Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Menjadi seorang remaja sekolah menengah di AS bukan perkara yang gampang. Karena pada masa-masa inilah para remaja harus menghadapi berbagai tekanan dari teman-teman sebayanya. Tantangan itu makin berat buat Bilqis Abdul-Qaadir, seorang remaja Muslim karena ia mengenakan jilbab.

Sejak memasuki masa pubertas, Bilqis memilih mengenakan jilbab. Sejak itu ia sering diejek dan diledek karena jilbab yang dikenakannya. Tapi Bilqis punya prestasi cemerlang di bidang bola basket dan ia diproyeksikan akan menjadi pemain basket Muslimah pertama berjilbab dalam sejarah club bola basket di Massachusetts dan di Divisi I NCAA, sebuah organisasi olahraga tingkat mahasiswa terbesar di dunia.

Bilqis mengakui, mengenakan jilbab di tengah masyarakat AS yang masih fobia pada Islam bukan sebuah pilihan yang baik, tapi Bilqis tidak mau menjadikannya sebagai penghalang untuk maju.

"Saya harus membiasakan diri dengan jilbab, betatapun beratnya buat saya. Minggu-minggu pertama saya di sekolah, ibarat ujian buat saya," kata Bilqis pada Sport Illustrated.

Bilqis mengatakan bahwa ujian itu tidak mudah untuk dirinya. Beberapa kali ia harus menolehkan kepala pada orang yang menyebut jilbabnya "taplak meja yang digunakan di kepala" atau menyebut kata "teroris" ke arahnya.

Seorang teman yang dulu satu tim dengn Bilqis di klub bola basket, pada Boston Globe menuturkan, "Kadang-kadang ada orang yang meneriakinya 'teroris!'. Bilqis marah, tapi ia tidak menumpahkan kemarahannya. Saya tidak tahu bagaimana ia mengatasinya. Dia hanya menerimanya."

Sebelum mengenakan jilbab, Bilqis bergabung dengan tim bola basket New Leadership Charter School di Springfield, Massachusetts. Kemampuannya mencetak skor hingga 3.000 poin membuat banyak orang kagum, termasuk para kritikus bola basket. Bilqis telah membuktikan sebagai pemain bola basket yang berbakat dan ia kini sedang menunggu untuk menjadi salah satu pemain Divisi I NCAA.

Bilqis sedang menyiapkan diri masuk kuliah dengan beasiswa penuh dari cabang olahraga bola basket. Ia berharap bisa menjadi seorang ahli bedah jantung dan rencananya akan muali kuliah musim gugur mendatang di Memphis.

"Saya ingin sekali menjadi inspirasi bagi para remaja Muslimah yang ingin menjadi pemain bola basket. Apapun bisa terjadi. Mereka juga bisa melakukannya," tandas Bilqis. (ln/aby)

About Admin

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments: