. Persepsi ini pula yang pada awalnya hinggap di benak Jerry Duane Gray ketika dia masih tinggal di Amerika Serikat (AS) dan bekerja di Angkatan Udara AS.

Dengan alasan ini pula, pria kelahiran Wiesbaden, Jerman, itu sempat mengemukakan keberatan ketika harus bertugas di Arab Saudi. Dia enggan masuk ke negara kerajaan itu karena takut terhadap orang Arab dan Islam.

Tapi, tugas tetap harus dilaksanakan. Maka, berangkatkah Jerry ke Timur Tengah sekitar tahun 1982. Dia menjadi mekanik pesawat AU AS serta instruktur di New Saudi Mechanics.

Di antara pesawat yang ditanganinya itu, terdapat pesawat pribadi Raja Fahd. Karena profesionalitas dan dedikasinya sebagai mekanik handal, Jerry pernah menerima surat dari raja sebagai bentuk pujian serta penghargaan.

Meski demikian, masih ada kekhawatiran dalam dirinya, khususnya terhadap kekerasan yang mungkin terjadi. Hari-hari awalnya bertugas di Arab Saudi pun terus dibayangi kegelisahan ini.

Akan tetapi, setelah sekian lama, apa yang dia risaukan tak pernah muncul. Justru, keadaan tenteram melingkupi suasana kerjanya dan juga di lingkungan tempat dia tinggal.

Jerry bahkan mendapati kenyataan lain dari sikap umat Islam. Dalam benaknya, orang-orang Islam sangat jauh dari kesan teroris dan kekerasan. Sebaliknya, mereka begitu toleran, cinta Tuhan, dan taat menjalankan ibadah.

Satu hal yang membuat Jerry takjub adalah kumandang azan yang bergema lima kali dalam sehari. Kumandang azan itu membuat umat Muslim segera memenuhi panggilan-Nya untuk melaksanakan shalat fardhu. Apa pun kegiatan dan aktivitas yang sedang dilakukan langsung ditinggalkan. Mereka seolah tak menghiraukan jam sibuk atau saat masih ada pelanggan toko yang hendak berbelanja. Shalat harus tepat waktu.

''Sungguh luar biasa. Baru pertama kali saya menyaksikan keimanan yang seperti ini,'' kenang Jerry saat berbicara pada acara diskusi bukunya yang berjudul Deadly Mist: Upaya Amerika Merusak Kesehatan Manusia di sebuah toko buku di Kota Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Pernah suatu waktu, dia hendak berbelanja di sebuah toko emas di Jeddah. Namun, sang pemilik tidak ada di tokonya lantaran sedang shalat. Jerry menunggu di luar, tak berani masuk ke dalam.

''Mengapa Anda tidak masuk ke toko saya?'' tanya si pemilik toko ketika selesai shalat. ''Saya tidak berani. Nanti, ada yang mengira saya maling dan dapat hukuman yang berat,'' jawab Jerry.

Dengan tenang, orang Arab ini menjawab, ''Semua barang tersebut bukan milik saya. Ini semua kepunyaan Allah SWT. Mungkin saja Anda lebih perlu dari saya.'' Bertambahlah ketakjuban Jerry.

Sejak itu, timbul rasa ingin tahunya terhadap agama Islam. Dia mulai berani bertanya tentang Islam kepada rekan-rekannya yang Muslim.

Hatinya kian tersentuh manakala suatu hari seorang kenalannya yang berasal dari Yaman membawakan terjemahan kitab suci Alquran berbahasa Inggris. Alquran itu segera dibacanya. ''Ketika selesai membaca satu ayat, saya lupa nama ayatnya, tanpa sadar saya meneteskan air mata,'' papar dia.

Ia pun melanjutkan membaca Alquran. Tak lebih dari lima ayat setelahnya, Jerry pun percaya kebenaran yang tertulis dalam Alquran. Meski begitu, dia belum berkeinginan memeluk agama Islam.

Tahun 1984, Jerry meninggalkan Jeddah. Tujuan berikutnya adalah Jakarta dan di sini dia bekerja sebagai instruktur selam. Ini adalah keterampilannya yang lain karena Jerry telah menerima sertifikat PAD, instruktur selam internasional, pada tahun 1978.

Selain menjadi instruktur, dia sekaligus mengembangkan foto-foto bawah air dan juga video. Hasilnya lantas ditayangkan oleh sejumlah stasiun televisi terkemuka.

Berada di negara dengan umat Muslim terbesar di dunia kembali mendekatkannya dengan agama Islam. Maka, tak heran, pada suatu saat, seorang rekannya mengenalkannya dengan seorang guru agama.

Pada hari itu, Jerry sebenarnya sudah ingin memeluk Islam, tapi dia belum berani mengungkapkannya. Sang guru agama memaklumi. Namun, dia meminta Jerry untuk ikut mendengarkan ceramah serta pengajian di kediamannya.

Hari berikutnya, setelah mengikuti kegiatan agama, hatinya berkecamuk. Begitu sampai di rumah, dia langsung masuk ke kamar dan membaca kembali Alquran terjemahan yang dulu diberikan rekannya di Arab Saudi.

Dan, subhanallah, hidayah itu datang. Jerry pun memantapkan diri memeluk agama Islam. Seorang diri, dia bersyahadat dengan menggunakan bahasa Inggris.

Maka, hari berikutnya, dia tak tahan lagi. Kepada sang guru agama, dia mengutarakan keinginannya untuk masuk Islam. ''Langsung ustaz ini berdiri dan berseru alhamdulillah,'' ujarnya.

Mengungkap Tragedi 11 September

Dengan sudah menjadi seorang Muslim, dia memutuskan menetap di Indonesia. Selain terus menekuni profesi instruktur selam, Jerry juga sempat menjadi jurnalis. Tepatnya di tahun 90-an, jaringan televisi CNBC Asia mengontraknya sebagai juru kamera. Salah satu momen yang sempat diabadikan adalah peristiwa Mei 1998.

Ada kelebihan tersendiri menjadi seorang jurnalis. Dirinya semakin kritis. Lewat penelusuran di internet, koran, majalah, dan lainnya, banyak informasi yang bisa diketahui untuk selanjutnya ditelaah dan dianalisis sebagai sebuah rangkaian fakta.

Inilah yang dia alami pada malam 11 September 2001. Jerry ingat betul, saat itu, dia sedang berinternet. Mendadak, telepon rumahnya berdering. Saat diangkat, di ujung telepon sana terdengar pekik suara, ''Cepat! Hidupkan televisimu sekarang.''

Suara panik itu adalah milik ibundanya yang berada di AS. Dengan tidak berpikir panjang, dia langsung menyalakan televisi. Jerry pun tercengang.

Pemandangan yang disaksikan membuatnya seolah tak percaya. Ada kejadian luar biasa di New York, suasana menegangkan usai menara kembar World Trade Center (WTC) dihantam pesawat udara.

Seketika, perhatian dunia tertuju kepada Big Apple (julukan New York). Perhatian pun kemudian beralih kepada komunitas Muslim usai hasil investigasi pihak berwenang AS yang menemukan keterlibatan kelompok militan asal Timur Tengah.

Umat Islam segera menjadi objek pemberitaan media Barat yang cenderung menyudutkan. Islamofobia marak, terutama di kalangan warga di AS, Eropa, dan belahan dunia lain. Kondisi ini membuat Jerry terenyuh.

Tak ingin sekadar berpangku tangan, suami dari Ratna Komala ini segera melakukan observasi dan penelusuran kepustakaan. Berita, gambar, atau informasi faktual di internet dan media massa dikumpulkan. Di situlah, dia banyak menemukan kejanggalan terhadap peristiwa 11 September.

Salah satu kecurigaannya, mengapa begitu cepatnya sebuah jaringan televisi AS terkemuka menyiarkan langsung kejadian tersebut. Padahal, dari pengalamannya sebagai jurnalis televisi, paling tidak butuh waktu antara 20-30 menit untuk menyiapkan peralatan siaran langsung di lapangan.

Namun demikian, dari hitungannya, siaran langsung ini sudah bisa mengudara dalam tempo kurang dari 18 menit. ''Ini sulit dimengerti, kecuali mereka sudah mengetahui bakal terjadinya peristiwa itu terlebih dulu.''

Selain itu, banyak kejanggalan lagi ditemukan. Selanjutnya, temuannya tersebut dia rangkum dan dituangkan dalam buku pertamanya yang berjudul The Hard Evidence Expose! The Real Truth 9-11 yang terbit sekitar tahun 2004.

Tak dinyana, buku ini segera menarik perhatian khalayak. Jerry pun banyak menerima undangan sebagai pembicara untuk menjelaskan seputar temuannya itu. Dia sibuk berkeliling dari masjid ke masjid dan majelis taklim di seputar Jabodetabek.

Sejak itu, kegiatannya menulis buku kritis semakin gencar. Berturut-turut, hadirlah buku Dosa-dosa Media Amerika (2006), Demokrasi Barbar ala Amerika (2007), American Shadow Government: Pemerintah Bayangan Amerika (2008), serta yang terbaru Deadly Mist: Upaya Amerika Merusak Kesehatan Dunia (2009).

Buku-bukunya amat kritis terhadap AS. Jerry mengakui, sikap kritisnya itu bisa saja membahayakan dirinya. Namun, dia telah siap dengan segala konsekuensinya. ''Niat saya adalah memberikan informasi serta membantu jutaan manusia di dunia dan juga keinginan serta kebutuhan orang banyak,'' tandas Jerry.

Maka, dalam hal ini, lanjutnya, dirinya sama sekali tidak berarti dibandingkan nyawa jutaan manusia lain. ''Saya mencari ridha dan perlindungan hanya dari Allah SWT,'' ungkapnya lagi.

Pantang menyerah
Ada hikmah yang dia petik setelah menjadi seorang Muslim, yakni jangan pernah berhenti belajar agama meski hingga akhir hayat. Prinsipnya, setiap Muslim harus memeluk agama Islam dengan sebenar-benarnya, terutama dalam melaksanakan segala ketentuan Allah.

Karena itulah, dia rela memendam keinginannya untuk kembali berkecimpung di dunia bawah air lagi. Jerry berharap dapat membuat film dan foto bawah laut, tapi kali ini dalam perspektif Islam.

''Saat ini, Allah SWT mungkin memberi petunjuk agar saya tetap aktif menulis dan berdialog dengan umat. Insya Allah, nanti di akhirat, saya bisa menemukan laut yang lebih indah,'' papar Jerry. yusuf assidiq/kem

Biodata
Nama : Jerry D Gray
Kelahiran : Wiesbaden, 24 September 1960
Karier :
- mekanik pesawat AU AS
- instruktur selam
- kamerawan freelance CNBC Asia
Nama istri : Ratna Komala
Nama anak : Adam

Mahasiswa AS ditahan Gara-gara Belajar Bahasa Arab

WASHINGTON--Seorang mahasiswa AS ditahan di bandara karena kedapatan membawa kartu-kartu bertuliskan bahasa arab. Nicholas George mahasiswa asal California yang berusia 22 tahun itu, sempat diinterogasi selama lima jam dikaitkan dengan terorisme.

Ia sempat diborgol dan diperlakukan layaknya pesakitan. George melalui Organisasi pembela hak-hak sipil, American Civil Liberties Union (ACLU), kemudian mengajukan tuntutan terhadap agen FBI dan polisi. Akibat penahanan di bandara itu, George ketinggalan pesawat ke California dan terpaksa bolos kuliah.

Ia juga memprotes penahanannya yang dikaitkan dengan buku yang dibawanya, yang berjudul "Rogue Nation: American Unilateralism and the Failure of Good Intentions," karangan Clyde Prestowitz.

Pemeriksaan yang dilakukan oleh staf Administrasi Keamanan Transportasi AS (TSA) menahan George dan ia merasa hal itu merupakan pelecehan berat. Selama berjam-jam ia dicecar pertanyaan seputar pandangannya mengenai peristiwa 9/11.

George ditanya apakah dia tahu "siapa yang melakukan 9 / 11," bahasa apa yang digunakan pemimpin Al Qaidah Osama bin Laden dan mengapa kartu-kartu bahasa inggris-arab itu "mencurigakan."

Ia kemudian diborgol dan ditinggalkan di sel terkunci selama dua jam sebelum dua agen FBI menginterogasinya. ACLU menambahkan bahwa klien mereka tidak pernah diberitahu tentang hak-haknya atau menjelaskan mengapa ia ditahan.

George mengambil jurusan fisika sekaligus studi Timur Tengah belajar di Pomona College, California. Saat diinetrogasi, ia juga ditanyai tentang perjalanannya ke negara-negara muslim dan berbahasa Arab, termasuk Yordania di mana dia menghabiskan satu semester belajar di luar negeri, dan yang juga dicecar mengenai siapa saja yang ia temui di sana.

"Sebagai orang yang bepergian dengan pesawat, saya ingin petugas bandara melakukan tugas mereka untuk menjaga penerbangan aman, tapi saya tidak mengerti bagaimana menahan dan melecehkan saya hanya karena aku membawa flashcards membuat orang lebih aman" paparnya seperti dilansifr AFP.

Gugatan ini menitikberatkan pada tuduhan pelanggaran hak konstitusional untuk kebebasan berbicara dan untuk bebas dari tekanan yang tidak masuk akal.

George telah belajar bahasa Arab sejak tahun pertamanya di universitas untuk dapat membaca dan memahami apa yang sedang dilaporkan dan diperdebatkan di surat kabar Timur Tengah, program televisi dan publikasi atau media lain.

Dengan menggunakan kartu-kartu kecil, bertuliskan huruf arab di satu sisi dan artinya dalam bahasa inggris di sisi lain, ujar George, sangat membantunya belajar bahasa. George mengaku belajar bahasa Arab karena bahasa ini digunakan oleh puluhan juta orang di seluruh dunia dan ia menganggap tidak ada salahnya dengan itu. "Apa salahnya belajar baasa Arab," tukasnya.

Pengacara ACLU menganggap langkah ini merupakan pelecehan dan hambatan bagi para pengguna transportasi udara, buang-buang waktu dan pelanggaran Undang-Undang Dasar."[republika]

Keterlibatan Militer Dalam Pembunuhan Massal Di Nigeria

Boko Haram Nigeria

Jaksa Agung Nigeria mengumumkan bahwa lebih dari 100 orang menghadapi hukuman mati sehubungan dengan isu serangan pada sekelompok "Boko haram islamiyah " sedangkan ada foto-foto yang menunjukkan keterlibatan tentara dan polisi Nigeria dalam pembunuhan terhadap kelompok tersebut.

Pada musim panas lalu sekitar seribu orang tewas dalam bentrokan antara polisi ,pasukan Nigeria dan kelompok "Boko haram islamiyah", yang aktif di negara-negara bagian utara negara itu.

Perhimpunan hak asasi manusia mengatakan bahwa sebagian besar yang tewas adalah penduduk sipil, dan menekankan bahwa pasukan pemerintah harus tanggung jawab atas apa yang terjadi, berdasarkan informasi dari "Al Jazeera" terdapat foto-foto yang menunjukkan keterlibatan polisi dan tentara dalam pembunuhan yang melanggar hokum kepada penduduk sipil. Kelompok "Boko haram" telah dikenal dengan nama ini pada tahun 2002 di "Maiduguri" ibukota negara "Borno", organisasi ini menjalankan aktifitasnya di Nigeria yang kemudian dijuluki "Taliban Nigeria".

Kelompok "Boko Haram" menuntut penerapan Syariah islam di Nigeria, yang mana sedang diterapkan di 12 daerah bagian utara Nigeria.

Pada tahun 2004, jumlah anggota kelompok Boko Haram telah mencapai dua ratus orang pria dan wanita, yang dipimpin oleh Mohammad Yousuf . Boko Haram dideklarasikan di sebuah desa bernama"Kanama" di kabupaten Yobe, dengan jumlah anggota yang lumayan banyak pada saat itu menimbulkan keprihatinan bagi pihak berwenang Nigeria.

Pada bulan Juli 2009 bentrokan terjadi antara pasukan pemerintah dan pasukan "Boko haram" yang mengakibatkan kematian 150 orang, kemudian konfrontasi meluas sampai ke empat daerah Nigeria diantranya Bauchi, Borno, Kano dan Yobe.


sumber :sabili.co.id