Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

205 Anak Korban Situ Gintung Berwisata di Dufan

Jakarta, (26/04/2009). Minggu pagi yang cerah, Dufan diramaikan oleh keriangan anak-anak korban tragedi Situ Gintung. Bersama puluhan relawan ACT Foundation, 205 anak-anak dari 69 keluarga menikmati wahana Dunia Fantasi, Taman Impian Jaya Ancol.

Wisata yang diinisiasi oleh ACT Foundation bersama mitra Unilever, Republika, Delta FM, Garudafood, 1001 Buku, Yayasan Baitul Hikmah dan didukung penuh para relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) ini adalah salah satu bagian program recovery korban Tragedi Situ Gintung dalam paket trauma healing.

Menurut Imam Akbari, Direktur Partnership dan Komunikasi ACT Foundation, kegiatan wisata ke Dufan bertujuan mengembalikan keceriaan anak-anak maupun keluarga korban Tragedi Situ Gintung sekaligus mengurangi efek traumatis akibat bencana yang mereka alami. “Dengan didampingi para relawan berpengalaman sambil menikmati pemandangan eksotis Dufan, diharapkan anak-anak melupakan sejenak derita yang mereka alami,” ujar Imam.

Pada kesempatan itu pun hadir pula Ahyudin, Direktur Eksekutif ACT Foundation bersama Bagus Teguh Prayoga, Manager Customer Service Dufan yang menyambut dengan hangat kedatangan peserta wisata.

Hingga (24/4/200) atas dukungan sahabat, ACT telah melaksanakan program recovery bagi Korban Tragedi Situ Gintung setelah selama 10 hari sejak hari pertama berturut-turut melakukan program emergency berupa aksi rescue, medis dan relief. Tidak kurang dari 50 kepala keluarga (KK) telah ditangani ACT sejak tahap emergency hingga kini sudah menempati Hunian Nyaman yang disediakan ACT berupa rumah kontrakan lengkap dengan peralatan dan perlengkapannya.

Dalam usaha menuju proses kemandirian korban bencana, secara intensif ACT mendampingi korban, melakukan hearing, dialog, menetapkan jenis usaha yang tepat bagi mereka dan memberikan modal usahanya. Ibu Ade, korban Tragedi Situ Gintung yang rumah dan modal usahanya habis diterjang tsunami, kini bisa berjualan buah di kawasan Situ Gintung dan melayani pembeli. Sementara Ibu Tri, kini sudah dapat berjualan nasi uduk di kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan dapat membiayai tujuh anaknya.

Selain itu, ACT secara intensif mendampingi para korban melalui Posko Layanan Pengungsi dengan fasilitas relawan medis dan yang setiap saat dapat membantu pengungsi.

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi:
Dewi Hutabarat,
Head of Communications & Overseas
0819 0818 7708

Tentang Aksi Cepat Tanggap (ACT)

ACT-Aksi Cepat Tanggap adalah lembaga kemanusiaan yang mendedikasikan aktivitasnya pada penanganan persoalan kemanusiaan secara umum dan secara khusus pada penanganan bencana, didanai oleh donasi publik dan CSR perusahaan, bersifat independen, non diskriminatif, dan transparan. ACT diaudit akuntan publik sebagai bentuk transparansi kepada stakeholders. Peran dan eksistensi ACT sangat berarti sebagai bagian dari subjek solusi atas berbagai persoalan sosial-kemanusiaan yang terus melanda bangsa kita. Tidak hanya di dalam negeri, ACT juga sebagai duta bangsa ikut berperan aktif di berbagai negara yang dilanda persoalan kemanusiaan diantaranya adalah penanganan pengungsi di Irak, Palestina, dan Afganistan.

Bekerja sejak tahun 1994, dengan visi “Menjadi pelopor dalam menumbuhkan jiwa-jiwa peduli berbasis kerelawanan menuju kemandirian masyarakat” dalam menjalankan setiap programnya ACT senantiasa mengusung nilai-nilai Kepedulian, Kerelawanan dan Kemandirian Masyarakat. Saat ini, selain bencana alam ACT juga tengah fokus menangani gizi buruk rawan pangan di Indonesia.

Program ACT diantaranya: Emergency Response on Disaster (ERD), Disaster Recovery Programme (DRP), Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), Disaster Management Institute of Indonesia (DMII), Qurbanku for Humanity and Solidarity, dan Sympathy of Solidarity (SOS). Dalam melakukan aksi kemanusiaan ACT telah bermitra dengan stakeholder : korporat, institusi, media, pemerintah dan luar negeri.

ACT-Care for Humanity
Perkantoran Ciputat Indah Permai
Jl. Ir.H.Juanda No. 50 Blok B 8 Ciputat 15419
Hotline: (021) 7414482

(an/act)

sumber : eramuslim.com



berita terkait :

Musibah tanggul Situ Gintung

Tokoh Besar Islam AS Berpulang


Tokoh Besar Islam AS Berpulang

Dr. Hassan Hathout

PASADENA, AS - Dr. Hassan Hathout, seorang ahli medis sekaligus etika kedokteran, dan pemimpin Komunitas Muslim Kalifornia Selatan yang selalu di garis depan untuk membuat Muslim Amerika mudah dipahami dan membangun ikatan antar keyakinan, telah berpulang.

Ia meninggal secara alami pada usia 84 tahun pada Sabtu (25/4) lalu di rumahnya Pasadena, demikian ujar juru seorang wanita, jurubicara untuk Dewan Hubungan Masyarakat Muslim berbasis di Los Angeles, organisasi dimana Hassan juga menjadi anggota terkemuka.

Saat memimpin Pusat Islam Kalifornia Selatan, ia mengkordinasi upaya menjangkau masyarakat luas selama lebih dua dekade. Ia pun seorang cendekiawan tersohor yang telah menulis beberapa buku, beberapa di antaranya juga pernah dipublikasikan oleh penerbit Indonesia.

"Ia adalah salah satu raksasa dalam sejarah Islam di Amerika, yang mendesak Muslim untuk berintegrasi secara organik dengan masyarakat Amerika dan menghimbau Muslim tidak bersikap seperti pengunjung luar," ujar Salam al Marayati, direktur eksekutif Dewan Hubungan Masyarakat Muslim, Ahad (26/4) lalu, seperti yang dilansir oleh Los Angeles Times, Senin (27/4).

Pada 1998, Hathouth pernah dipercaya menyampaikan kotbah dalam perayaan Idul Fitri pertama kali di Gedung Putih. Kemudian bersama seorang Rabi dari sinagog ternama, Bel-Air' Leo Baeck dan Pastor George Regas, dari Gereja All Saints Episcopal di Pasadena, Hathout juga membantu Pusat Antar Keyakinan untuk menangkal rasisme, salah satu aktivitas besar pertama gerakan antar-keyakinan di Los Angeles.

"Sebagai seorang ahli medis ia juga berkomitmen terhadap hidup, ia ingin menentang apapun yang hendak menghancurkan hidup. Ia benar-benar orang yang sangat religius," ujar George masih seperti yang dikutip oleh Los Angeles Times, Senin (27/4).

Hassan lahir di Kairo 23 Desember tahun 1924. Putra seorang guru sekolah ini pun melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Eidinburgh di mana ia memperoleh gelar Ahli Bedah dari Royal College dan Ahli Obsterik dan Ginekologis dari Royal Collage. Ia juga memperoleh gelar doktor folosofi dalam genetika reproduksi.

Ia pernah mengajar ilmu obstetrik dan ginekologis di Kuwait, di mana ia tinggal selama 26 tahun sebelum akhirnya berimigrasi ke Amerika Serikat pada akhir 1980.

Dengan cepat, ia terlibat dalam kegiatan antar-keyakinan di Los Angeles, bersama Rabi Beerman dan Pastur George, ia mengorganisasi layanan ibadah untuk Muslim, Kristiani, dan Yahudi selama Perang Teluk Persia pada 1991. Layanan pertama di Gereja All Saints di Pasadena, mampu menyedot hingga lebih dari 1.500 jemaat.

"Kita telah hidup berdampingan selama berabad-abad dengan kerjasama maupun kebencian timbal-balik," ujar Hassan suatu saat seperti yang dikutip dalam Dailly News pada 1991. "Salah satu hal positif dari seluruh krisis telut ini adalah tiga komunitas datang bersama dan menemukan jika keyakinan satu sama lain dan sumber kitab tertulis sangatlah mirip," imbuhnya.

Setelah peristiwa WTC 11 September, ia semakin meningkatkan upaya menjembatani gap dan mengajak Muslim untuk menurunkan volume retorika anti-Amerika. Ia juga berbicara dalam Hari Masjid Terbuka, sebuah program diluncurkan pada 2002, di mana lebih dari dua lusin masjid di Kalifornia Utara mengundang non-Muslim untuk bergabung dalam acara doa, perayaan dan pembacaan sastra Islam.

Pada acara tersebut beberapa tahun lalu, ia bahkan menekankan kepada pengunjung, alih-alih mengelompokkan manusia berdasar agama, ia mengajak untuk memandang manusia dengan istilah lebih mendasar, "mereka yang berhati cinta, dan mereka mereka yang berhati benci,"

"Ia memiliki hati yang luar biasa," ujar Dr Omar Alfi, seorang fisikawan dan mantan pimpinan Pusat Islami Kalifornia Selatan yang mengenal mendiang selama 60 tahun. "Hal utama baginya ialah, agama merupakan cinta kasih,...bahwa manusia yang tidak mencintai atau membenci orang, sama dengan tidak menghormati agamanya," tuturnya

"Itulah hal penting baginya," kata Omar lagi.

Hassan Hathout pergi meninggalkan istrinya berusia 56 yahun, Salonas, seorang anak perempuan Eba, dan adik lelaki Maher beserta dua cucu.

Pemakaman dilakukan Minggu lalu sekitar pukul 3 waktu setempat di Pemakaman Rose Hills Memorial Park, 3888 Workman Mill Road, Whittier 90601, Los Angeles./itz



sumber :republika.co.id

Sejarah Islam Di Negri Panda

Orang Cina mengenal Islam dengan sebutan Yisilan Jiao yang berarti 'agama yang murni'. Masyarakat Tiongkok menyebut Makkah sebagai tempat kelahiran 'Buddha Ma-hia-wu' (Nabi Muhammad SAW). Terdapat beberapa versi hikayat tentang awal mula Islam bersemi di dataran Cina. (SuaraMedia News)

Orang Cina mengenal Islam dengan sebutan Yisilan Jiao yang berarti 'agama yang murni'. Masyarakat Tiongkok menyebut Makkah sebagai tempat kelahiran 'Buddha Ma-hia-wu' (Nabi Muhammad SAW). Terdapat beberapa versi hikayat tentang awal mula Islam bersemi di dataran Cina. (SuaraMedia News)

Tuntutlah Ilmu sampai ke negeri Cina," begitu kata petuah Arab. Jauh sebelum ajaran Islam diturunkan Allah SWT, bangsa Cina memang telah mencapai peradaban yang amat tinggi. Kala itu, masyarakat Negeri Tirai Bambu sudah menguasai beragam khazanah kekayaan ilmu pengetahuan dan peradaban.

Tak bisa dipungkiri bahwa umat Islam juga banyak menyerap ilmu pengetahuan serta peradaban dari negeri ini. Beberapa contohnya antara lain, ilmu ketabiban, kertas, serta bubuk mesiu. Kehebatan dan tingginya peradaban masyarakat Cina ternyata sudah terdengar di negeri Arab sebelum tahun 500 M.

Sejak itu, para saudagar dan pelaut dari Arab membina hubungan dagang dengan `Middle Kingdom' - julukan Cina.

Untuk bisa berkongsi dengan para saudagar Cina, para pelaut dan saudagar Arab dengan gagah berani mengarungi ganasnya samudera. Mereka `angkat layar' dari Basra di Teluk Arab dan kota Siraf di Teluk Persia menuju lautan Samudera Hindia.

Sebelum sampai ke daratan Cina, para pelaut dan saudagar Arab melintasi Srilanka dan mengarahkan kapalnya ke Selat Malaka. Setelah itu, mereka berlego jangkar di pelabuhan Guangzhou atau orang Arab menyebutnya Khanfu. Guangzhou merupakan pusat perdagangan dan pelabuhan tertua di Cina. Sejak itu banyak orang Arab yang menetap di Cina.

Ketika Islam sudah berkembang dan Rasulullah SAW mendirikan pemerintahan di Madinah, di seberang lautan Cina tengah memasuki periode penyatuan dan pertahanan. Menurut catatan sejarah awal Cina, masyarakat Tiongkok pun sudah mengetahui adanya agama Islam di Timur Tengah. Mereka menyebut pemerintahan Rasulullah SAW sebagai Al-Madinah.alt
Orang Cina mengenal Islam dengan sebutan Yisilan Jiao yang berarti 'agama yang murni'. Masyarakat Tiongkok menyebut Makkah sebagai tempat kelahiran 'Buddha Ma-hia-wu' (Nabi Muhammad SAW). Terdapat beberapa versi hikayat tentang awal mula Islam bersemi di dataran Cina. Versi pertama menyebutkan, ajaran Islam pertama kali tiba di Cina dibawa para sahabat Rasul yang hijrah ke al-Habasha Abyssinia (Ethopia). Sahabat Nabi hijrah ke Ethopia untuk menghindari kemarahan dan amuk massa kaum Quraish jahiliyah. Mereka antara lain; Ruqayyah, anak perempuan Nabi; Usman bin Affan, suami Ruqayyah; Sa'ad bin Abi Waqqas, paman Rasulullah SAW; dan sejumlah sahabat lainnya.

Para sahabat yang hijrah ke Etopia itu mendapat perlindungan dari Raja Atsmaha Negus di kota Axum. Banyak sahabat yang memilih menetap dan tak kembali ke tanah Arab. Konon, mereka inilah yang kemudian berlayar dan tiba di daratan Cina pada saat Dinasti Sui berkuasa (581 M - 618 M).

Sumber lainnya menyebutkan, ajaran Islam pertama kali tiba di Cina ketika Sa'ad Abi Waqqas dan tiga sahabatnya berlayar ke Cina dari Ethopia pada tahun 616 M. Setelah sampai di Cina, Sa'ad kembali ke Arab dan 21 tahun kemudian kembali lagi ke Guangzhou membawa kitab suci Alquran.

Ada pula yang menyebutkan, ajaran Islam pertama kali tiba di Cina pada 615 M - kurang lebih 20 tahun setelah Rasulullah SAW tutup usia. Adalah Khalifah Utsman bin Affan yang menugaskan Sa'ad bin Abi Waqqas untuk membawa ajaran Illahi ke daratan Cina. Konon, Sa'ad meninggal dunia di Cina pada tahun 635 M. Kuburannya dikenal sebagai Geys' Mazars.

Utusan khalifah itu diterima secara terbuka oleh Kaisar Yung Wei dari Dinasti Tang. Kaisar pun lalu memerintahkan pembangunan Masjid Huaisheng atau masjid Memorial di Canton - masjid pertama yang berdiri di daratan Cina. Ketika Dinasti Tang berkuasa, Cina tengah mencapai masa keemasan dan menjadi kosmopolitan budaya. Sehingga, dengan mudah ajaran Islam tersebar dan dikenal masyarakat Tiongkok.alt

Pada awalnya, pemeluk agama Islam terbanyak di Cina adalah para saudagar dari Arab dan Persia. Orang Cina yang pertama kali memeluk Islam adalah suku Hui Chi. Sejak saat itu, pemeluk Islam di Cina kian bertambah banyak. Ketika Dinasti Song bertahta, umat Muslim telah menguasai industri ekspor dan impor. Bahkan, pada periode itu jabatan direktur jenderal pelayaran secara konsisten dijabat orang Muslim.

Pada tahun 1070 M, Kaisar Shenzong dari Dinasti Song mengundang 5.300 pria Muslim dari Bukhara untuk tinggal di Cina. Tujuannya untuk membangun zona penyangga antara Cina dengan Kekaisaran Liao di wilayah Timur Laut. Orang Bukhara itu lalu menetap di di antara Kaifeng dan Yenching (Beijing). Mereka dipimpin Pangeran Amir Sayyid alias 'So-Fei Er'. Dia bergelar `bapak' komunitas Muslim di Cina.

Ketika Dinasti Mongol Yuan (1274 M -1368 M) berkuasa, jumlah pemeluk Islam di Cina semakin besar. Mongol, sebagai minoritas di Cina, memberi kesempatan kepada imigran Muslim untuk naik status menjadi Cina Han. Sehingga pengaruh umat Islam di Cina semakin kuat. Ratusan ribu imigran Muslim di wilayah Barat dan Asia Tengah direkrut Dinasti Mongol untuk membantu perluasan wilayah dan pengaruh kekaisaran.

Bangsa Mongol menggunakan jasa orang Persia, Arab dan Uyghur untuk mengurus pajak dan keuangan. Pada waktu itu, banyak Muslim yang memimpin korporasi di awal periode Dinasti Yuan. Para sarjana Muslim mengkaji astronomi dan menyusun kalender. Selain itu, para arsitek Muslim juga membantu mendesain ibu kota Dinasti Yuan, Khanbaliq.

Pada masa kekuasaan Dinasti Ming, Muslim masih memiliki pengaruh yang kuat di lingkaran pemerintahan. Pendiri Dinasti Ming, Zhu Yuanzhang adalah jenderal Muslim terkemuka, termasuk Lan Yu Who. Pada 1388, Lan memimpin pasukan Dinasti Ming dan menundukkan Mongolia. Tak lama setelah itu muncul Laksamana Cheng Ho - seorang pelaut Muslim andal.

Saat Dinasti Ming berkuasa, imigran dari negara-negara Muslim mulai dilarang dan dibatasi. Cina pun berubah menjadi negara yang mengisolasi diri. Muslim di Cina pun mulai menggunakan dialek bahasa Cina. Arsitektur Masjid pun mulai mengikuti tradisi Cina. Pada era ini Nanjing menjadi pusat studi Islam yang penting. Setelah itu hubungan penguasa Cina dengan Islam mulai memburuk.

Masa Surut Islam di Daratan Cina

Hubungan antara Muslim dengan penguasa Cina mulai memburuk sejak Dinasti Qing (1644-1911) berkuasa. Tak cuma dengan penguasa, relasi Muslim dengan masyarakat Cina lainnya menjadi makin sulit. Dinasti Qing melarang berbagai kegiatan Keislaman.

Menyembelih hewan qurban pada setiap Idul Adha dilarang. Umat Islam tak boleh lagi membangun masjid. Bahkan, penguasa dari Dinasti Qing juga tak membolehkan umat Islam menunaikan rukun Islam kelima - menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah.

Taktik adu domba pun diterapkan penguasa untuk memecah belah umat Islam yang terdiri dari bangsa Han, Tibet dan Mogol. Akibatnya ketiga suku penganut Islam itu saling bermusuhan. Tindakan represif Dinasti Qing itu memicu pemberontakan Panthay yang terjadi di provinsi Yunan dari 1855 M hingga 1873 M.alt

Setelah jatuhnya Dinasti Qing, Sun Yat Sen akhirnya mendirikan Republik Cina. Rakyat Han, Hui (Muslim), Meng (Mongol) dan Tsang (Tibet) berada di bawah Republik Cina. Pada 1911, Provinsi Qinhai, Gansu dan Ningxia berada dalam kekuasaan Muslim yakni keluarga Ma.

Kondisi umat Islam di Cina makin memburuk ketika terjadi Revolusi Budaya. Pemerintah mulai mengendorkan kebijakannya kepada Muslim pada 1978. Kini Islam kembali menggeliat di Cina. Hal itu ditandai dengan banyaknya masjid serta aktivitas Muslim antaretnis di Cina.(nym)


sumber : SuaraMedia.Com

Asmaa Abdul Hamid: Muslimah Pertama di Parlemen Denmark

Asma Abdul Hamid, muslimah warga negara Denmark yang keturunan

Palestina, terpilih sebagai anggota parklemen Denmark dari daerah pemilihan Udinesse. Demikian seperti diberitakan harian Al-Watan (Arab Saudi) edisi Jumat, 24 April hari ini.

Asma, wanita berjilbab ini akan menjadi wanita muslimah pertama dalam jabatan penting di Denmark, yang sejak muncul kasus karikatur Nabi Muhammad SAW, negara ini dianggap kurang bersahabat dengan Islam. Namun, dengan naiknya Asma, akan memberikan citra lain untuk Denmark.

“Saya akan berkerja dan berjuang untuk warga kami,” katanya.

Sementara itu, menurut Prof. Peter Seabreg, guru besar studi Timur Tengah di Universitas Udinesse Denmark, terpilihnya Asma yang berjilbab dalam panggung politik Denmark akan mengubah pandangan politik Denmark terhadap agama.

“Jilbab mulai masuk ranah politik dan akan menjadi fenomena di Denmark.”

Feminis Forum, salah satu organisasi perempuan di Denmark menilai kehadiran Asmaa di televisi menunjukkan 'menguatnya rasa persamaan etnis dan gender di Denmark.' Sebaliknya, kelompok feminis lainnya, Women for Freedom Association memiliki penilaian yang berbeda. "Pemilihan Asmaa Abdul Hamid, adalah sebuah penghinaan baik terhadap Denmark maupun Muslimah," kata Ketua Asosiasi Vibeke Manniche.

Sebelum masuk parleman, Asmaa adalah seorang presenter televise. Wajahnya muncul pertama kali di siaran televisi Channel 2 Denmark bersama seorang wartawan Denmark Adam Holem (36) pada 29 Maret lalu. Keduanya tampil dalam program pertama yang akan tampil sepanjang 8 episode membicarakan masalah sosial penting yang terjadi di Denmark dengan mengundang seorang nara sumber.

Asma juga menjelaskan bahwa pilihan atas dirinya memikul tanggung jawab besar sebagai wakil atau duta yang mengatasnamakan kaum Muslimin. “Saya selalu berupaya memberi gambar dan penampilan yang baik tentang muslimah berjilbab dalam semua gerak gerik saya. Dalam saya bekerja, belajar atau seluruh kehidupan saya, “ ujarnya. [cha, berbagai sumber/]

sumber : hidayatullah.com


Saya Mengenal Islam Melalui Internet

a lahir dan besar dalam lingkungan Kristen. Tapi kemudian berganti-ganti agama. Pelariannya berakhir pada pekukan Islam


Benar kata orang, Islam benar-benar indah dan agama yang sangat mulia.

Walaupun selama ini cap buruk telah diberikan kepada Islam dan umat Islam pada umumnya, namun buktinya ia berhasil mendapatkan pengikutnya dan berkembang selama hampir 15 abad. Islam, dalam beberapa kata singkat, adalah hidupku. Dan Allah adalah sebuah kekuatan dalam hidupku. Tanpa Allah, saya bukanlah apa-apa.

Ketika saya duduk untuk menulis pengantar ini, saya tidak bermaksud untuk mengirim seluruh kisah kembalinya saya dalam pelukan Islam. Semakin saya berpikir tentang hal ini, semakin saya menyadari bahwa ini adalah tempat yang tepat untuk cerita.

Aku dibaptis saat lahir saat masih kecil, saat pra-sekolah di Detroit, Michigan. Semenjak itu, gereja selalu menjadi bagian dari anak usia dini di Detroit, walaupun keluarga saya tidak pergi setiap minggu. Tapi ketika orangtuaku pindah ke North Carolina, mereka sudah mulai rajin ke gereja.

Saya harus selalu pergi ke sekolah Katolik. Karenanya, dari kelas saya mengenal pertama kali kehidupan Yesus, Bunda Maria, para Rasul, Alkitab, dan Sakramen. Saya pertama kali mendapat "first holy communion" pada usia 7 tahun.

Pada September 1995, lokal sekelompok orang Katolik Ortodoks dari Libanon (Melkite Byzantine Catholic) mengadakan liturgi di gereja kami. Saya pergi dengan ibu saya, dan saya jatuh cinta. Hal paling indah saya pernah melihat, saya dengar, dan saya rasakan. Liturgi tradisional, yang dinyanyikan dalam bahasa Inggris, Arab, dan Yunani. Dengan lilin, ikon, dan banyak kemenyan.

Ketika teman-teman saya baru belajar tentang gereja, mereka tidak pernah mencela saya, namun mereka tidak memahami mengapa saya menyukai Katolik Melkite Byzantine. Beberapa orang menyatakan bahwa saya melakukan untuk mencari perhatian. Tapi bagi saya, saya telah melakukan sesuatu yang sedikit lebih mengejutkan dan luar biasa!

Konflik Serius

Saya terus pergi ke gereja Melkite setiap hari minggu sampai pertengahan Maret tahun 1996. Namun suatu hari, tepatnya 40 hari sebelum Paskah, saya mempunyai pertengkaran serius pertama saya dengan agama Keristen. Sesungguhnya saya kurang yakin apa yang sedangb terjadi. Tetapi tiba-tiba, saya berhenti percaya pada agama Kristen.

Untuk beberapa alasan, sesaat saya merasa Judaisme adalah satu-satunya agama monotheistic yang paling baik yang saya tahu. Dan akhirnya Aku pergi pada hari Sabat di sinagog Yahudi dengan teman orangtua saya. Saya selalu tertarik budaya Yahudi, tapi saya tidak tahu banyak tentang agama Yahudi.

Saya mulai menghadiri layanan Sabat pada hari Minggu pagi. Walaupun saya telah cukup baik diterima oleh orang-orang Yahudi di kota, saya juga banyak mendapat kritikan dari teman saya. Sekali lagi, saya dituduh mencoba untuk mendapatkan perhatian, yang berusaha untuk menjadi berbeda.

Apapun perkataan orang, saya perlahan mulai mengadopsi Judaisme dan Yahudi mengikuti praktek-praktek budaya dan agama mereka. Saya juga mulai belajar untuk bahasa Ibrani tiap Sabat di hari Sabtu.

Pada saat saya mulai sekolah menengah pada tahun 1996, orang-orang memanggil saya "The kid who thinks he's Yahudi."[anak yang berpikir dia Yahudi]. Saya bahkan berencana pindah ke Israel. Tapi sedikit yang saya tahu, bahwa “kemesrahan” ku dengan Yahudi supanya akan segera berakhir.

Suatu hari, saat Thanksgiving, saya sedang duduk di rumah menghadap Internet, untuk mencari satu dua situs yang menarik. Mulailah saya mencari majalah melalui Internet. Terkejutlah saya ketika menangkap sebuah situs Ibrahim Shafi's Islam Page. Saya berhadapan dengan sebuah situs Islam.

Apa yang saya pahami tentang Islam? Tak banyak. Namun saya mempunyai teman di sekolah seorang Muslim, ibu saya bekerja dengan orang Muslim. Namun, pengetahuan tentang Islam itu sangatlah terbatas. Sebagian besar apa yang saya tahu berasal dari buku. Yang membuat saya mengkerut ketika menyebut Islam perlakuan perempuan dengan sangat mulia.

Rupanya, saya mulai mempelajari Islam melalui web. Saya segera “ngerumpi” di room chat di sebuah channel IRC (Internet Relay Chat) guna mencari teman Muslim sebanyak-banyaknya. Dari sanalah, saya mulai syahadat dan menyatakan diri memeluik Islam.

Kehidupan saya merasa baik, tetapi saya tetap tidak merasa bahwa saya adalah bagian dari umat Islam. Persoalannya, karena saya tidak menyatakan syahadat di depan saksi.

Nah, kesempatan untuk menjadi seorang Muslim di hadapan umat Islam lainnya datang selama perjalanan ke Chicago. Saudara perempuan saya pergi ke Universitas Chicago dan saya menyadari bahwa ada MSA (Muslim Student Association) di sana. Akhirnya, melalui MSA aku resmi menyatakan besaksi kepada Allah dan Rasul Allah memeluk Islam.

Sekarang, nama baruku berganti menjadi Tariq Ali. Namun, kadang, sehari-hari tetap dipanggil Tommy.

Meski telah memekuk Islam, masih banyak orang masih meledekku akibat agama masa laluku. "Apa agama Anda minggu ini, Tommy?". Dan biasanya, saya jelaskan, “Saya telah Muslim.” Dan jika mereka tertarik dan bekepentingan, saya jelaskan lebih jauh agama saya yang sangat hebat ini. [cerita Tommy dimuat situs www.daily.pk/www.hidayatullah.com]

Ilustrasi: Pasarkreasi



sumber : hidayatullah.com

Ekonomi Anjlok, AS Dilanda Kegilaan Massal


Peter Schiff : Tahun 2012 Akan Meledak Revolusi Di AS

Sebuah laporan baru mengindikasi kan bahwa tindakan ekstrimisme dapat meningkat di AS karena resesi ekonomi. Laporan yang dikeluarkan oleh Departemen keamanan dalam negri mengatakan, “tidak ada informasi spesifik yang menunjukkan bahwa teroris domestic sayap kanan sedang merencanakan aksi kekerasan’.

Hilangnya pekerjaan dan properti secara besar-besaran diduga sebagai alasan utama perekrutan ekstrimis sayap kanan yang dapat menyebabkan konfrontasi antar kelompok.
Dokumen itu memberikan pandangan sekilas tentang tumbuhnya “serigala dan teroris kecil” yang mendorong kebencian di seluruh negara dengan mengatakan “negara kita dicuri” – sebuah referensi pada Presiden Obama sebagai orang Amerika keturunan Afrika dan dituduh meningkatkan pola “sosialis”.

Menyusun bantuan dengan agen FBI, laporan itu diberi judul Ekstrimisme Sayap Kanan : Suasana Ekonomi Dan Politik Menyebabkan Terbentuknya Radikalisme Dan Rekrutmen.

“Banyak ekstrimis sayap kanan yang tak suka terhadap kepresidenan yang baru dan pendirian persepsinya terhadap masalah-masalah yang dihadapi, termasuk imigrasi dan kewarganegaraan, perluasan program bagi kaum minoritas, dan larangan kepemilikan dan penggunaan senjata api,” sebuah laporan mengatakan.

Ini juga menjelaskan bahwa ketika Obama sedang berkampanye, “Para ekstrimis muncul di tahap awal perencanaan untuk melakukan aktivitas yang mengancam keamanan calon presiden dari partai Demokrat, tetapi hukum menengahinya.”


Jutaan orang sudah menganggur dan terancam homeless


wartga yang benar-benar homeless dan gelandangan

Banyak kejadian orang bunuh diri di AS karena dampak dari krisis ekonomi yang hebat. Di antaranya adalah melakukan bunuh diri sekeluarga karena kehilangan pekerjaan sebagai manajer perusahaan besar dan menganggur berbulan-bulan. Banyak juga orang yang gantung diri karena tak tahan dengan kondisi buruknya ekonomi AS.

Pihak keamanan menghubungkan keadaan kesuraman ekonomi dengan “ekstrimis sayap kanan terbentuk dari resesi ekonomi yang meluas, kurangnya lapangan pekerjaan, dan persepsi ancaman bagi kekuatan dan kedaulatan AS dari kekuatan asing.”

Menurut laporan, meningkatnya jumlah kebencian ditujukan pada komunitas Yahudi sejak merosotnya perekonomian karena “persekongkolan yang disengaja yang dilakukan oleh komplotan rahasia elit Yahudi”.

Mark Potok, direktur Southern Poverty Law Center, yang mengawasi gerakan fanatik di seluruh Amerika mengakui bahwa ada peningkatan sebesar 50 persen dari jumlah kelompok radikal di seluruh AS.

Kemerosotan ekonomi tahun 2007 lalu adalah yang terburuk yang menimpa Amerika, menyebabkan tekanan besar terhadap pembayar pajak AS. (smedia)


Pengangguran yang Merajalela


Peter Schiff : Tahun 2012 Akan Meledak Revolusi Di AS
Apakah AS akan segera kehilangan statusnya sebagai negara superpower? Akankah dollar jatuh? Jika benar, apa yang akan mengganti mata uang dunia dan apa yang akan mengganti hegemoni AS dalam tatanan dunia baru?

Sebagai gambaran betapa "adidaya"-nya AS, tentaranya sekarang menapak di 150 negara di seluruh dunia, siaga satu dalam setiap peperangan baik yang sudah dan juga mungkin akan dilaksanakan, dimulai sejak perang di Afghanistan tahun 2001. Dalihnya adalah penyerangan 9/11. Front perang AS yang kedua dibuka di tahun 2003 dalam invasi AS ke Iraq. Semuanya itu berharga utang negara dengan jumlah $10,8 trilyun dan masih terus bertambah hingga saat ini.

Walaupun Presiden AS Barack Obama menegaskan akan menarik bersih pasukannya dari Iraq paling lambat 2011, tapi ironisnya, ia juga menambah 17.000 pasukan ke Afghanistan. Tanpa ada kejelasan batas utang AS dan sekaligus penugasan militer AS, tampaknya AS justru tengah menambah bebannya sendiri.

Apa artinya tatanan dunia baru? Ada dua pembeda. Keduanya, mempunyai relevansi atau hubungan yang dalam. Sebuah periode perubahan politik dunia yang dramatis dan keseimbangan kekuatan pemerintahan yang baru, itulah yang ada di depan dunia saat ini. Iklim politik global telah berubah dengan drastis dan tampaknya tengah berada di ujung tanduk. Semuanya bergumpal di AS dengan resesi ekonominya yang gila.

Tampaknya, masyarakat global hanya akan menerima implementasi dari tatanan dunia baru, kebalikan dari ekonomi AS yang ambruk. Lantas, bagaimanakah tatanan dunia baru lahir? AS menjadi negara paling parah dalam krisis karena mata uangnya digunakan sebagai alat tukar internasonal.

Minyak, emas, dan semua komoditas besar diperjualbelikan memakai dollar. Jika AS kolaps laiknya Islandia dan Latvia, seluruh dunia, terutama negara-negara maju, akan terkena imbasnya. Dan ketika itulah sebuah tatanan dunia baru akan otomatis muncul ke permukaan dan dibutuhkan oleh masyarakat dunia.

Banyak ahli yang percaya, itu bukan sesuatu yang mustahil. Profesor Willem Butler, mantan anggota Komite Kebijakan Moneter dan sekarang mengajar di London School of Economics, mengatakan, "Akan terjadi dumping besar-besaran terhadap dollar AS, termasuk juga aset pemerintahan AS. Delapan tahun kepemimpinan Bush hanya menyisakan kebobrokan dalam bidang keuangan, ekonomi, politik dan moral!".

Peter Schiff, guru ekonomi yang lain, mengamini. Schiff, presiden Euro Pacific Capital Inc, sebuah perusahaan broker mata uang, pada tahun 2006 sudah memprediksikan bahwa AS akan terjerat pada renten perumahan. "Emas akan mencapai $2000 per ons dan dollar akan kehilangan statusnya sebagai mata uang internasional," demikian Schiff. Ron Paul telah mengamati dan mempelajari sistem perekonomian AS selama 30 tahun.

Ia berpendapat bahwa krisis finansial AS disebabkan oleh kebijakan pemerintah Federal AS. Tokoh ekonomi yang telah jitu memperkirakan ledakan macetnya keuangan dunia pada tahun 1987 dan juga kejatuhan Sovyet, memperkirakan bahwa paling lambat 2012, akan terjadi revolusi di AS, seiring dengan ketiadaan bahan makanan dan tingginya pajak.

Dengan segala hal yang terjadi seperti itu, jadi apa AS sekarang? Satu kemungkinan adalah PBB akan mengambil alih pemerintahan global.

Ini sudah jauh-jauh hari diucapkan oleh George Bush senior dalam pidatonya di depan Kongres AS pada 6 maret 1991, ketika akan menindak Iraq karena menginvasi Kuwait.

" Kita semua bisa melihat bahwa sebuah dunia baru segera tiba." ujar Bush ketika itu, "Dunia dimana negara-negara yang bersatu bebas dari segala perang dingin, dan yang akan mengisi sejarah kita. Sebuah dunia dimana kebebasan dan respek untuk hak asasi manusia untuk semua bangsa..."

Menurut Henry Kissinger, krisis ini harus dipergunakan oleh Obama sebagai ajang membentuk tatanan dunia baru. Gordon Brown, perdana menteri Inggris, mengatakan, "Inilah waktunya untuk merekonstruksi dunia. Sebuah tatanan dunia baru."

Kemungkinan yang lain adalah, munculnya China sebagai "penguasa" baru. Chinna merupakan tukang kredit paling besar bagi AS. China-lah yang pertama kali menendang dollar AS. Tapi apakah China akan melakukan itu? Sepertinya tidak. China dan Rusia sudah mempunyai pengalaman dalam menanggulangi krisis global.

Diam-diam, China mengatur sebuah strategi, tanpa diapa-apakan pun, ekonomi AS akan jatuh dengan sendirinya. Kebangkrutan AS begitu dekat dan rumit dan saling terkait satu sama lain. Menilik sejarah, hanya ada satu kemungkinan besar bagi negara manapun yang ingin keluar dari kebobrokan ekonomi. Kemungkinan itu adalah kerusuhan dan kekacauan dalam negeri yang sangat menghancurkan. (sa/hrtz/eramuslim)



THE TRUTH ABOUT AMERIKA


SEING IS BELIEVING......

Dunia Islam Didesak Selamatkan Masjid al-Aqsa


Pemerintah otoritas Palestina di Gaza menyerukan dunia Islam untuk segera menggelar pertemuan internasional guna menyelamatkan masa depan Masjid al-Aqsa, yang kian hari kian di ambang keruntuhannya, dan kota Yerusalem yang tengah di-Yahudi-kan oleh Israel.

Menteri Wakaf dan Urusan Keagamaan Palestina Dr. Thalib Abu Sya'r juga menyerukan Majlis Keamanan Dunia untuk menggelar sidang darurat terkait "penggalian yang tidak berprikemanusiaan dan penodaan tempat-tempat suci milik Islam di Palestina" yang terus menerus dilakukan Israel.

Dalam konferensi pers yang digelar di Gaza pada Rabu (15/4) kemarin, Abu Sya'r menyerukan seluruh warga Palestina, baik yang berada di wilayah pendudukan, Gaza, dan Tepi Barat untuk berbondong-bondong menuju Masjid al-Aqsa guna menjaga situs bersejarah tersebut.

Seruan serupa juga datang dari Sekjen OKI Prof. Dr. Ekmelettin Ehsan Oglu atas aksi-aksi yang dilakukan kalangan ekstrimis Yahudi, yang secara brutal menduduki Masjid al-Aqsa.

Aksi tersebut adalah bentuk penodaan terhadap tempat-tempat yang disucikan milik umat Muslim.

Terkait kian maraknya aksi-aksi yang dilakukan oleh kalangan ekstremis Israel tersebut, Oglu menyerukan dunia Islam menyatukan langkah dan mengambil sikap tegas secara bersama. :[atj/jzr/]

sumber www.hidayatullah.com

Gereja Dijual Dijadikan Masjid

Sebuah kelompok Muslim telah membeli sebuah bekas gereja katolik 'Queen of Peace' berikut biara dan sekolahnya, di jalan Genesee di kawasan Buffalo pinggiran kota New York AS dan berencana untuk menggunakan kompleks bekas gereja tersebut menjadi pusat komunitas Muslim dan masjid.

Gereja tersebut akan dirubah menjadi masjid dan dinamakan masjid Jami', yang artinya tempat untuk berkumpul bersama, kata Dr Hatim Hamad yang menjadi pimpinan kelompok orang tua Islam, serta yang mendanai pembelian masjid tersebut.

Yang menjadi alasan pembelian gereja beserta kompleksnya tersebut, mengingat keberadaan umat Islam yang terus berkembang di seluruh wilayah barat kota New York, sebelumnya umat Islam disana telah memiliki sembilan masjid dan masjid kesepuluh akan dibangun di jalan transit daerah Amherst.

Masjid Jami' nantinya akan difokuskan pada pembinaan anak-anak dan kegiatan-kegiatan ke Islaman serta menawarkan berbagai program kegiatan untuk pemuda.

"Kami ingin membangun masjid yang besar, tapi kami semua menginginkan masjid yang kami bangun akan banyak bermanfaat bagi masyarakat," kata Dr Hatim Hamad yang juga seorang asisten profesor klinik pada universitas Buffalo fakultas kedokteran gigi.

"Di kawasan Buffalo, benar-benar belum ada pusat komunitas untuk anak muda,"tambah Hamad."Dan bangunan ini sangat besar serta lokasinya tepat ditengah kawasan Buffalo."

Queen of Peace adalah gereja kedelapan di kawasan Buffalo yang dijual sejak tahun 2006. Gereja Queen of Peace ditutup pada akhir tahun 2007 yang lalu.

Pihak keuskupan sampai saat ini masih mencoba untuk menjual 30 properti lainnya termasuk di tujuh kota lain.

Gereja Queen of Peace dibangun pada akhir tahun 1920, dan properti komplek bangunan gereja tersebut sangat besar.

Sebelum dijual, banyak hiasan-hiasan gereja serta altar yang telah dijual kepada paroki Katolik di Colorado. Kebanyakan bangku gereja dan simbol-simbol katolik telah disingkirkan dari bangunan gereja tersebut, walau pun beberapa lukisan yang berada di dinding gereja masih ada.

Kelompok Muslim berencana untuk mengganti semua karpet dan lukisan-lukisan yang terdapat di dalam gereja.(fq/buffalonews)


sumber :eramuslim.com


Muslim AS ajukan dakwaan terhadap 'penyusup' Agama


Sebuah organisasi Muslim Michigan mengatakan bahwa pihaknya telah melayangkan keluhan kepada Jaksa Agung AS, dan memintanya untuk menyelidiki dugaan bahwa FBI sedang memata-matai pemuka agama dan juga para penganut Islam.

Minggu lalu, Dewan Organisasi Islam Michigan telah mengirimkan sepucuk surat kepada Holder setelah sejumlah masjid dan kelompok-kelompok lainnya melaporkan bahwa anggota komunitas Muslim mengaku didekati oleh FBI dan diminta untuk memata-matai masjid-masjid dan juga sumbangan-sumbangan yang diberikan kepada masjid tersebut.

Kantor FBI di Detroit membantah tuduhan tersebut pada hari Kamis waktu setempat (Jumat hari ini, Red). Andrew Arena, seorang agen khusus FBI yang berwenang di Detroit, mengatakan bahwa dalam sebuah pernyataan, bahwa FBI telah bekerja keras untuk membina hubungan baik dengan komunitas Arab-Amerika di daerah tersebut, dan bahwa sama sekali tidak ada laporan mengenai dugaan kesalahan yang dilakukan FBI.

Berdasarkan keluhan-keluhan yang diterimanya, agaknya FBI sedang “memancing, kata Dawud Walid, direktur eksekutif dari komunitas Muslim Michigan.

"Jika benar ada seorang imam yang, menurut FBI, mempengaruhi para anggota komunitas untuk mendukung Osama bin Laden, itu lain cerita – jika kasusnya seperti itu, tidak masalah bagi kami,” katanya. “Anggota komunitas ini akan tercatat menjadi orang-orang pertama yang melapor ke pengadilan federal.”

Walid mengatakan bahwa sebagian besar keluhan datang dari orang-orang yang bermasalah dengan imigrasi, kemudian mereka didatangi oleh sejumlah agen untuk memata-matai masjid-masjid, sebagai gantinya, mereka akan diberikan kemudahan untuk mengurus kewarganegaraan.

Walid menambahkan bahwa komunitas Muslim Detroit – salah satu komunitas Muslim terbesar di AS – telah mendapatkan dukungan dari kelompok-kelompok dan juga individu non-Muslim; sebuah organisasi kepemudaan Katolik, seorang pastor pembaptis dan sebuah kelompok lintas keyakinan yang menginginkan keadilan dan kedamaian, telah mengirimkan surat protes dan meminta adanya penyelidikan federal. “Jaksa Agung sedang tidak ada di tempat,” kata Walid. “Dia sedang melakukan pembaharuan dalam departemen kehakiman. Jaksa Agung harus benar-benar serius dalam menyikapi kasus ini.”Kerjasama Muslim - FBI?

“FBI tidak pernah menjadikan orang-orang atau institusi yang tidak bersalah sebagai target,” kata Arena. Dia menambahkan bahwa penggunaan sumber daya manusia dalam penyelidikan memang bisa dilakukan oleh polisi, tapi agen rahasia tidak pernah “memancing” anggota masyarakat seperti itu.”

Walid mengatakan bahwa keluhan-keluhan tersebut bukanlah hal yang baru, namun keluhan tersebut menjadi semakin banyak setelah belakangan terungkap bahwa FBI memiliki mata-mata di sebuah masjid di California Selatan.

Seorang agen memberikan kesaksian di bulan Februari kemarin, dalam sebuah dengar pendapat mengenai benar tidaknya seorang informan FBI telah disusupkan ke masjid-masjid di Orange County, Calif, dan juga berkawan dengan Ahmadullah Niazi, saudara ipar dari bodyguard Osama bin Laden. Niazi dituduh telah menuliskan keterangan palsu, dalam formulir pengajuan paspor dan kewarganegaraan Amerika, mengenai hubungannya dengan al-Qaeda.

Mantan agen FBI jaksa penuntut federal mengatakan bahwa memata-matai Masjid adalah salah satu “senjata terbaik” pemerintah untuk meredam tindakan “teror”, namun agen-agen FBI haruslah memiliki informasi yang rinci dan dapat dipertanggungjawabkan sebelum menyusupkan mata-mata. (dn/ap/tim)

sumber : http://www.suaramedia.com/dunia-islam/muslim-as-ajukan-dakwaan-terhadap-penyusup-agama.html

Felix Yanwar Siauw Dengan Islam Hidup Jadi Terarah


Masa SMP merupakan momentum titik balik bagi kehidupan seorang Felix Yanwar Siauw. Pada masa remaja itulah dalam diri Felix timbul keraguan atas agama yang telah dianutnya sejak ia kecil. Berbagai pertanyaan mengenai konsep Tuhan, pengampunan dosa, dan hakikat penciptaan manusia dalam agama Katolik muncul dalam benaknya. ''Di agama saya yang lama memang banyak hal yang tidak terjawab pada waktu itu,'' ujarnya.

Sebagai contoh, ketika ia menanyakan soal trinitas dan keberadaan Yesus sebagai Tuhan kepada pastor, jawaban dari semua pertanyaaannya tersebut berakhir pada kata dogma, yakni ajaran yang sudah ada sejak dahulu dan tidak boleh dipertanyakan oleh orang-orang yang beriman kepada Yesus.

Ketika mendengar jawaban seperti itu dari sang pastor, akhirnya Felix lebih memilih untuk mundur dari agama Katolik. Keputusan untuk keluar dari agama Katolik, menurut ayah satu orang putri ini, juga dilandasi oleh kenyataan mengenai praktik-praktik keagamaan yang dilihatnya hanya sebagai sebuah ritual kosong.

''Saya melihat selama ini teman-teman saya datang ke gereja hanya untuk sebuah proklamasi kalau dia sudah punya pacar, kemudian dibawa ke gereja atau sekadar hanya untuk pamer pakaian bagus,'' ungkapnya.

Ketika ia memutuskan meninggalkan agama Katolik, sejak saat itu pulalah ia tidak percaya adanya Tuhan Sang Mahapencipta. Masa-masa seperti itu ia alami hingga menjelang akhir duduk di SMP.

Begitu memasuki kelas tiga SMP, berbagai pertanyaan yang pernah ada dahulu, muncul kembali dalam benaknya. Kemudian, dia mencari jawaban dari berbagai pertanyaan tersebut ke mana-mana. Hingga kemudian, dirinya sampai pada satu kesimpulan bahwa Tuhan itu memang benar ada.

Keyakinannya bahwa Tuhan itu ada muncul setelah ia mempelajari ilmu biologi bahwa penciptaan manusia dari sperma yang tidak mempunyai akal. Dari sini ia memahami bahwa manusia itu diciptakan dari sesuatu yang amat istimewa. ''Kemudian saya kembali yakin bahwa Tuhan itu ada. Tapi, namanya siapa ini yang belum jelas,'' tambah Felix.

Percaya tapi tak beragama
Meskipun meyakini bahwa Tuhan itu ada, namun hal itu tidak lantas membuat Felix memutuskan untuk memilih salah satu ajaran agama sebagai jalan hidupnya. ''Ketika saya mencari siapa sesungguhnya Tuhan itu ke Kristen Protestan, tidak dapat. Begitu juga di agama Buddha, karena tuhannya juga bersifat manusia, tidak layak untuk dijadikan Tuhan,'' paparnya.

Percaya Tuhan, tapi tidak beragama, begitulah kira-kira gambaran kehidupan spiritual yang sempat dijalaninya selama kurun waktu lima tahun. Selama itu pula, ia hidup dengan bayang-bayang tiga pertanyaan besar. Yakni, setelah mati manusia mau ke mana, untuk apa manusia diciptakan di dunia, dan dari mana asal mulanya alam semesta tercipta.

Ia terus mencari jawaban dari ketiga pertanyaan besar ini. Proses pencarian itu berakhir di pertengahan tahun 2002, begitu dirinya menginjak bangku kuliah semester ketiga di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ketika itu, dirinya memutuskan pindah tempat kos. Di tempat kos yang baru ini, ia tinggal bersama-sama dengan mahasiswa yang beragama Islam.

Suatu ketika salah seorang teman kosnya yang Muslim menyarankannya untuk menemui seorang ustadz untuk mendiskusikan tiga pertanyaan besar itu. ''Saya bilang, selama ini saya diskusi dengan ustadz sama saja. Mereka enggak ada bedanya dengan pastor, cuma mereka pintar menyembunyikan kejahatannya,'' ujar Felix menanggapi saran temannya kala itu.

Temannya tidak putus asa untuk membujuk Felix agar mau bertemu dengan guru ngaji itu. Ketika ia bertemu langsung dengan sang ustadz, dirinya menemukan pandangan mengenai Islam yang sangat jauh berbeda dengan apa yang dipahaminya sebelumnya.

''Ternyata yang saya temukan dalam Islam berbeda. Saya menemukan suatu konsep yang sangat luar biasa. Di mana dia (Islam--Red) menyediakan konsep akhirat dan juga dunia. Artinya, Islam ini bisa menjawab seluruh pertanyaan saya,'' ujarnya.

Dari sini kemudian dirinya tertarik untuk mempelajari Alquran lebih dalam. Salah satu ayat di dalam Alquran yang membuatnya berdecak kagum adalah surat Albaqarah ayat 2 yang menyatakan, ''Kitab ini tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang yang bertakwa.''

Kendati demikian, pada saat itu ia masih mengira bahwa yang menciptakan kitab suci ummat Islam ini adalah seorang manusia biasa, seperti halnya kitab suci agama yang lain. Namun, ketika sampai padanya penjelasan bahwa Alquran itu bukan buatan manusia, ia menganggap hal itu sebagai lelucon. Dia pun meminta bukti bahwa penjelasan itu benar adanya.

Keraguan tersebut kemudian terjawab melalui surat Albaqarah ayat 23 yang menjelaskan, ''Dan bila kalian tetap dalam keraguan terhadap apa yang Kami turunkan ini, datangkanlah kepada Kami satu surat yang semacam dengannya.''

Bagi dirinya surat Albaqarah ayat 23 ini merupakan sebuah segel dan tantangan terbuka buat manusia, tapi manusia tidak ada yang bisa membuat seperti itu. Dari diskusi panjang tersebut Felix merasa yakin bahwa Alquran merupakan kitab yang diturunkan dari Tuhan pencipta semesta alam, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk memilih Islam--di saat usianya baru menginjak 18 tahun--sebagai jalan hidupnya hingga kini.

Mengetahui anaknya masuk Islam, sudah pasti kedua orang tua Felix syok dan marah. Namun, kemarahan keduanya hanya ditunjukkan dalam bentuk rasa kekecewaan. ''Kalau sampai pada pengusiran memang tidak terjadi seperti yang dialami mualaf lainnya.''

Rasa kecewa tersebut ditunjukkan oleh kedua orang tuanya dengan kata-kata pedas. ''Kamu ini kemasukan setan atau jin. Kamu itu seperti mutiara yang menceburkan diri ke dalam lumpur.'' Lalu saya katakan, ''Lumpurnya yamg mana dan mutiaranya yang mana.''

Namun, dengan berbagai upaya yang Felix lakukan selama tiga tahun, kini kedua orang tuanya sudah bisa menerima pilihan hidupnya itu. Meski dalam beberapa hal, baik ayah maupun ibunya, masih belum bisa menerima perbedaan tersebut. Seperti ketika putrinya yang masih berusia satu tahun mengenakan kerudung.

''Kalau anak saya dibawa ke tempat orang tua pakai kerudung, ibu saya tidak akan mau menggendongnya. Tapi, bapak saya masih mau menggendongnya,'' ungkapnya.

Sementara sang ayah merasa keberatan jika cucu perempuannya itu diminta untuk memanggil Felix dengan sebutan abi. Pasalnya, menurut sang ayah, panggilan abi tersebut tidak ada kewajibannya di dalam Alquran.

Kendati begitu, ia merasakan sebuah kepuasan diri yang tidak pernah dirasakan sebelum menemukan Islam. Selain itu, dengan meyakini Islam, hidupnya menjadi lebih bermakna dan terarah.

''Merasa puas karena setiap fenomena yang saya lihat dalam hidup ini bisa dijelaskan dengan Islam. Saya juga lebih punya tujuan hidup karena saya sudah tahu dari mana asal saya, apa yang harus saya lakukan di dunia ini, dan saya mau ke mana setelah mati,'' ujarnya. nidia zuraya


sumber :republika online

Mengenang Jasa Sang Muslim Perintis


Komunitas Muslim di Amerika Serikat (AS) kehilangan seorang tokoh dan pemimpin umat yang berjasa mengembangkan ajaran Islam di Negeri Paman Sam. Dia adalah Dr Ahmed El-Kadi. Tokoh yang mengabdikan dirinya untuk melayani umat Muslim AS itu telah berpulang ke Rahmatullah, akhir pekan lalu.

"Dia merupakan contoh bagi Muslim Amerika,'' ungkap Syeikh Shaker El-Sayed, imam Islamic Center Dar-Al-Hijra di Virginia. Menurut Sayed, bagi masyarakat Muslim di negara adidaya, Kadi merupakan sosok berpengaruh yang telah mengubah wajah komunitas Islam.

Sayed menuturkan, kepemimpinan Kadi dan dorongannya untuk memajukan komunitas Islam di Amerika tak bisa terlupakan. ''Jasanya bagi kemajuan Islam di Amerika tak bisa terlupakan,'' imbuh Sayed yang juga ketua Muslim American Society (MAS). Kadi yang dikenal sebagai dokter bedah termasyhur dan tokoh Muslim itu wafat pada usia 69 tahun di Panama City, Florida.

Tokoh Muslim AS kelahiran Mesir itu, selama 44 tahun terakhir, mendedikasikan dirinya untuk membesarkan Islam dan memberdayakan komunitas Muslim Amerika. ''Ia adalah sahabat saya di Muslim American Society dan kami selalu bekerja bersamanya,'' tutur Sayed mengenang.

Saat hidupnya, Kadi pun telah memainkan peranan penting dalam mendirikan sejumlah organisasi Muslim, baik di AS maupun Amerika Utara. Sang tokoh pun sempat memipin sejumlah organisasi Muslim, seperti Islamic Circle of North America (ICNA), Muslim Youth of North America (MYNA), dan Islamic Medical Association (IMA).

"Jasa dan dedikasi Dr El-Kadi dalam mengembangkan pendidikan dan penelitian kedokteran Islam akan tetap dikenang,'' ujar Muslim American Society dalam pernyataannya. Tujuh juta Muslim AS, papar MAS, sangat kehilangan sosok Kadi yang telah mendorong komunitas Islam mencapai kemajuan.

Sang dokter juga dinilai sebagai perintis dan penggerak semangat juang umat Muslim di Amerika. ''Dialah perintis dan pendiri Muslim Youth of North America," papar Syeikh Sayed seperti dikutip Islamonline.net. Ayah empat anak itu hijrah ke Amerika pada tahun 1965 setelah merampungkan studi kedokterannya di Austria.

Dalam waktu singkat, pamornya sebagai dokter bedah jantung begitu mengkilap. Sebagai seorang dokter Muslim, Kadi pun dikenal berhasil merumuskan definisi kedokteran Islam yang sangat komprehensif. ''Dia adalah dokter bedah jantung terkemuka sepanjang masa,'' ucap Syeikh Sayed.

Kadi pun dikenang sebagai sosok yang memiliki jaringan begitu luas. Ia berkeliling dunia untuk membangun silaturahim dengan Muslim di berbagai negara. Berbekal jaringan itu pula, sang dokter kemudian mendirikan organisasi amal, sosial, dan pendidikan bagi umat Muslim di AS dan seluruh benua.

Salah satu pencapaiannya yang tak akan pernah terlupakan adalah Islamic Circle of North America (ICNA). Organisasi Muslim yang bermarkas di New York itu telah memiliki 22 cabang di seluruh Amerika. Di Panama City, Kadi telah mendirikan sekolah Muslim dan lembaga penelitian yang giat mengembangkan dan melacak warisan pengobatan dari Nabi Muhammad SAW.

Tak hanya pencapaiannya yang akan dikenang. Menurut Sayed, umat Muslim AS tak akan pernah lupa dengan kepribadian Kadi yang penuh dengan cinta dan kasih sayang. "Dr Ahmed El-Kadi adalah seorang figur yang berhati lembut, santun bahasanya, bersih tangannya, dan baik hati,'' tutur Sayed.

"Dia sangat termasyhur karena selalu menjaga ucapannya. Dia juga selalu melakukan yang terbaik bagi dirinya dan komunitasnya. Kami sungguh merasa kehilangan. Semoga kami bisa melanjutkan warisan kepemimpinannya,'' ucap Sayed.

Berkat perjuangan Kadi, umat Muslim AS kini lebih berdaya. Salah satu contohnya adalah masjid-masjid di AS yang kini lebih dari sekadar tempat ibadah bagi umat Muslim. Mereka cenderung menjadi pusat rumah spiritual komunitas, tempat budaya, titik peleburan sosial, dan pusat kesadaran politik menjadi satu.

Masjid dan seluruh Islamic Center di penjuru Paman Sam pun memainkan peranan penting terhadap komunitas Muslim Amerika. Tidak ada catatan akurat mengenai jumlah masjid di Amerika. Namun, diperkirakan terdapat 2.000 masjid di penjuru negara tersebut. Di bidang politik pun, kesadaran komunitas Muslim terus meningkat. heri ruslan/taq


sumber : http://www.republika.co.id/berita/44645/Mengenang_Jasa_Sang_Muslim_Perintis

Penjaga Penjara Guantanamo Masuk Islam

Penjaga Penjara Guantanamo Masuk IslamPenjaga Penjara Guantanamo Masuk Islam


JAKARTA -- Penjaga penjara Guantanamo di Cuba dikabarkan masuk Islam pada bulan Desember tahun 2003. Pengawal yang tertulis bernama Terry Holdbrokes ini menurut harian Asyarqul Awsath edisi Selasa kemarin (14/4), kini aktif di masjid Arozona, AS.

Terry masuk Islam setelah berdiskusi panjang lebar dengan 590 tahanan yang didakwa teroris oleh mantan Presiden AS Geroge W. Bush. Terry berbeda dengan tentara lainnya yang menghabiskan waktu dengan bermain atau menyiksa tahanan, Terry lebih suka mempelajari Islam.

Terry masuk Islam melalui `sang Jendral` Ahmad Rasyid yang berasal dari Maroko. Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, Terry mengubah namanya menjadi Musthafa Abdullah. Nama Musthafa adalah pemberian Rasyid, dan nama Abdullah adalah pilihanya sendiri.

Harian Asyarqul Awsath mencoba menghubungi Pentagon terkait kasus Terry. Menurut Jeffrey Gordon, juru bicara Pentagon, pemerintah AS menghormati kebebasan beragama dan tak mempermasalahkan perpindahan agama.

"Bahkan banyak tentara AS yang muslim kini mengemban tugas di Irak dan Afghanistan," katanya. Menurut Gordon, pemerintah AS menghormati setiap keyakinan warga negaranya dan tak menganaktirikan satu agama dengan agama lainnya.

Memang, kasus Terry, bukan kasus satu-satunya di AS. Bahkan sejak peristiwa 11 September 2001, kemuncak amarah dan kebencian warga AS terhadap Islam mengakibatkan banyak warga non-Islam yang ingin mengenal Islam dan bahkan banyak pula yang kemudian beralih masuk agama Islam.mch/aawsat/ta


sumber :republika.co.id

Penulis Blog Anti Islam Digelandang Kepenjara


Seorang pembuat blog asal Dunstable telah ditangkap namun setelah itu dibebaskan dengan jaminan, karena dengan sengaja memicu kebencian antar ras.

Paul Ray, yang menggunakan nama samaran Lionheart, dalam sebuah catatan harian provokatif di dunia maya, ditahan pada dua minggu yang lalu sekembalinya dari South Carolina, Amerika Serikat, dimana dia mencari suaka politik.

Dia sebelumnya sudah mendapatkan peringatan dari kepolisian Bedfordshire melalui email, pada tanggal 3 Januari lalu, bahwa dia akan ditangkap jika kembali ke Inggris.

Bulan lalu dia datang ke kantor polisi Greyfiars di Bedford, sempat ditahan, kemudian dibebaskan dengan jaminan dan diminta untuk kembali pada bulan Mei untuk ditetapkan bebas atau justru dikenakan tuntutan hukum.

Dia menulis dalam blognya mengenai pendapatnya tentang perdagangan heroin, fundamentalis Islam, dan dugaan korupsi polisi.

Ray, yang dulunya tinggal di sebuah apartemen di Great Northern Road dan sebuah toko komputer di Albion Street, mengklaim bahwa dirinya menerima ancaman pembunuhan.

Dia mengatakan kepada Luton/Dunstable pada hari Minggu: “Saya merasa bahwa saya akan baik-baik saja jika saya pulang. Maka, saya menyerahkan diri ke kantor polisi Bedford.

“Saya ditahan atas dugaan menyulut kebencian rasial. Para polisi menginterogasi saya mengenai bagian-bagian dalam blog saya. Dibandingkan dengan apa yang sudah terjadi di luar sana, saya belum melakukan banyak hal.”

“Saya seorang Kristen - itulah pembelaan saya.”

“Menurut keyakinan saya, hak dan kewajiban saya untuk mengatakan hal-hal yang mungkin membuat orang lain merasa tidak senang, yang mungkin melukai perasaan.”

“Blog saya adalah sebuah jawaban dari apa yang tengah terjadi. Saya bukannya menyulut api permusuhan.”

“Ada beberapa orang Muslim yang meminta pengikutnya untuk mengambilalih kekuasaan, membuka perekrutan jihad dan menggalang dana.”

“Saya telah menulis beberapa kata dalam sebuah blog.” Juru bicara wanita Kepolisian Bedfordshire mengatakan: “Saya bisa menegaskan bahwa seseorang yang dulu pernah ditahan atas dugaan memantik kebencian rasial dan sudah dibebaskan kembali dengan membayar jaminan, telah kembali kemari pada bulan Mei.”

“Dia belum dikenakan tuduhan, namun dia dengan sukarela menyerahkan dirinya.” (dn/lde)

sumber: suaramedia.com

Hukum Syariah Segera Geser Perbankan Eropa!

MANAMA – Ketika para investor menggantungkan harapan mereka pada sistem perbankan Islam sebagai model yang lebih aman dalam masa krisis dibanding dengan perbankan Barat yang terpukul keras oleh kegentingan ekonomi, perbankan Islam harus mengembangkan tingkat pengawasan dan perjanjian dengan ancaman yang kurang jelas dari paksaan konsolidasi ketika industri meluas, para ahli mengatakan pada sebuah konferensi tingkat tinggi pada Selasa lalu.

Sistem perbankan Islam dapat menjadi model baru bagi perbankan global jika mereka mengambil tantangan dari tingkat pembukaan untuk mengembangkan potensi perkembangan industri, kata para ahl, Perbankan Islam Konferensi Tingkat Tinggi Finansial diadakan serempak di Dubai, London, dan Kuala Lumpur.


Analis finansial Barat secara meningkat menunjuk pada kegagalan dari “kapitalisme lama” dan model perbankan komunis. Dan perbankan barat telah merekam dalam sistem perbankan Islam, merancang peralatan yang memperbolehkan 1,3 miliar Muslim untuk berinvestasi sambil masih tunduk dengan kepercayaan sistem mereka.

Pusat di Paris dan London bersaing untuk menjadi pusat finansial Islam untuk pasar Barat terutama sejak aset-aset potensial yang menuruti hukum Islam diperkirakan antara $700 juta dan $1 triliun.

Bagaimanapun juga, kurangnya sistem finansial yang berstandar Islam dan kesalahan manajemen dari obligasi karena kurangnya pengawasan, menghalangi masa depan dari industri tersebut. Baru-baru ini, sistem perbankan syariah terbuka bagi bermacam-macam interpretasi karena sifat dasar yang terbuka tanpa akhir dari hukum Islam. Hal ini menyebabkan standardisasi dari praktisi-praktisi industri yang menyebrangi daerah kekuasaan – penting untuk mengurangi resiko, sulit tanpa pemantauan lebih dekat.

Sebuah contoh dari kurangnya penyeragaman aplikasi ini adalah "Bai Bithaman Ajil" (pembayaran penjualan yang tertunda) yang disetujui oleh para pengatur Malaysia tetapi ditolak oleh mereka yang berada di Timur Tengah.

Sohail Zubairi, ketua eksekutif dari Dar al-Sharia konsultasi, sebuah perusahaan yang dirancang oleh Bank Islam Dubai tahun lalu, mengatakan bahwa perbankan Islam telah melaporkan bahwa $10 sampai 15 miliar saham Islam merugi sejak awal krisis finansial karena perbankan tersebut menyusunnya dengan tidak benar dari awal.

Zubairi mengatakan bahwa paksaan konsolidasi bisa jadi masa depan dari industri perbankan Islam jika kurangnya likuiditas dari krisis ekonomi menghantam berkembangnya sektor yang berdasarkan syariah.

“Dalam skenario ini segalanya mungkin terjadi. Terdapat ancaman sesungguhnya pada bisnis perbankan Islam,” Zubairi mengatakan, menunjukkan pada sektor peminjaman Islam secara keseluruhan. “Jika likuiditas tidak kembali, kami tidak akan dapat melanjutkan bisnis kami.”

Zubair memprediksi bahwa kurangnya likuiditas dibatasi untuk menghantam perbankan retail islam, memaksa bank yang mungkin jatuh dan disarankan untuk merjer atau bergabung dan akuisisi sebagai satu jalan keluar dari skenario potensial krisis.

“Perbankan Islam tidak akan mengambil pengukuran suka rela apa pun; mereka harus mendapatkan lebih besar dan satu jalan bisa jadi suatu merjer,” Zubair menjelaskan, menambahkan bahwa pemerintah-pemerintah akan harus menaruh tekanan pada bank-bank untuk membuat kemungkinan merjer, sebagaimana dengan kasus akuisisi Bank Amerika dari Merril Lynch. Selain itu, bank-bank akan ditutup sebagaimana kasus Lehman Brothers, yang ditutup sebagai hasil dari krisis finansial global.

“Apa yang anda taruh pada lembaran saldo, bagaimana anda memperlakukan sebuah rekening, penyaluran keuntungan, semua masalah tersebut harus ditaruh pada bagian depan pembakar sekarang, dan dilihat kembali dalam pandangan praktek nyata,”

Mohamad nedal Alchaar, sekretaris jendelar dari Organisasi Akuntan dan Audit untuk Institusi Islam (AAOIFI) mengatakan pada sebuah konfrensi tingkat tinggi di MANAMA.

Alchaar menambhkan bahwa badan yang merancang standar bagi perbankan Islam mempertimbangkan dan mengeluarkan standar terpisah untuk investasi perumahan dan investasi dalam saham dan obligasi Islam yang disebut sukuk.

AAOIFI – the Accounting and Auditing Organization for islamic Financial Institustion – merupakan sebuah standar yang berpengaruh merancang badan bagi industri finansial Islam dan berharap bahwa dalam beberapa waktu ini, organisasi tersebut akan membatasi dalam meninjau dan memodifikasi standar. (ppt/aby)

sumber : suaramedia.com

Ajakan menjalin Tali silahturahmi dengan para Blogger dan web master

As salamu'alaikum wr.wb

Menjalin tali silahturahmi adalah sebuah kebutuhan dan kewajiban seorang muslim dengan manusia lainnya,sebagaimana Firman Allah ini :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

audio[49:13] Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.


demikian juga banyak Hadis menjelaskan tentang keutamaan Silahturahmi

  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra. dia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk sehingga setelah selesai menciptakan mereka, bangkitlah rahim (hubungan kekeluargaan) berkata: Ini adalah tempat bagi orang berlindung (kepada-Mu) dengan tidak memutuskan tali silaturahmi. Allah menjawab: Ya. Apakah kamu senang kalau Aku menyambung orang yang menyambungmu, dan memutuskan orang yang memutuskanmu? Ia berkata: Tentu saja. Allah berfirman: Itulah milikmu. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Bacalah ayat berikut ini kalau kalian mau: Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan telinganya dan dibutakan matanya. Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran ataukah hati mereka terkunci. (Shahih Muslim No.4634)

  • Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Rahim (tali persaudaraan) itu digantungkan pada arsy, ia berkata: Barang siapa yang menyambungku (berbuat baik kepada kerabat), maka Allah akan menyambungnya dan barang siapa yang memutuskan aku, maka Allah pun akan memutuskannya. (Shahih Muslim No.4635)

  • Hadis riwayat Jubair bin Muth`im ra.:
    Dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda: Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan. (Shahih Muslim No.4636)

  • Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
    Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang merasa senang bila dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung hubungan kekeluargaan (silaturahmi). (Shahih Muslim No.4638)

maka bagi yang berminat untuk saling berbagi informasi link atau artikel yang dikelola oleh muslim,maka kami perlu membuat halaman khusus untuk menampung keinginan tersebut.

bagi yang berminat bisa langsung memasukan link Blog kami, kedalam blog yang anda kelola, selanjutnya anda bisa menginformasikannya dikolom komentar dithread ini, agar selanjutnya kami tindak lanjuti agar link tersebut bisa dimasukan kedalam "WEB / Blog TEMAN" di blog kami.



setidaknya inilah blog yang kami kelola :

setidaknya memulai dari saling mengenal kemudian merajut tali silaturahmi ,semoga usaha ini bisa menjadi awal untuk mewujudkan ukhuwah islamiyah di dunia maya.

dan bisa bermanfaat

wassalam

Admin

Idris De Vries : Kun Faya Kun, Kalau Tuhan ada sudah sepatutnya memiliki sifat seperti itu!

Aku berkata pada diriku sendiri “Demi Tuhan! kalau Tuhan itu memang ada, maka sudah sepatutnya ia memiliki sifat seperti itu!”.Aku besar di wilayah utara Belanda. Di sana jarang sekali ditemukan warga keturunan asing. Satu-satunya agama yang kuketahui sejak kecil adalah Kristen. Aku pun menganut agama tersebut meski tidak begitu meyakininya. Aku sudah ragu tentang konsep Trinitas sejak kecil.

Bagaimana mungkin Tuhan bisa berperan sebagai "Anak Tuhan' di saat yang bersamaan? Bagaimana mungkin Tuhan membiarkan Anak-Nya sendiri mati disalib oleh para pembangkang? Bagaimana mungkin Anak Tuhan bisa dibangkitkan kembali oleh Tuhan ke surga, padahal Anak Tuhan tersebut adalah Tuhan itu sendiri? Maka meski sejak kecil aku percaya bahwa Tuhan itu memang ada, tapi aku tidak meyakini kebenaran Kristen, satu-satunya agama yang kukenali saat itu.

Di saat usiaku 13 atau 14 tahun, ketika bersepeda ke sekolah, aku sempat merenung bahwa Tuhan memang ada tetapi tidak yang sebagaimana diajarkan dalam agama Kristen. Hingga berusia 19 tahun, aku percaya bahwa tidak ada agama yang turun langsung dari Tuhan, dan tiap manusia harus mencari-cari keberadaan dan hubungan dengan Tuhan secara sendiri-sendiri.

Namun itu semua berubah ketika kuputuskan untuk membaca terjemahan Alquran. Itu bukan untuk mencari-cari agama yang diturunkan Tuhan tetapi untuk mencari tahu apa-apa yang diyakini oleh jutaaan penganut agama Islam di dunia.

Aku mulai membaca Alquran dari awal surat, hingga kemudian suatu malam sampai pada surat Maryam, yang mana Allah berfirman tentang perkataan-perkataan yang diucapkan kaum Nasrani tentang-Nya dan Nabi Isa as. Allah menyatakan, “Kami Jadikan' dan terjadilah ia (kun faya kun).” Setelah membaca ayat tersebut, aku berkata kepada diri sendiri, “Demi Tuhan! kalau Tuhan itu memang ada, maka sudah sepatutnya ia memiliki sifat seperti itu!” Ia tidak memiliki anak, dan cukup bagi-Nya untuk menyatakan 'Terjadilah' maka terjadilah!'

Sejak itu aku yakin bahwa inilah agama yang benar. Aku mulai mengubah kebiasaanku sebelumnya seperti minum alkohol atau makan daging babi. Aku juga berusaha berpuasa pada Ramadhan. Semua kulakukan sendirian.

Pada usia 24 tahun, setahun setelah aku lulus kuliah, aku ke Belanda bagian selatan. Di sana banyak para pendatang Muslim baik dari Turki dan negara-negara lainnya. Di sinilah aku mencari tahu tentang Islam. Alhamdulillah aku bertemu dengan seorang imam masjid. Sayangnya ia kurang mahir berbahasa Belanda. Aku kemudian diperkenalkan dengan anaknya seorang aktivis dakwah. Dari anak imam masjid inilah aku mengenal Islam melalui jalan yang benar, dari thariqul iman (jalan menuju iman) hingga bagaimana Islam kaffah itu. Saat itulah aku masuk Islam.

Jelas langkahku ini membuat orangtuaku tidak suka. Namun mereka tidak sampai mengusirku karena mereka tetap menganggap aku sebagai anak yang harus tetap dicintai. Tapi aku sendiri agak sulit mencintai mereka karena kekafirannya.

Ketidakadilan Barat


Aku selalu hidup di dunia Barat. Aku juga tidak terlahir sebagai Muslim.

Aku melakukan semua hal yang biasa dilakukan oleh para remaja seusiaku yang kupikir akan membuatku senang. Tapi tetap saja tidak pernah merasa senang. Kini setelah menemukan jalan kebenaran, aku menyadari bahwa semua perilaku di masa lalu untuk mencari ketentraman itu adalah sebab kenapa aku tidak pernah merasa bahagia.

Di samping itu aku juga selalu merasakan betapa dunia ini dicengkeram oleh ketidakdilan. Aku ingat ketika berumur 8 atau 9 tahun menyaksikan berita tentang kebrutalan tentara zionis Israel terhadap dua anak Palestina. Aku sempat menangis melihatnya, kenapa ada manusia yang bisa melakukan hal tersebut kepada manusia lainnya.

Kemudian, ketika beranjak dewasa dan menjadi mahasiswa ekonomi, aku mulai membenci sistem ekonomi yang kupelajari, karena sistem tersebut tidak mengenal adanya belas kasihan. Aku selalu bepikir mengapa manusia harus selalu berjuang untuk bisa bertahan hidup? Kenapa manusia tidak bisa saling mengasihi dan menolong satu sama lainnya. Aku sempat melihat adanya sifat saling membantu dalam sistem sosialisme. Namun sejak keambrukannya, aku tidak yakin untuk bisa mendukung sistem sosialisme secara sepenuhnya. Maka aku tidak punya pilihan lain kecuali mengikuti sistem kapitalisme.

Namun sejak aku mendapatkan hidayah untuk menemukan Islam, aku kini tahu bahwa alternatif dari kapitalisme itu ada. Aku melihat ada masalah yang sama selama ini di dunia seperti penindasan, kemiskinan, dan monopoli kekayaan. Dulu aku pesimis apakah permasalahan tersebut akan bisa diselesaikan sehingga tidak terlalu banyak memusingkan. Tapi kini aku bisa berpikir lebih jernih. Ternyata banyak sekali yang bisa dilakukan dan yang harus dilakukan. Jadi, aku yakin bahwa Islam mampu menyelesaikan semua masalah di dunia sekarang. Dan aku pikir juga tidak sendirian.

Krisis kredit macet memang telah menghancurkan harapan umat Islam terhadap sistem Kapitalisme. Apabila kita bertanya kepada umat Islam hari ini, kita akan dapatkan tanggapan bahwa pada akhirnya hanya Islam yang menjadi harapan sebagai solusi. Artinya, kembalinya sistem Islam dalam bentuk negara sudah mulai tampak di horison. Pertanyaannya bukan lagi apakah negara Islam akan kembali hadir, namun kapan ia akan kembali terbentuk.

Sebagai seseorang yang mempelajari sistem ekonomi Islam dan ekonomi Kapitalisme, aku sangat berharap semakin cepat Islam kembali adalah semakin baik. Ketika itu terjadi maka akan terhenti semua macam penindasan terhadap manusia yang selama ini menguntungkan segelintir kelompok manusia yang lain. Lebih jauh lagi, pemiskinan masyarakat yang memperkaya kelompok yang lain juga akan berakhir. Hari itu adalah hari berakhirnya kegelapan dan terbitnya cahaya kehidupan di bawah tuntunan yang benar. Karena itu tantangan bagi umat Islam sekarang adalah bagaimana menjelaskan Islam itu dalam perspektif yang benar.[] pendi, olahan wawancara/mediaumat

sumber : swaramuslim.net

Pengaruh Masjid Dalam Politik Amerika

Di Amerika, Masjid digunakan bukan hanya sekedar tempat di mana umat Muslim berdo’a.

Masjid lebih dianggap sebagai rumah spiritual bagi komunitas muslim, hubungan budaya, sosial dan pusat kesadaran politik yang menjadi satu.

“Fungsi dasar dari pusat Islam pada khususnya di Amerika adalah untuk menampung kebutuhan keagamaan, spiritual, sosial dan kebutuhan warga negara dari anggotanya.,” Imam Mahdi Bray, Direktur eksekutif dari Yayasan Kebebasan MAS (MAS Freedom Foundation),

“Singkatnya, dakwah, pendidikan, dan pelayanan komunitas.”

Abdus Sattar Ghazali, seorang sarjana dan penulis yang berbasis di California, menetapkan bahwa Masjid-Masjid dan Pusat Islam memainkan sebuah peranan yang sangat penting bagi komunitas Muslim Amerika.

“Banyak pusat Islam mempunyai balai yang sangat luas dimana anggota komunitas dapat mengadakan acara sosial mereka di sana,” ia mengatakan.

“Beberapa pusat Islam memiliki sekolah-sekolah Islam di mana anak-anak belajar dari tingkat Taman Kanak-Kanak sampai SMA.”

Dawud Walid, Direktur Eksekutif dari Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) cabang Michigan, menetapkan bahwa masjid-masjid di Amerika Serikat memiliki lebih banyak tanggung jawab dari pada masjid-masjid yang berada di negara-negara Islam.

“Peranan dasar dari pusat Islam di Amerika tidak hanya untuk melayani kebutuhan spiritual tetapi juga melayani sebagai penghubung untuk sosialisasi”.

Ia percaya bahwa Masjid-Masjid memainkan peranan dalam menyembuhkan sosio-etnik yang dalam menurut sejarah membagi di dalam komunitas Muslim.

“Komunitas dapat menjadi lebih dipersatukan selama pusat-pusat Islam berkomunikasi satu sama lain dan menghindari isolasi berdasarkan variasi etnik.”

Masjid-masjid dan pusat-pusat Islam juga memainkan sebuah peran kunci dalam meningkatkan kesadaran politik di antara komunitas Muslim.

“Sebagai aktivis Muslim, saya tidak dapat lebih menekankan pentingya dampak yang pusat-pusat Islam, imam, dan khotbah mainkan dalam meningkatkan kesadaran diantara Muslim,” Bray mengatakan.

“Pada faktanya, pusat-pusat Islam adalah komponen yang paling penting di dalam komunitas Islam dalam melengkapi fungsinya.”

Menjadi seorang Imam, Sheikh Shaker Elsayed dari masjid Al-Hijra dan pusat Islam di Falls Church, Virginia, menegaskan bahwa kesadran politik merupakan bagian yang penting dari aktivitas-aktivitas masjid.

“Kami telah sangat terlibat dalam proses politik,” ia mengatakan kepada IOL.

“Kami bekerja dengan Gubernur, Senator dan anggota Kongres jadi menanyakan pertanyaan-pertanyaan dan menanyakan isu-isu untuk kepentingan komunitas kami.”

Selama pemilihan presiden baru-baru ini, Masjid memainkan sebuah peranan penting dalam mobilisasi Muslim untuk mendaftarkan dan memilih.

89 persen dari pemimpin Masjid percaya bahwa Muslim harus lebih terlibat dalam proses politik, menurut sebuah studi pemahaman yang diadakan CAIR.

Walid, pemimpin CAIR Michigan, percaya peranan kesadaran politik dari Masjid-Masjid dapat menjadi senjata untuk memerangi Islamophobia, yang telah semakin buruk di Amerika Serikat semenjak serangan 9/11.

Pusat-pusat Islam memiliki sebuah peranan kunci dalam menciptakan kesadaran dalam semua masalah yang mempengaruhi kehidupan dari pentingnya pendidikan untuk kebutuhan Muslim menjadi secara kewarganegaraan terikat dengan masyarakat yang lebih luas, yang merupakan cara terbaik untuk memerangi Islamophobia.”

sumber :suramedia.com


Kodiran Salim : Membentengi Akidah dengan Mempelajari Agama Lain

Muntilan, Jawa Tengah, 12 tahun silam. Kodiran Salim yang kini dikenal sebagai seorang kristolog, mengalami peristiwa yang akan mengubah perjalanan hidup religinya.

Peristiwa itu, seorang anak tetangga berusia 10 tahunan mendatanginya dan menyatakan ingin pindah agama lain. Dia terperangah dan lantas bertanya kenapa ?. Si anak menjawab singkat, ''Karena tuhan kita tidak kelihatan.''

Selidik punya selidik, ternyata si anak ini sebelumnya bermain ke rumah teman sebayanya yang beda agama. Di sana dia diajak main ke kamar temannya tersebut. Ketika asyik bersenda gurau, si anak ini heran melihat ada gambar seorang pria yang tertempel di dinding kamar. ''Siapa itu?'' tanya dia. Kemudian dijawab, ''Itu tuhan saya. Dia yang menjaga saya kalau sedang tidur. Kalau tuhanmu mana?'' teman tadi balik bertanya. Tak ada jawaban yang keluar dari mulut si anak.

Berawal dari kejadian inilah, Kodiran merasa trenyuh dan prihatin. Keinginan si anak pindah ke agama lain sangat menyentuh hati. Bukan salah anak tersebut, tapi sedari dini seorang Muslim seharusnya dibekali pendidikan agama yang cukup. Tapi masalahnya, bagaimana cara yang efektif untuk mengajarkan dan menanamkan keimanan kepada umat sejak dini?

''Sungguh ironis, umat Islam sendiri banyak yang belum paham Islam serta Kitab Suci Alquran, baik bacaan apalagi maknanya,'' tutur Kodiran. Di lain, katanya, pihak umat agama lain justru serius mempelajari Islam.

Menurutnya, sangat berbahaya apabila umat Islam tidak membentengi akidahnya. Pemahaman yang sepotong-sepotong terhadap inti ajaran Islam bakal membuat umat tergerus keimanannya. Terdorong keinginan memajukan dan membentengi akidah umat, Kodiran pun tergerak untuk mengkaji Alquran secara lebih mendalam.

Tak hanya itu, Kodiran juga mempelajari agama lain. Pendek kata, selama sepuluh tahun lebih ayah tiga anak ini serius mempelajari kitab suci agama lain. Dia menyebut kegiatannya sebagai kajian lintas kitab suci. ''Salah satu cara membentengi akidah, ya mempelajari agama lain,'' ujarnya.

Dorongan mempelajari agama lain semakin kuat manakala dia berkenalan dengan sejumlah mualaf -- orang yang baru memeluk agama Islam. Ia menyebut beberapa nama: Dr Bambang Sukamto, Samsul Arifin Nababan, Iksan Mokoginta, Romanus Lasiman, dan David Mandey. Kodiran terperangah begitu mengetahui mereka yang baru masuk Islam ini jauh lebih kritis dan serius dalam beragama.

Kodiran langsung teringat pada surat Al-Maidah ayat 54. Dinyatakan, jika banyak umat Islam yang sudah mengendur imannya akan didatangkan suatu kaum yang penuh kasih sayang terhadap umat Islam dan keras kepada kaum kafir. ''Dan saya berpendapat yang dimaksudkan dengan 'suatu kaum' dalam surat Al-Maidah tadi adalah orang-orang mualaf tersebut,'' ungkapnya.

Sejak itu Kodiran mempunyai kepedulian terhadap para mualaf. Bersama mereka, dia bahkan mendirikan forum komunikasi lembaga pembina mualaf yang akan di-/launching/ tanggal 26 April mendatang.

Kodiran menjelaskan, tidak terlampau sulit mempelajari agama lain. Cukup dengan membaca kitab suci dan buku-buku agama. ''Saya senang membaca kisah sejarah, dan kebetulan dalam Injil banyak cerita yang ternyata menarik. Jadi tidak terlalu sukar memahaminya.''

Hasil kajiannya itu lantas dia bandingkan dengan pemahamannya mengenai Alquran. Rangkumannya oleh Kodiran dibuatkan buku perbandingan agama.

Pengetahuan agama ini kemudian 'difungsikan' untuk menjelaskan dan menyadarkan inti ajaran agama kepada pemeluk Islam dan orang-orang yang baru memeluk agama Nabi Muhammad SAW itu. Dia banyak berdakwah di masjid, kampus, kantor, dan majelis taklim. Di samping itu Kodiran juga sering berdialog dengan kalangan non-Muslim seperti pernah dilakukan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan.

''Berdialog secara baik-baik dan hanya bertujuan mencari kebenaran. Lepaskan atribut keagamaan kita, kemudian berkomunikasi membahas apa esensi Islam dan agama lain itu,'' Kodiran menjelaskan.

Menurutnya, dalam berdialog itu tidak ada paksaan dan murni mencari kebenaran. ''Dalam surat Al-Baqarah ayat 256 jelas dikatakan bahwa tidak ada paksaan untuk masuk Islam. Juga tidak boleh memaksa tapi cukup memberi peringatan,'' urai Kodiran.

Dalam berdakwah ala Kodiran itu tidak hanya dilaksanakan di podium tapi juga di luar ruang tertutup, dan dilakukan secara personal. Hari Ahad misalnya, Kodiran suka naik bis dan mengajak ngobrol orang-orang yang ditemuinya. Dari situ, jika yang bersangkutan tertarik, dialog bisa berlanjut.

Ada pengalaman menarik. Seorang pemeluk agama lain pernah berdiskusi hampir tiga bulan dengan Kodiran. Setelah tahu kebenaran agamanya, orang tersebut justru memilih masuk Islam. Kodiran berprinsip, dalam mengislamkan seseorang yang penting bukan bagaimana mengucapkan Dua Kalimat Syahadat, tapi memberi pemahaman terlebih dahulu tentang Islam. ''Setelah itu barulah dituntun Dua Kalimat Syahadat.''

Kodiran mencatat, ada dua alasan mengapa orang dari agama lain beralih masuk Islam. Pertama, karena sudah memahami Islam dan ajaran agama yang dipeluk sebelunya. Kedua, karena pernikahan.

Akan tetapi, lanjut Kodiran, perlu dicermati karena banyak yang masuk Islam karena hanya agar bisa melangsungkan pernikahan. Yang terakhir ini, menurutnya, banyak yang melakukannya hanya sekadar formalitas. ''Jadi harus hati-hati dengan perkawinan lintas agama. Sudah banyak kejadian yang ujung-ujungnya merugikan umat Islam,'' tukasnya.

Menurutnya, banyak orang yang sebenarnya memahami dan bahkan mengakui kebenaran Islam. Hanya saja, baik karena harga diri, gengsi, atau alasan lain, mereka masih enggan memeluk agama Islam.

Kadiran enggan menyebutkan berapa banyak orang yang sudah ia Islamkan. Ia mengatakan, hal itu tidak terlalu signifikan dibicarakan. Yang terpenting, katanya, adalah upaya untuk meneguhkan kebenaran Islam dan membentengi akidah umat.

Setelah sekian lama berkutat dengan kajian lintas agama, Kodiran merasa bersyukur semakin banyak orang yang bisa ia bimbing. Ia sendiri juga mengaku semakin kuat imannya. ''Saya juga semakin yakin bahwa Islam merupakan agama yang paling benar.''

Kodiran lebih jauh mengemukakan, banyaknya orang Islam yang lalai dan tidak paham Alquran tidak terlepas dari pengaruh orientalis Snouck Horgronye. Nama yang terakhir ini sengaja 'dipasang' pemerintah kolonial Belanda untuk melemahkan iman penduduk pribumi. Horgronye dalam berbagai kesempatan selalu menekankan agar dalam membaca Alquran yang dipentingkan adalah seni membacanya. ''Seni membaca Alquran memang penting, tapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana memahami dan melaksanakannya.''

Menurut Kodiran, untuk memahami Islam seseorang tidak perlu menjadi ahli. Tapi, katanya, minimal ia tahu makna agama yang dipeluknya. ''Inti ajaran Islam adalah berbuat baik dan tidak mempersekutukan Allah. Namun kini sebagian umat lebih suka mengejar tauhid tapi mengabaikan perbuatan baik,'' ia menegaskan.

Untuk menyadarkan umat, menurutnya, mesti disesuaikan dengan karakteristik mereka. Bagi mereka yang intelektual bisa diarahkan ke pemikiran yang sesuai petunjuk Allah dalam Alquran. Sedangkan untuk kalangan bawah dengan perumpamaan. ''Ada kepuasan tersendiri kalau bisa menyadarkan orang lain,'' kata Kodiran yang punya moto kalau mempunyai kesenangan, berbagilah dengan orang lain agar kesenangan itu bermanfaat.

Menilik model pendidikan agama di pesantren-pesantren, Kodiran sependapat jika harus ada pembenahan. Sebab, di pesantren kini lebih banak mempelajari kitab-kitab buatan manusia sebagai rujukan pertama. Sementara Alquran kurang disentuh padahal itulah sumber ilmu.

Ia mengibaratkan seseorang yang naik pohon. Katanya, orang yang memanjat pohon harus dari batangnya, baru ke dahan dan ke ranting. ''Tapi yang ada kini justru naik tangga untuk ke ranting. Akibatnya banyak yang tidak tahu fungsi menjalankan ibadah.''

Ia mencontohkan tentang ibadah shalat. Menurutnya, karena banyak yang tidak memahami shalat dalam hubungannya dengan kehidupan, lantas banyak yang menggerutu. Shalat dirasakan menjadi beban dan bukan kebutuhan. Akibat lanjutannya, umat Islam menjadi mudah masuk perangkap sistem pendangkalan akidah. yusuf assidiq (RioL)

BIODATA


Nama : Kodiran Salim
Kelahiran : Muntilan, Jateng, 6 Juni 1946
Status : Berkeluarga, istri, tiga anak dan dua cucu
Pekerjaan : Wiraswasta
Pendidikan : Sarjana akuntansi YAI
Organisasi : - MT Al-Manthiq (sekretaris)
- Ulil Albab (ketua umum)
- Fakta (pendiri)
- Korps Mubaligh Muhammadiyah Jakarta

Diam-Diam Gedung Putih Rayakan Pesta Yahudi


Presiden AS Barack Obama diam-diam rupanya telah mengatur jadwal untuk merayakan hari raya umat Yahudi, Hari Pessah, pada Kamis lalu bersama rekan-rekannya yang diyakini sebagai yang pertama kalinya diadakan oleh Presiden AS di Gedung Putih.

Acara tersebut dimulai dengan pawai sejak Selasa sebelumnya, dan diakhiri dengan penandatanganan surat oleh Obama yang menyatakan hari tersebut sebagai hari nasional yang menenangkan dan menentramkan.

Hari Pessah sebelumnya juga dirayakan oleh pendahulu Obama, mantan Presiden George W Bush dan Bill Clinton, namun merupakan yang pertama kalinya dirayakan di Gedung Putih.

“Ini adalah berita gembira,” kata Steve Rabinowitz. “Meski merupakan tindakan yang ekstrim untuk mengadakan acara keagamaan di Gedung Putih.”

William Daroff, kepala Komunitas Yahudi Bersatu di Washington, mengingatkan bahwa pada 1943 Presiden AS Franklin D. Roosevelt pernah membanting pintu Gedung Putih ketika kelompok Rabbi melakukan pawai sebagai bentuk penolakan terhadap gerakan penyelamatan Yahudi Eropa dari Nazi.

“Dan mengejutkan 66 tahun berikutnya Presiden AS merayakan hari kebebasan Yahudi. Hal tersebut menunjukkan adanya Jiwa Yahudi dalam setiap manusia,” tambahnya.

Jutaan Yahudi berkumpul di Yerussalem untuk merayakan Hari Matahari. Hari raya tersebut dirayakan setiap 28 tahun sekali. (SuaraMedia News)

Jutaan Yahudi berkumpul di Yerussalem untuk merayakan Hari Matahari. Hari raya tersebut dirayakan setiap 28 tahun sekali. (SuaraMedia News)

“Yahudi memiliki peranan dalam sejarah Amerika. Dan kini Gedung Putih membuka pintu mereka lebar lebar, seperti mengeratkan hubungan Amerika-Yahudi yang telah erat sebelumnya. Malam yang sangat berbeda dengan malam lainnya,” ungkap Daroff.

Dia mengatakan hari raya tersebut merupakan pesan bagi dunia internasional, bahwa Yahudi telah diterima di seluruh dunia, termasuk blok Barat yang terkenal akan anti-Islamnya.

Dalam suratnya, Obama menyebut bangsa Yahudi sebagai bangsa yang pantang menyerah, dimana berjuang dari penjajahan hingga ke Tanah Kemerdekaan Israel. Dia juga menyebut hari raya tersebut sebagai inspirasi bagi dunia yang masih terjajah.

Bangsa Yahudi menurut sejarahnya telah mendapat pengusiran di seluruh negara yang mereka datangi, karena dianggap sebagai bangsa perusak.

Dalam daftar tamu yang menjadi undangan Gedung Putih, termasuk istrinya Michelle Obama dan anak-anaknya, serta para staff pemerintahannya dan teman-temannya.

Tahun lalu, Obama juga merayakan hari raya yang sama meski di tempat yang berbeda.

Menurut salah satu sumber, Obama memaksa mengadakan hari raya tersebut tahun ini di Gedung Putih.

Sejak kampanye kepresidenannya tahun lalu, Obama memang terkenal akan kontroversi keagamaannya.

Karena kulit hitamnya dan darah orang tuanya, banyak orang yakin bahwa Obama merupakan Muslim, meski dia menolak dan mengatakan bahwa dia sepenuhnya Kristen.

Namun dalam beberapa waktu yang lain, Obama terlihat akrab dengan kehidupan Yahudi, bahkan seringkali mengikuti tradisi kaum Zionis ini. Beberapa media merilis surat permohonannya ketika berada di Tembok Ratapan Yerussalem beberapa saat setelah pelantikannya sebagai Presiden AS.

Berikut isi surat tersebut:

"Lord,

Protect my family and me. Forgive me my sins and help me guard against pride and despair.

Give me the wisdom to do what is right and just.

And make me an instrument of your will."

(Tuhan,

Lindungi keluargaku dan aku. Maafkan segala kesalahanku dan tuntun aku dalam melawan kejahatan.

Berikan aku kebijaksanaan dalam menegakkan keadilan.

Dan jadikan aku alat dari keinginanMu.") (al/jp)


sumber : SuaraMedia.com