Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Masyarakat internasional bersedia membantu pembangunan kembali Jalur Gaza, jumlahnya melebihi angka 36 trilyun

Hidayatullah.com--Demikian keputusan konferensi di Sharm el Sheik Mesir baru-baru ini. JumlahBanjir di tenda Pengunsian dana yang terkumpul mencapai sekitar 4,5 milyar Dolar Amerika Serikat (AS) atau melebihi Rp. 36 triyun. Dana tersebut terutama untuk pembangunan kembali di kawasan yang hancur akibat serangan Israel awal tahun.

Menteri Luar Negeri Mesir Ahmed Abdul Gheit mengatakan, jika dana itu ditambah dengan dana yang dijanjikan sebelumnya, jumlahnya mencapai sekitar 5,2 milyar Dolar Amerika Serikat (AS). Negara yang menyediakan dana terbesar adalah negara kawasan Teluk, Arab Saudi, Amerika Serikat, Uni Eropa dan Jerman.

Sayangnya, bantuan tersebut langsung diserahkan ke pemerintah Otoritas Palestina yang nota bene dikuasai kelompok sekuler Fatah. Para pendonor yang dimotori Amerika Serikat (AS) sepakat mengabaikan Hamas dalam proyek tersebut.

Namun, AS dan negara-negara pendonor menegaskan bahwa rehabilitasi daerah pesisir sulit direalisasikan selama jalur perbatasan Israel dan Gaza masih tertutup. ''Daerah perbatasan tidak bisa dijamah. Penyalur bantuan tidak punya akses masuk," ujar Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon kepada perwakilan negara donor dalam konferensi sehari di Sharm El-Sheikh, Mesir, kemarin (2/3). Karena itu, lanjut pria asal Korea Selatan tersebut, langkah pertama yang harus dipikirkan adalah membuka jalur perbatasan. Namun, dia juga mengingatkan untuk meningkatkan pengawasan supaya senjata ilegal tidak masuk ke Gaza.

Israel dan Hamas tidak menghadiri konferensi tersebut. Negara Yahudi itu mendukung upaya penyaluran bantuan kepada warga Palestina di jalur Gaza. Namun, mereka meminta jaminan agar bantuan uang tidak jatuh ke tangan kelelompok pejuang Hamas.

''Kami tidak ingin bantuan internasional dieksploitasi militan Hamas dan digunakan untuk kepentingan mereka,''ujar Mark Regev, juru bicara Perdana Menteri Israel Ehud Olmert. Dengan kata lain, bantuan diberikan pada kelompok yang bukan hak nya. Sebab faktanya, korban serangan 22 hari Israel adalah warga pendukung pejuang Hamas, bukan Fatah.

sumber : [cha, /www.hidayatullah.com]

Photo: Reuters

About Admin

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments: