Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Al-Arqam Islamic School menjadi contoh sekolah Islam yang paling disukai di Islamic School ScaramentoSacramento, ibukota negara bagian California, AS. Para siswanya diajarkan berbagai pelajaran tentang cara hidup dalam Islam.

"Mereka mengajarkan kami tentang Islam," ujar Ramseesha Sattar, siswa berusia 14 tahun di Sekolah Al Arqam.

Di dalam sekolah, anak perempuan memakai jilbab, berpakaian secara sederhana dan berbicara dengan santun saat mengobrol dengan anak laki-laki.

"Saya senang sekolah di sini. Saya tidak keberatan dengan berbagai aturan," ujar Sattar.

Didirikan 11 tahun lalu, Al Arqam School adalah satu-satunya sekolah tinggi Islam yang menyeluruh dan sehari penuh di California. Sekolah ini resminya diakreditasi dari Western Association of Schools and Colleges (WASC).

Baru-baru ini, Al Arqam School diterima untuk program pengajaran akademi tingkat sarjana muda internasional. Ini merupakan sekolah swasta pertama di Sacramento yang mendapat status untuk program International Baccalaureate (setingkat sarjana muda).

Saat ini Al Arqam School menampung lebih dari 300 siswa dan memiliki daftar cadangan untuk sekitar 50 siswa, kebanyakan untuk kelas tingkat rendah. Pihak sekolah berharap semakin banyak siswa yang mendaftar setelah banyak orangtua lebih suka bila anaknya sekolah di sana agar mendapatkan pendidikan Islam yang bernilai.

"Masyarakat kami memberi nilai lebih un-tuk pendidikan. Mereka mencari lingkungan di mana anak-anak dapat mempraktekkan nilai-nilai relijius," ujar Dalia Wardany, wakil kepala sekolah.

Siswa yang bersekolah di Al Arqam berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda, termasuk dari beragam etnis dan kebudayaan. Namun begitu, para siswa berbagi satu agama, makanan yang sama dan seragam sama.

Saat jam menunjukkan pukul 1.15 siang, para siswa istirahat dari belajar dan menunaikan salat. "Tidak ada sekolah lain yang menawarkan pendidikan seperti ini," ujar Gihad Silmi, orangtua yang menjadi relawan di sekolah itu.

Al Arqam juga membantu warga Amerika untuk memahami dengan lebih baik tentang gaya hidup umat Islam.

"Sekolah ini membuka mata saya. Saya terkesan dengan anak-anak. Mereka begitu penuh hormat, khususnya saat berbicara dengan guru," ujar Angelique Bradley, orangtua dari siswa kelas tujuh dari SD St Francis yang berkunjung ke Al Arqam untuk belajar tentang Islam.

Namun, tidak semua orang Amerika memiliki pemahaman yang sama. Ossama Kamel (15) biasa berolahraga dengan teman-temannya yang non-muslim. Mereka kerap mengejeknya karena jumlah siswa di Al Arqam hanya sedikit dan sekolahnya hanya mengajarkan ajaran Islam. "Mereka pikir, kami dilatih jadi teroris," ujarnya.

Jajak pendapat yang dilakukan Pew Research Center menunjukkan bahwa mayoritas warga AS hanya tahu sedikit tentang praktik Islam dan tidak melihat kesaman pandangan antara Islam dan Kristen. "Padahal kami belajar untuk menjadi warga muslim Amerika yang baik," ujar Kamal.


sumber : [iol/www.hidayatullah.com]

About Admin

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments: